alexametrics
21.3 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

Sandi: SDM Milenial dan Ekonomi Kreatif Jadi Penggerak Ekonomi

KEPANJEN – Sumber daya manusia (SDM) milenial dan ekonomi kreatif disebut pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 1, HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi) sebagai salah satu roda penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pengembangan sektor kepemudaan dan ekonomi kreatif jadi satu di antara tujuh program prioritas yang diusung paslon Sandi. Penjabarannya disampaikan dalam debat publik tahap pertama Jumat (30/10) lalu. Penjabarannya disampaikan dalam debat publik tahap pertama Jumat(30/10) lalu.

”Jadi anak-anak muda nanti akan kami arahkan dan kami berikan wadah agar bisa berkreasi menciptakan produk baru yang bisa menjadi sumber penghasilan mereka secara pribadi,” ujar Calon Bupati Malang dari PDIP, HM Sanusi. Jika generasi muda bisa berdikari, pria asal Gondanglegi itu optimistis angka pengangguran di Kabupaten Malang akan terus menurun.

”Mereka tidak lagi bergantung pada lapangan pekerjaan formal saja, tapi berjaya di sektor informal, karena semuanya sukses menjadi entrepreneur atau pengusaha,” sambungnya.

Sebelumnya, pasangan yang diusung tim Malang Makmur itu secara resmi juga telah me-launching program satu desa satu pemuda kreatif. Hingga kemarin, total terdapat 33 pemuda dari 33 kecamatan yang sudah terdata sebagai milenial kreatif di Kabupaten Malang.

”Harapan kami, ilmu yang mereka punya itu nanti tidak hanya berhenti pada dirinya sendiri. Tapi juga teman-teman seusianya,” beber Sanusi. Untuk mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif, Sandi juga berkomitmen untuk memberikan kemudahan perizinan bagi para pelaku industri ekonomi kreatif.

”Untuk pengusaha muda yang bergerak di sektor makanan dan minuman akan kami berikan fasilitas sertifikasi halal dari MUI (majelis ulama Indonesia) secara gratis,” sambung suami dari Anis Zaidah itu.

Insentif kemudahan perizinan yang sebelumnya telah diprogramkan untuk para investor, kedepan juga bisa dinikmati para pelaku usaha kecil menengah (UKM) tersebut. ”Kami harapkan menjadi stimulan bagi para generasi milenial agar bersemangat menjadi wirausahawan,” tutup Sanusi.

Pewarta: Farik Fajarwati

KEPANJEN – Sumber daya manusia (SDM) milenial dan ekonomi kreatif disebut pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 1, HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi) sebagai salah satu roda penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pengembangan sektor kepemudaan dan ekonomi kreatif jadi satu di antara tujuh program prioritas yang diusung paslon Sandi. Penjabarannya disampaikan dalam debat publik tahap pertama Jumat (30/10) lalu. Penjabarannya disampaikan dalam debat publik tahap pertama Jumat(30/10) lalu.

”Jadi anak-anak muda nanti akan kami arahkan dan kami berikan wadah agar bisa berkreasi menciptakan produk baru yang bisa menjadi sumber penghasilan mereka secara pribadi,” ujar Calon Bupati Malang dari PDIP, HM Sanusi. Jika generasi muda bisa berdikari, pria asal Gondanglegi itu optimistis angka pengangguran di Kabupaten Malang akan terus menurun.

”Mereka tidak lagi bergantung pada lapangan pekerjaan formal saja, tapi berjaya di sektor informal, karena semuanya sukses menjadi entrepreneur atau pengusaha,” sambungnya.

Sebelumnya, pasangan yang diusung tim Malang Makmur itu secara resmi juga telah me-launching program satu desa satu pemuda kreatif. Hingga kemarin, total terdapat 33 pemuda dari 33 kecamatan yang sudah terdata sebagai milenial kreatif di Kabupaten Malang.

”Harapan kami, ilmu yang mereka punya itu nanti tidak hanya berhenti pada dirinya sendiri. Tapi juga teman-teman seusianya,” beber Sanusi. Untuk mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif, Sandi juga berkomitmen untuk memberikan kemudahan perizinan bagi para pelaku industri ekonomi kreatif.

”Untuk pengusaha muda yang bergerak di sektor makanan dan minuman akan kami berikan fasilitas sertifikasi halal dari MUI (majelis ulama Indonesia) secara gratis,” sambung suami dari Anis Zaidah itu.

Insentif kemudahan perizinan yang sebelumnya telah diprogramkan untuk para investor, kedepan juga bisa dinikmati para pelaku usaha kecil menengah (UKM) tersebut. ”Kami harapkan menjadi stimulan bagi para generasi milenial agar bersemangat menjadi wirausahawan,” tutup Sanusi.

Pewarta: Farik Fajarwati

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/