alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Dewan Kota Malang Minta Pemkot Gelar Vaksinasi Door-to-Door

MALANG KOTA – Momen rapat paripurna Rabu (30/6) dimanfaatkan para anggota DPRD Kota Malang untuk mendorong percepatan program vaksinasi. Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengatakan, vaksinasi yang dilakukan pemkot dari bulan Maret lalu masih perlu ditingkatkan lagi intensitasnya. Di sisi lain, dia juga melihat bila saat ini proses vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) cukup membahayakan.

”Potensi penularan Covid-19 cukup tinggi di sana (fasyankes) karena ada kerumunan, jadi harus ada opsi lain,” kata dia saat rapat paripurna, digelar secara virtual Rabu (30/6).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu lantas menyarankan agar pemkot melakukan vaksinasi secara door-to-door. Dengan cara itu, dia yakin bila potensi kerumunan dapat ditekan. Secara umum, pihaknya tak ingin masyarakat terpapar Covid-19 karena berkerumun saat antre vaksin di fasyankes.

Sebab, kasus tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar korona saat ini juga turut meningkat. Soal saran vaksinasi secara door-to-door, dia menyebut bila mekanismenya harus disiapkan sebaik mungkin.

Harus ada standard operating procedure (SOP) yang tegas supaya program percepatan vaksinasi juga dapat terkendali.

”Saya harap inovasi ini bisa jadi saran agar kasus Covid-19 dapat ditekan,” sambung Arief.

Agar penanganan Covid-19 berjalan lancar, dia merekomendasikan agar pemkot bisa sesegera mungkin mencairkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). ”Ini perlu perencanaan yang matang. Kami ingin plotting BTT tidak dipakai untuk hal lain, kecuali untuk penanganan Covid-19,” tambah Arief.

Di tempat yang sama, Wali Kota Malang Sutiaji berjanji akan menindaklanjuti masukan legislator tersebut. Dia mengaku bakal menimbang kembali bagaimana teknis vaksinasi secara door-to-door.

”Ya, insya Allah masukan itu bagus dan kami upayakan dulu jika benar-benar bisa dilakukan,” kata dia.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang itu juga menyebut bila saat ini ketersediaan vaksin Sinovac tinggal 60 ribu dosis. Jumlah tersebut hanya dapat disuntikkan kepada 25 sampai 27 ribu orang.

Mengantisipasi kekurangan vaksin tersebut, pihaknya mengaku bakal menambah lagi dosis vaksin Sinovac maupun AstraZeneca. (adn/cj2/c1/by/rmc)

MALANG KOTA – Momen rapat paripurna Rabu (30/6) dimanfaatkan para anggota DPRD Kota Malang untuk mendorong percepatan program vaksinasi. Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengatakan, vaksinasi yang dilakukan pemkot dari bulan Maret lalu masih perlu ditingkatkan lagi intensitasnya. Di sisi lain, dia juga melihat bila saat ini proses vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) cukup membahayakan.

”Potensi penularan Covid-19 cukup tinggi di sana (fasyankes) karena ada kerumunan, jadi harus ada opsi lain,” kata dia saat rapat paripurna, digelar secara virtual Rabu (30/6).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu lantas menyarankan agar pemkot melakukan vaksinasi secara door-to-door. Dengan cara itu, dia yakin bila potensi kerumunan dapat ditekan. Secara umum, pihaknya tak ingin masyarakat terpapar Covid-19 karena berkerumun saat antre vaksin di fasyankes.

Sebab, kasus tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar korona saat ini juga turut meningkat. Soal saran vaksinasi secara door-to-door, dia menyebut bila mekanismenya harus disiapkan sebaik mungkin.

Harus ada standard operating procedure (SOP) yang tegas supaya program percepatan vaksinasi juga dapat terkendali.

”Saya harap inovasi ini bisa jadi saran agar kasus Covid-19 dapat ditekan,” sambung Arief.

Agar penanganan Covid-19 berjalan lancar, dia merekomendasikan agar pemkot bisa sesegera mungkin mencairkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). ”Ini perlu perencanaan yang matang. Kami ingin plotting BTT tidak dipakai untuk hal lain, kecuali untuk penanganan Covid-19,” tambah Arief.

Di tempat yang sama, Wali Kota Malang Sutiaji berjanji akan menindaklanjuti masukan legislator tersebut. Dia mengaku bakal menimbang kembali bagaimana teknis vaksinasi secara door-to-door.

”Ya, insya Allah masukan itu bagus dan kami upayakan dulu jika benar-benar bisa dilakukan,” kata dia.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang itu juga menyebut bila saat ini ketersediaan vaksin Sinovac tinggal 60 ribu dosis. Jumlah tersebut hanya dapat disuntikkan kepada 25 sampai 27 ribu orang.

Mengantisipasi kekurangan vaksin tersebut, pihaknya mengaku bakal menambah lagi dosis vaksin Sinovac maupun AstraZeneca. (adn/cj2/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/