alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Airlangga: Kader Muda Golkar Berikan Terobosan Hadapi Pandemi

RADAR MALANG – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto optimistis kader-kader muda Golkar mampu membuat terobosan bagi Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid 19. Hal itu ia sampaikan pada pembukaan program Executive Education Program For Young Political Leaders (Program Pendidikan Bagi Para Pemimpin Muda) angkatan ke-2, Senin (5/7) yang digelar secara daring.

“Program ini diharapkan bisa menjadikan momentum agar kita semua satu langkah kemudian juga satu pengetahuan dan juga bisa mencari langkah-langkah terobosan. Dan kita bisa keluar dari pendemi Covid dan ke depannya kita perlu merangkai kebijakan publik berikutnya,” kata Airlangga.

“Kita berharap agar program pendidikan young political leaders ini selalu menjadi hal yang diikuti para kader-kader muda. Terutama untuk menangani kebijakan publik di era yang sangat sulit. Dan ini tidak ada satu negara pun yang pernah berpengalaman menghadapi pandemi Covid. Tentu kita berharap penanganan pendemi Covid yang sudah kita jalani selama satu setengah tahun,” lanjutnya.

Airlangga yang juga Menteri Koordinator Perekonomian itu juga mengingatkan kader-kader Golkar yang menjadi pemimpin di daerah untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam menghadapi pendemi.

“Yang menjabat sebagai pimpinan DPRD di daerah maupun sebagai Bupati, Wali Kota, ataupun Gubernur, harus mendorong kebijakan pusat. Dan kita satu langkah, kita satu upaya agar bangsa ini selamat dari pandemi Covid. Ke depan kita berharap ada pemulihan perekonomian nasional. Berikutnya adalah penciptaan lapangan pekerjaan menjadi hal yang terpenting dari seluruh skenario yang ada,” terang Airlangga.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily menjelaskan, dengan diberlakukannya PPKM Darurat, maka pendidikan kali ini sepenuhnya dilaksanakan secara daring. Ia memastikan bahwa meski dilakukan secara daring, pendidikan ini tetap menarik bagi peserta.

”Maka sedianya yang akan diadakan di DPP Partai Golkar dan bersifat tatap muka tidak bisa kita laksanakan. Namun, atas arahan dari Ketua Dewan Pembina Golkar Institute tetap harus beraktifitas dengan memanfaatkan teknologi informasi tanpa mengurangi substansi dari tujuan penyelenggaraan kursus singkat untuk para pemimpin muda, maka acara ini tetap kami gelar dalam bentuk daring,” kata Ace.

Ace menyebut acara Golkar Institute untuk angkatan II ini akan diisi oleh narasumber-narasumber yang memiliki reputasi baik nasional maupun internasional. Di antara narasumber yang hadir adalah Prof Kishore Mahbubani dari Singapura, Prof Eko Prasodjo, Prof Hamdi Muluk, Menteri Perindustrian Dr Agus Gumiwang, dan para kepala daerah serta para politisi senior.

Acara pembukaan pendidikan Golkar Institute juga dikemas dengan dialog publik dengan tema ’The World of Politics From the Perspective of Indonesian Youth’. Dalam dialog ini hadir tiga narasumber yakni Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte dan Co-Founder Think Policy Society Andhyta Firselly Utami.

Kepada kader-kader muda Golkar, Jerry berbagi pengalaman. Menurutnya, politik adalah pengabdian kepada negara. “Konsep politik bagi saya adalah bagaimana kita bisa memberikan kontribusi. Kita memberikan pengabdian. Jangan jadikan politik sebagai karir. Jadikan politik ini sebagai lahan mengabdi,” tegas Jerry.

Jerry juga mengingatkan agar politisi-politisi muda Golkar tidak hanya berkecimpung di dunia politik saja.

Philips J. Vermonte menyebut bahwa politik kita saat ini banyak dijalankan oleh orang-orang muda. Oleh karena itu, penting bagi Partai Golkar untuk memperbanyak tokoh-tokoh partai dari orang-orang muda. Menurutnya, Partai Golkar perlu menangkap aspirasi orang-orang muda. Kepada para kader-kader muda Golkar, Philips berpesan tentang hakikat politik. “Kita berpolitik untuk menyejahterakan Indonesia, kita berpolitik untuk mendemokrasikan Indonesia,” ujarnya.

Sementara Andhyta Firselly Utami menyebut bahwa saat ini telah banyak anak-anak muda yang berkecimpung di politik. Ia bahkan menyebut anak muda adalah poros di banyak hal. ”Orang muda adalah poros semuanya. Orang muda banyak sebagai staf ahli, staf ahli di kepala daerah, sebagai PNS dan profesional”, terangnya.

