Melihat Perubahan Tren Perawatan dan Kesehatan Gigi: Gigi Menjadi Cantik Itu Bonusnya

Kesehatan gigi sangatlah penting. drg Kuni Ridha Andrini SpOrt menilai, hal itu yang kerap diabaikan oleh sebagian besar orang. ”Kebanyakan datang ke dokter setelah ada keluhan, bahkan ada yang sudah parah,” ujar dokter spesialis ortodonsia ini.

Padahal, dari kesehatan gigi dan mulutlah semua bermula. Bila alat pengunyah tidak befungsi dengan baik, yang terjadi adalah asupan makan yang masuk tidak berjalan dengan baik dan mengganggu metabolisme tubuh. Hal tersebut bisa terjadi karena susunan gigi yang tidak sebagaimana mestinya.

”Dan kedokteran gigi dapat membantu memperbaiki struktur tersebut. Untuk itulah kami (para ortodonsia) hadir membantu agar fungsi kunyah jadi lebih baik,” beber dokter yang praktik di Jalan Soekarno-Hatta itu.

Alumnus Universitas Airlangga itu menjelaskan, apabila fungsi kunyah diperbaiki, yang lainnya akan mengikuti. Karena yang diperbaiki adalah struktur gigi, bonusnya adalah gigi jadi lebih rapi dan cantik.

”Bisa saja gigi sudah tertata rapi, tetapi tidak seimbang antara gigi bawah dan gigi atas. Akibatnya, dapat menyebabkan masalah dalam keseimbangan mengunyah,” lanjut dokter yang akrab disapa Kuni itu.

Sementara itu, drg Rano Tri Juliarta SpKG menyebutkan, hampir semua orang memiliki masalah gigi berlubang. Sebab, gigi yang dipakai terus-menerus sepanjang hidup, tidak menutup kemungkinan akan terjadi masalah, terutama gigi berlubang.

”Apalagi dengan pola dan gaya hidup yang abai terhadap kesehatan gigi, bisa jadi lambat laun dapat menyebabkan masalah pada gigi. Misalnya gigi berlubang,” ujar dokter spesialis konservasi gigi ini saat ditemui di ruang praktiknya di RS Persada Hospital Malang.

Rano menyampaikan, perawatan gigi yang sederhana tapi tak banyak dilakukan adalah kumur-kumur dengan air putih setelah makan. Padahal, kebisaan baik ini dapat mencegah gigi berlubang atau penumpukan makanan di sela-sela gigi maupun gusi.

”Secara otomatis, mulut mengalami demineralisasi dan remineralisasi. Dimenineraliasi adalah hilangnya mineral saat makan. Untuk mengembalikan, dapat dilakukan dengan remineraliasi, yakni berkumur dengan air putih,” jelas lulusan spesialis konservasi gigi di Universitas Airlangga 2010 lalu itu.

Berkumur akan menetralkan saliva (air ludah). Jika hal itu tidak terjadi, akan menjadi gangguan kesehatan mulut, termasuk gigi. Akibatnya, sisa makanan menempel, dibiarkan, menjadi karang gigi, dapat juga berlubang bila makanan terlalu asam dan manis. Lambat laun, gigi pun akan aus. Kemudian terjadi masalah sampai persoalan infeksi pada gusi. Apalagi giginya sudah berlubang sejak kecil, itu menambah masalah.

”Karena kebanyakan pasien datang terlambat, yang terjadi bukan perawatan yang dilakukan, tetapi penangan seperti penambalan, perawatan salur akar, sampai pada pembuatan mahkota baru,” ujar ayah 2 anak ini.

Pewarta: Elly Kartika
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Elly Kartika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here