alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Arab Saudi Black List Indonesia, Jamaah Umroh Malang Gigit Jari

MALANG – Puluhan warga Kabupaten Malang ikut merasakan dampak dari Keputusan Saudi Arabia menutup akses masuk ke wilayahnya pada Rabu (3/2) lalu. Pasalnya, atas keputusan tersebut, jadwal keberangkatan calon jamaah umroh terpaksa ditunda.

Kepala kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Musta’in, mengatakan, ada sekitar 20 orang yang jamaah yang sudah dimintakan rekomendasi paspor umroh oleh travel agent ke Kemenag.

“Umroh yang saya sempat tanda tangan itu sekitar 20 orang. Walaupun tidak semua berangkat bulan ini. Tapi yang jelas kemungkinan semua tertunda,” ucapnya.

Musta’in mengaku hanya bisa mengetahui jumlah jamaah umroh setelah pihak travel memintakan surat rekomendasi paspor umroh kepada Kemenag. Diyakini, masih banyak jamaah yang belum dimintakan rekomendasi. Sehingga diprediksi, jamaah umroh di kabupaten Malang yang harus menjadwalkan ulang rencananya umroh ke Arab Saudi ini sampai ratusan orang.

“Ya mau nggak mau semuanya harus ditunda. Sampai ada aturan baru yang memperbolehkan berangkat lagi,” imbuhnya.

Diketahui, pada saat awal Pandemi, Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk tidak menerima jamaah umroh dan haji dari luar negaranya. Kemudian pada 1 November, akses ke kota suci itu dibuka kembali, dengan pembatasan jumlah Kuota dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pandemi yang tak kunjung berakhir membuat negara dengan sistem kerajaan itu kembali melarang jamaah dari luar negeri datang ke sana.

Musta’in mengatakan, saat ini yang bisa dilakukan kemenag hanya menunggu adanya aturan baru yang dikeluarkan oleh Arab Saudi dan Kemenag pusat. Sehingga pihaknya juga menghimbau kepada seluruh jamaah agar terus bersabar dan menunggu.

“Karena tempat haji dan umrohnya di sana (Arab Saudi), ya kami harus mengikuti aturan sana,” pungkasnya.

Pewarta: Achmad Fikyansyah

MALANG – Puluhan warga Kabupaten Malang ikut merasakan dampak dari Keputusan Saudi Arabia menutup akses masuk ke wilayahnya pada Rabu (3/2) lalu. Pasalnya, atas keputusan tersebut, jadwal keberangkatan calon jamaah umroh terpaksa ditunda.

Kepala kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Musta’in, mengatakan, ada sekitar 20 orang yang jamaah yang sudah dimintakan rekomendasi paspor umroh oleh travel agent ke Kemenag.

“Umroh yang saya sempat tanda tangan itu sekitar 20 orang. Walaupun tidak semua berangkat bulan ini. Tapi yang jelas kemungkinan semua tertunda,” ucapnya.

Musta’in mengaku hanya bisa mengetahui jumlah jamaah umroh setelah pihak travel memintakan surat rekomendasi paspor umroh kepada Kemenag. Diyakini, masih banyak jamaah yang belum dimintakan rekomendasi. Sehingga diprediksi, jamaah umroh di kabupaten Malang yang harus menjadwalkan ulang rencananya umroh ke Arab Saudi ini sampai ratusan orang.

“Ya mau nggak mau semuanya harus ditunda. Sampai ada aturan baru yang memperbolehkan berangkat lagi,” imbuhnya.

Diketahui, pada saat awal Pandemi, Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk tidak menerima jamaah umroh dan haji dari luar negaranya. Kemudian pada 1 November, akses ke kota suci itu dibuka kembali, dengan pembatasan jumlah Kuota dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pandemi yang tak kunjung berakhir membuat negara dengan sistem kerajaan itu kembali melarang jamaah dari luar negeri datang ke sana.

Musta’in mengatakan, saat ini yang bisa dilakukan kemenag hanya menunggu adanya aturan baru yang dikeluarkan oleh Arab Saudi dan Kemenag pusat. Sehingga pihaknya juga menghimbau kepada seluruh jamaah agar terus bersabar dan menunggu.

“Karena tempat haji dan umrohnya di sana (Arab Saudi), ya kami harus mengikuti aturan sana,” pungkasnya.

Pewarta: Achmad Fikyansyah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/