Pewarta: Raoul Onley

RADAR MALANG – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto optimistis kader-kader muda Golkar mampu membuat terobosan bagi Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid 19. Hal itu ia sampaikan pada pembukaan program Executive Education Program For Young Political Leaders (Program Pendidikan Bagi Para Pemimpin Muda) angkatan ke-2, Senin (5/7) yang digelar secara daring.

“Program ini diharapkan bisa menjadikan momentum agar kita semua satu langkah kemudian juga satu pengetahuan dan juga bisa mencari langkah-langkah terobosan. Dan kita bisa keluar dari pendemi Covid dan ke depannya kita perlu merangkai kebijakan publik berikutnya,” kata Airlangga.

“Kita berharap agar program pendidikan young political leaders ini selalu menjadi hal yang diikuti para kader-kader muda. Terutama untuk menangani kebijakan publik di era yang sangat sulit. Dan ini tidak ada satu negara pun yang pernah berpengalaman menghadapi pandemi Covid. Tentu kita berharap penanganan pendemi Covid yang sudah kita jalani selama satu setengah tahun,” lanjutnya.

Airlangga yang juga Menteri Koordinator Perekonomian itu juga mengingatkan kader-kader Golkar yang menjadi pemimpin di daerah untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam menghadapi pendemi.

“Yang menjabat sebagai pimpinan DPRD di daerah maupun sebagai Bupati, Wali Kota, ataupun Gubernur, harus mendorong kebijakan pusat. Dan kita satu langkah, kita satu upaya agar bangsa ini selamat dari pandemi Covid. Ke depan kita berharap ada pemulihan perekonomian nasional. Berikutnya adalah penciptaan lapangan pekerjaan menjadi hal yang terpenting dari seluruh skenario yang ada,” terang Airlangga.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily menjelaskan, dengan diberlakukannya PPKM Darurat, maka pendidikan kali ini sepenuhnya dilaksanakan secara daring. Ia memastikan bahwa meski dilakukan secara daring, pendidikan ini tetap menarik bagi peserta.

”Maka sedianya yang akan diadakan di DPP Partai Golkar dan bersifat tatap muka tidak bisa kita laksanakan. Namun, atas arahan dari Ketua Dewan Pembina Golkar Institute tetap harus beraktifitas dengan memanfaatkan teknologi informasi tanpa mengurangi substansi dari tujuan penyelenggaraan kursus singkat untuk para pemimpin muda, maka acara ini tetap kami gelar dalam bentuk daring,” kata Ace.

Ace menyebut acara Golkar Institute untuk angkatan II ini akan diisi oleh narasumber-narasumber yang memiliki reputasi baik nasional maupun internasional. Di antara narasumber yang hadir adalah Prof Kishore Mahbubani dari Singapura, Prof Eko Prasodjo, Prof Hamdi Muluk, Menteri Perindustrian Dr Agus Gumiwang, dan para kepala daerah serta para politisi senior.

Acara pembukaan pendidikan Golkar Institute juga dikemas dengan dialog publik dengan tema ’The World of Politics From the Perspective of Indonesian Youth’. Dalam dialog ini hadir tiga narasumber yakni Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte dan Co-Founder Think Policy Society Andhyta Firselly Utami.

Kepada kader-kader muda Golkar, Jerry berbagi pengalaman. Menurutnya, politik adalah pengabdian kepada negara. “Konsep politik bagi saya adalah bagaimana kita bisa memberikan kontribusi. Kita memberikan pengabdian. Jangan jadikan politik sebagai karir. Jadikan politik ini sebagai lahan mengabdi,” tegas Jerry.

Jerry juga mengingatkan agar politisi-politisi muda Golkar tidak hanya berkecimpung di dunia politik saja.

Philips J. Vermonte menyebut bahwa politik kita saat ini banyak dijalankan oleh orang-orang muda. Oleh karena itu, penting bagi Partai Golkar untuk memperbanyak tokoh-tokoh partai dari orang-orang muda. Menurutnya, Partai Golkar perlu menangkap aspirasi orang-orang muda. Kepada para kader-kader muda Golkar, Philips berpesan tentang hakikat politik. “Kita berpolitik untuk menyejahterakan Indonesia, kita berpolitik untuk mendemokrasikan Indonesia,” ujarnya.

Sementara Andhyta Firselly Utami menyebut bahwa saat ini telah banyak anak-anak muda yang berkecimpung di politik. Ia bahkan menyebut anak muda adalah poros di banyak hal. ”Orang muda adalah poros semuanya. Orang muda banyak sebagai staf ahli, staf ahli di kepala daerah, sebagai PNS dan profesional”, terangnya.

Pewarta: Raoul Onley

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru