alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Belum 24 Jam, PKS Cabut Program Poligami Untuk Kader

RADAR MALANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat program solidaritas tiga pihak. Program baru tersebut adalah saran bagi kader partai berlogo bulan sabit kembar untuk bisa melakukan poligami dengan janda atau aromil.

Saat dikonfirmasi, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat mengatakan, program dari solidaritas tiga pihak ini merujuk dari Rasullulah Muhammad SAW yang membolehkan umatnya untuk berpoligami.

“Terkait status hukum barang tersebut itu kan persoalan agama bukan semata-mata budaya dalam hal ini Allah dan Rasul-nya. Nah di dalam Alquran itu dibolehkan, diizinkan dan Rasul juga mencontohkan,” ujar Surahman saat dikonfirmasi, Kamis (30/9).

Surahman juga mengaku, program solidaritas tiga pihak ini telah disetujui oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan juga DPP PKS. Mereka juga telah memberikan berbagai masukan terkait program baru PKS ini.

“Saya sebagai ketuanya sudah tanda tangan, sudah melakukan kajian dan sudah kita komunikasikan dengan Presiden PKS, dan DPP juga sudah memberi masukan-masukan, dan kemarin saya sudah tanda tangan, bismillah,” katanya.

Namun tak berselang lama, program Solidaritas Tiga Pihak, yang salah satu poinnya adalah menganjurkan kader berlogo bulan sabit kembar untuk bisa melakukan poligami dengan janda atau aromil itu dicabut.

Surahman menjelaskan, dalam rangka mewujudkan prinsip tata kelola partai yang baik dengan mengedepankan prinsip transparan, akuntabel, dan responsif terhadap berbagai masukan masyarakat, maka pihaknya mencabut Tazkirah nomor 12 terkait anjuran berpoligami bagi anggota PKS laki-laki.

“Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut. Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia,” ujar Surahman

“Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut,” katanya.

Menurut anggota Komisi II DPR ini, PKS sangat terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak di masyarakat. Karena tidak mau ada polemik yang terjadi di publik.

“PKS mengucapkan terima kasih atas masukan, kritik dan saran dari semua pihak dan ini merupakan bentuk perhatian yang besar dari publik terhadap jalannya organisasi partai ini,” ungkapnya.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat program solidaritas tiga pihak. Program baru tersebut adalah saran bagi kader partai berlogo bulan sabit kembar untuk bisa melakukan poligami dengan janda atau aromil.

Saat dikonfirmasi, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat mengatakan, program dari solidaritas tiga pihak ini merujuk dari Rasullulah Muhammad SAW yang membolehkan umatnya untuk berpoligami.

“Terkait status hukum barang tersebut itu kan persoalan agama bukan semata-mata budaya dalam hal ini Allah dan Rasul-nya. Nah di dalam Alquran itu dibolehkan, diizinkan dan Rasul juga mencontohkan,” ujar Surahman saat dikonfirmasi, Kamis (30/9).

Surahman juga mengaku, program solidaritas tiga pihak ini telah disetujui oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan juga DPP PKS. Mereka juga telah memberikan berbagai masukan terkait program baru PKS ini.

“Saya sebagai ketuanya sudah tanda tangan, sudah melakukan kajian dan sudah kita komunikasikan dengan Presiden PKS, dan DPP juga sudah memberi masukan-masukan, dan kemarin saya sudah tanda tangan, bismillah,” katanya.

Namun tak berselang lama, program Solidaritas Tiga Pihak, yang salah satu poinnya adalah menganjurkan kader berlogo bulan sabit kembar untuk bisa melakukan poligami dengan janda atau aromil itu dicabut.

Surahman menjelaskan, dalam rangka mewujudkan prinsip tata kelola partai yang baik dengan mengedepankan prinsip transparan, akuntabel, dan responsif terhadap berbagai masukan masyarakat, maka pihaknya mencabut Tazkirah nomor 12 terkait anjuran berpoligami bagi anggota PKS laki-laki.

“Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut. Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia,” ujar Surahman

“Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut,” katanya.

Menurut anggota Komisi II DPR ini, PKS sangat terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak di masyarakat. Karena tidak mau ada polemik yang terjadi di publik.

“PKS mengucapkan terima kasih atas masukan, kritik dan saran dari semua pihak dan ini merupakan bentuk perhatian yang besar dari publik terhadap jalannya organisasi partai ini,” ungkapnya.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru