alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

PPKM Darurat Malang Raya Buka Opsi Penyekatan di Perbatasan Wilayah

MALANG KOTA – Besok Sabtu (3/7) menjadi hari pertama penerapan PPKM Darurat se-Jawa Bali. Namun demikian, hingga saat ini belum pasti bagaimana teknis pelaksanaannya.

Hal ini diungkapkan oleh Walikota Malang, Sutiaji pasca apel gelar pasukan di Lapangan Rampal, Jumat (2/7) pagi. “Kami masih menantikan Instruksi Mendagri terkait PPKM Darurat ini,” terangnya.

Ia mengatakan bahwa masih ada beberapa tahap lagi untuk implementasi. “Siang ini ada rapat lagi karena dari Imendagri itu harus turun ke Surat Edaran (SE) Gubernur lalu SE disetiap daerah, prinsipnya kami meneruskan instruksi,” imbuhnya.

Diprediksi bahwa dalam peraturan baru itu, ada instruksi untuk melakukan penyekatan di perbatasan setiap daerah. “Insya Allah kalau itu, itu namanya kearifan lokal, tergantung kesepakatan tiga daerah lagi nanti,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Staff Kodam (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan mengatakan bahwa akan ada penyekatan di perbatasan daerah. “Betul, nanti akan ada penyekatan. Ini sifatnya antar daerah, jadi akan ada pemeriksaan,” kata dia.

Namun demikian, penyekatan yang akan dilakukan tidak bersifat masif. “Ini tidak akan masif seperti beberapa waktu lalu, hanya saja ini indikasinya ada penebalan pasukan yang disiapkan TNI-Polri. Dari TNI nanti Angkatan Udara dan Laut juga terlibat,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Besok Sabtu (3/7) menjadi hari pertama penerapan PPKM Darurat se-Jawa Bali. Namun demikian, hingga saat ini belum pasti bagaimana teknis pelaksanaannya.

Hal ini diungkapkan oleh Walikota Malang, Sutiaji pasca apel gelar pasukan di Lapangan Rampal, Jumat (2/7) pagi. “Kami masih menantikan Instruksi Mendagri terkait PPKM Darurat ini,” terangnya.

Ia mengatakan bahwa masih ada beberapa tahap lagi untuk implementasi. “Siang ini ada rapat lagi karena dari Imendagri itu harus turun ke Surat Edaran (SE) Gubernur lalu SE disetiap daerah, prinsipnya kami meneruskan instruksi,” imbuhnya.

Diprediksi bahwa dalam peraturan baru itu, ada instruksi untuk melakukan penyekatan di perbatasan setiap daerah. “Insya Allah kalau itu, itu namanya kearifan lokal, tergantung kesepakatan tiga daerah lagi nanti,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Staff Kodam (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan mengatakan bahwa akan ada penyekatan di perbatasan daerah. “Betul, nanti akan ada penyekatan. Ini sifatnya antar daerah, jadi akan ada pemeriksaan,” kata dia.

Namun demikian, penyekatan yang akan dilakukan tidak bersifat masif. “Ini tidak akan masif seperti beberapa waktu lalu, hanya saja ini indikasinya ada penebalan pasukan yang disiapkan TNI-Polri. Dari TNI nanti Angkatan Udara dan Laut juga terlibat,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru