alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Dianggap Dukung Oposisi, Diplomat Dari Tiga Negara Diusir Rusia

RADAR MALANG – Rusia mengusir diplomat dari Jerman, Swedia, dan Polandia pada Jumat (5/2) karena dituduh mengikuti ujuk rasa ilegal baru-baru ini.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para diplomat itu dinyatakan “personae non grata” karena partisipasi mereka dalam demonstrasi 23 Januari yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka. Pernyataan tersebut tidak mengidentifikasi protes, tetapi demonstrasi diadakan hari itu menuntut pembebasan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny yang dipenjara menurut NPR pada Sabtu (6/2).

“Kami menganggap pengusiran ini tidak bisa dibenarkan,” kata Konselor Jerman, Angela Merkel Merkel kepada wartawan setelah pertemuan. Presiden Perancis, Emmanuel Macron juga mengecam langkah tersebut dan mengatakan dia berdiri dalam solidaritas dengan tiga negara.

Para diplomat dari Swedia dan Polandia ditempatkan di konsulat negara mereka di St. Petersburg, sedangkan diplomat Jerman ditempatkan di kedutaan Moskow mereka. Rusia mengatakan telah memerintahkan ketiganya untuk meninggalkan negara itu dalam waktu dekat.

Pengusiran itu dilakukan ketika Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, berada di Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Rusia yang pada saat itu muncul kekhawatiran di Eropa Barat atas protes Navalny.

Dalam sebuah pernyataan, Borrell mengatakan dia mengetahui tentang pengusiran itu saat dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

“Saya mengutuk keras keputusan ini dan menolak tuduhan bahwa mereka melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan status mereka sebagai diplomat asing,” katanya. “Keputusan itu harus dipertimbangkan kembali. Saya menekankan persatuan dan solidaritas Uni Eropa dengan Negara Anggota terkait.”

Di Rusia sendiri telah terjadi unjuk rasa besar-besaran selama 2 pekan berturut-turut yang menuntut pembebasan Navalny karena di penjara selama 3,5 tahun dan ditangkap pada 17 Januari atas pelanggaran ketentuan hukum lama.

Pengusiran para diplomat pada hari Jumat menandakan semakin memburuknya hubungan Uni Eropa-Rusia, yang digambarkan Borrell sebagai “titik terendah” setelah penahanan Navalny.

Penulis: Talitha Azmi Faris

RADAR MALANG – Rusia mengusir diplomat dari Jerman, Swedia, dan Polandia pada Jumat (5/2) karena dituduh mengikuti ujuk rasa ilegal baru-baru ini.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para diplomat itu dinyatakan “personae non grata” karena partisipasi mereka dalam demonstrasi 23 Januari yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka. Pernyataan tersebut tidak mengidentifikasi protes, tetapi demonstrasi diadakan hari itu menuntut pembebasan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny yang dipenjara menurut NPR pada Sabtu (6/2).

“Kami menganggap pengusiran ini tidak bisa dibenarkan,” kata Konselor Jerman, Angela Merkel Merkel kepada wartawan setelah pertemuan. Presiden Perancis, Emmanuel Macron juga mengecam langkah tersebut dan mengatakan dia berdiri dalam solidaritas dengan tiga negara.

Para diplomat dari Swedia dan Polandia ditempatkan di konsulat negara mereka di St. Petersburg, sedangkan diplomat Jerman ditempatkan di kedutaan Moskow mereka. Rusia mengatakan telah memerintahkan ketiganya untuk meninggalkan negara itu dalam waktu dekat.

Pengusiran itu dilakukan ketika Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, berada di Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Rusia yang pada saat itu muncul kekhawatiran di Eropa Barat atas protes Navalny.

Dalam sebuah pernyataan, Borrell mengatakan dia mengetahui tentang pengusiran itu saat dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

“Saya mengutuk keras keputusan ini dan menolak tuduhan bahwa mereka melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan status mereka sebagai diplomat asing,” katanya. “Keputusan itu harus dipertimbangkan kembali. Saya menekankan persatuan dan solidaritas Uni Eropa dengan Negara Anggota terkait.”

Di Rusia sendiri telah terjadi unjuk rasa besar-besaran selama 2 pekan berturut-turut yang menuntut pembebasan Navalny karena di penjara selama 3,5 tahun dan ditangkap pada 17 Januari atas pelanggaran ketentuan hukum lama.

Pengusiran para diplomat pada hari Jumat menandakan semakin memburuknya hubungan Uni Eropa-Rusia, yang digambarkan Borrell sebagai “titik terendah” setelah penahanan Navalny.

Penulis: Talitha Azmi Faris

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/