alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Peringati Lahirnya Pancasila, Jokowi: Waspadai Ideologi Transnasional

RADAR MALANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat. Sementara upacara digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.

Dalam upacara peringatan Hari Pancasila tersebut, Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa dan dalam bernegara.

“Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang republik ini berdiri, namun tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan, globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan, yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antarideologi,” ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/6).

Menurut Jokowi, ideologi transnasional cenderung semakin meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi landscap kontestasi ideologi. Revolusi industri 4.0 juga telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berintaraksi dan berorganisaisi dalam skala besar lintas negara. Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga semakin mudah dan cepat.

“Kemudahan ini bisa digunakan oleh idiologi-ideologi transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan dan ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu. Kecepatan ekspansi idiologi radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini,” katanya.

Jokowi menambahkan, dalam menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Namun diperlukan cara-cara baru yang luar biasa. Seperti memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0 dan sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan.

“Saya mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan indonesia yang maju yang kita cita-citakan,” ungkapnya.

“Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila, selamat membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Dalam upacara tersebut bertindak sebagai perwira upacara adalah Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya. Novi saat ini menduduki jabatan Kepala Staf Komando Garnisun I Jakarta. Kemudian bertindak sebagai komandan upacara adalah Kolonel Infantri Muhammad Imam. Dia kini menjabat sebagai Asisten Operasi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Sementara Ketua MPR Bambang Soesatyo bertugas membacakan Pancasila. Sedangkan Ketua DPR Puan Maharani membacakan teks Pembukaan UUD 1945.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat. Sementara upacara digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.

Dalam upacara peringatan Hari Pancasila tersebut, Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa dan dalam bernegara.

“Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang republik ini berdiri, namun tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan, globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan, yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antarideologi,” ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/6).

Menurut Jokowi, ideologi transnasional cenderung semakin meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi landscap kontestasi ideologi. Revolusi industri 4.0 juga telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berintaraksi dan berorganisaisi dalam skala besar lintas negara. Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga semakin mudah dan cepat.

“Kemudahan ini bisa digunakan oleh idiologi-ideologi transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan dan ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu. Kecepatan ekspansi idiologi radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini,” katanya.

Jokowi menambahkan, dalam menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Namun diperlukan cara-cara baru yang luar biasa. Seperti memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0 dan sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan.

“Saya mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan indonesia yang maju yang kita cita-citakan,” ungkapnya.

“Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila, selamat membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Dalam upacara tersebut bertindak sebagai perwira upacara adalah Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya. Novi saat ini menduduki jabatan Kepala Staf Komando Garnisun I Jakarta. Kemudian bertindak sebagai komandan upacara adalah Kolonel Infantri Muhammad Imam. Dia kini menjabat sebagai Asisten Operasi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Sementara Ketua MPR Bambang Soesatyo bertugas membacakan Pancasila. Sedangkan Ketua DPR Puan Maharani membacakan teks Pembukaan UUD 1945.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru