alexametrics
32C
Malang
Friday, 23 April 2021

Demokrat Versi KLB Targetkan Menang Pemilu 2024

RADAR MALANG – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3), memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Terkait hal tersebut, mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, mengaku lega kegiatan tersebut telah usai.

“Kami bersyukur apa yang kami cita-citakan selama ini berjalan lancar. Biar pun dengan berbagai cemoohan, tanggapan negatif dari kubu AHY dan kawan-kawannya seperti Andi Malarangeng yang mengatakan tidak mungkin terjadi KLB. Tapi alhamdulillah atas keinginan kuat, partai ini bisa menyelenggarakan KLB yang menghasilkan Moeldoko sebagai ketua umum,” kata Max kepada wartawan, Sabtu (6/3).

Baca juga : Mendadak KLB, Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Gantikan AHY

Melansir Jawapos, Sabtu (6/3) Max menyebut, hasil KLB juga menganulir beberapa keputusan DPP yang dibuat di bawah kepengurusan AHY. Di antaranya pemecatan terhadap tujuh kader senior dan pengurus DPC yang mendukung KLB.

“Selain itu KLB juga sepakat menghilangkan beberapa jabatan yang dibuat selama ini, seperti majelis tinggi. Kini tidak ada lagi majelis tinggi,” katanya.

Max menyadari, pengurus hasil KLB dengan formasi baru tidak akan bekerja dengan mudah. Selain menghadapi perlawanan kubu AHY, hasil KLB di Deli Serdang juga harus mendapatkan pengakuan pemerintah.

“Kita akan segera melampirkan kepengurusan ini ke Kemenkum HAM. Pasti pihak sana (AHY) tidak akan diam, akan melakukan perlawanan. Saya kira ini hal biasa. Namun program kerja yang pertama harus dilakukan adalah membenahi partai Demokrat seperti sediakala, partai rakyat dan terbuka untuk semua orang,” ungkapnya.

Meski bukan persoalan mudah, Max yakin, Moeldoko mampu menjalankan peran barunya sebagai nakhoda partai Demokrat. Saking yakinnya, Max tidak ragu-ragu mematok target menang di pemilu 2024.

“Pak Moeldoko dengan kemampuan dia sebagai seorang intelektual, komandan yang tegas, bisa membawa partai ini merebut posisi seperti sedia kala. Kita pernah berada pada ranking pertama di pemilu dan politik Indonesia. Jadi mudah-mudahan Pak Moeldoko bisa mengelola partai ini menang di Pemilu 2024,” tuturnya.

Mantan pewarta itu juga menyayangkan sempat ada teror yang dialami pengurus daerah, agar tidak menghadiri KLB. Sehingga semestinya hal ini tidak perlu terjadi.

“Ada hal-hal yang membuat ketakutan di daerah. Seperti yang disampaikan Pak SBY sendiri, kalau KLB ini sukses nanti akan diobrak-abrik DPD dan DPC seluruh Indonesia sampai ke tingkat ranting. Ini sama sekali tidak ada karena KLB hanya ingin meluruskan jalan partai Demokrat sesuai khitahnya tahun 2001. Jadi yang membuat KLB ini adalah kelompok garis lurus,” pungkasnya.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3), memutuskan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Terkait hal tersebut, mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, mengaku lega kegiatan tersebut telah usai.

“Kami bersyukur apa yang kami cita-citakan selama ini berjalan lancar. Biar pun dengan berbagai cemoohan, tanggapan negatif dari kubu AHY dan kawan-kawannya seperti Andi Malarangeng yang mengatakan tidak mungkin terjadi KLB. Tapi alhamdulillah atas keinginan kuat, partai ini bisa menyelenggarakan KLB yang menghasilkan Moeldoko sebagai ketua umum,” kata Max kepada wartawan, Sabtu (6/3).

Baca juga : Mendadak KLB, Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Gantikan AHY

Melansir Jawapos, Sabtu (6/3) Max menyebut, hasil KLB juga menganulir beberapa keputusan DPP yang dibuat di bawah kepengurusan AHY. Di antaranya pemecatan terhadap tujuh kader senior dan pengurus DPC yang mendukung KLB.

“Selain itu KLB juga sepakat menghilangkan beberapa jabatan yang dibuat selama ini, seperti majelis tinggi. Kini tidak ada lagi majelis tinggi,” katanya.

Max menyadari, pengurus hasil KLB dengan formasi baru tidak akan bekerja dengan mudah. Selain menghadapi perlawanan kubu AHY, hasil KLB di Deli Serdang juga harus mendapatkan pengakuan pemerintah.

“Kita akan segera melampirkan kepengurusan ini ke Kemenkum HAM. Pasti pihak sana (AHY) tidak akan diam, akan melakukan perlawanan. Saya kira ini hal biasa. Namun program kerja yang pertama harus dilakukan adalah membenahi partai Demokrat seperti sediakala, partai rakyat dan terbuka untuk semua orang,” ungkapnya.

Meski bukan persoalan mudah, Max yakin, Moeldoko mampu menjalankan peran barunya sebagai nakhoda partai Demokrat. Saking yakinnya, Max tidak ragu-ragu mematok target menang di pemilu 2024.

“Pak Moeldoko dengan kemampuan dia sebagai seorang intelektual, komandan yang tegas, bisa membawa partai ini merebut posisi seperti sedia kala. Kita pernah berada pada ranking pertama di pemilu dan politik Indonesia. Jadi mudah-mudahan Pak Moeldoko bisa mengelola partai ini menang di Pemilu 2024,” tuturnya.

Mantan pewarta itu juga menyayangkan sempat ada teror yang dialami pengurus daerah, agar tidak menghadiri KLB. Sehingga semestinya hal ini tidak perlu terjadi.

“Ada hal-hal yang membuat ketakutan di daerah. Seperti yang disampaikan Pak SBY sendiri, kalau KLB ini sukses nanti akan diobrak-abrik DPD dan DPC seluruh Indonesia sampai ke tingkat ranting. Ini sama sekali tidak ada karena KLB hanya ingin meluruskan jalan partai Demokrat sesuai khitahnya tahun 2001. Jadi yang membuat KLB ini adalah kelompok garis lurus,” pungkasnya.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru