alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Sutiaji Gundah Lihat Angka Pasien Covid-19 Terus Naik

MALANGKOTA – Gundah melihat angka Covid-19 yang terus meningkat, Wali Kota Malang Sutiaji akan mengumpulkan pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan Covid-19. Mulai dari perwakilan puskesmas, direktur rumah sakit, hingga tim satgas Covid-19 dari perguruan tinggi.
Saat ini, dari total 248 kasus positif Covid-19 di Kota Malang sebanyak 65 pasien sebelumnya telah dinyatakan sembuh. Kemudian 21 meninggal dunia, dan sisanya dalam tahap perawatan isolasi, baik itu mandiri di rumah ataupun di rumah sakit.
“Insya Allah kami undang Senin (6/7) ini, kepala puskesmas, terus direktur rumah sakit, dan seluruh satgas dari perguruan tinggi. Mereka bisa kami libatkan semua untuk melakukan upaya bagaimana (menekan angka penyebaran kasus Covid-19),” kata Sutiaji.
Dia mengatakan, kali ini fokus pemkot tak lagi per wilayah, melainkan per RT/RW. Sebab, progres penularan belakangan ini memang lebih didominasi dari klaster keluarga yang inimenjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka menularkan kepada anggota keluarga lainnya hingga ke tetangga sekitar.
“Sekarang fokus mitigasinya lebih ke bawah dan keluarga, ke RT ke RW untuk bagaimana penyebaran kasus ini tidak bisa masif dilakukan. Yang terjadi luapan banyak kemarin itu adalah klaster keluarga. Untuk itulah, klaster keluarga ini isolasi mandiri harus benar-benar kita kuatkan. Jangan sampai ada gampang isolasi mandiri,” jelas Suatiaji.
Dalam pertemuan hari ini, akan dibahas bersama langkah apa saja yang perlu dilakukan semua pihak terkait dalam menanggulangi kasus Covid-19 di Kota Malang. Sebab, jika tren lonjakan kasus saat ini tak hanya berasal dari orang tanpa gejala (OTG), melainkan juga ada dari kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga naik status menjadi terkonfirmasi positif Covid-19.
“Jadi sekarang trennya ada dua arah. Karena itu, nanti kami ingin PDP terpantau, kemudian seluruh lab yang melaksanakan swab mandiri dari masyarakat agar terpantau. Misal, hari ini berapa sih yang mau swab, nanti kita akan punya treatment,” ungkapnya.
Sutiaji mengatakan, semua data Covid-19 nantinya bisa terprediksi secara real time melalui masing-masing dashboard baik itu dari Pemkot Malang ataupun dari rumah sakit.
“Setelah itu, hari ini berapa yang swab di Kota Malang, kita sudah punya antisipasi. Hari ini kira-kira berapa yamg terkonfirmasi positif itu sudah bisa terketahui. Sehingga ini nanti akan ada pemantauan, dan harapan kami nanti real time di masing-masing dashbord dari pemerintah kota dan masing-masing rumah sakit,” tandasnya.
Pewarta : Sandra Desi C
Foto : Dok Radar Malang
Editor: Hendarmono Al Sidarto

MALANGKOTA – Gundah melihat angka Covid-19 yang terus meningkat, Wali Kota Malang Sutiaji akan mengumpulkan pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan Covid-19. Mulai dari perwakilan puskesmas, direktur rumah sakit, hingga tim satgas Covid-19 dari perguruan tinggi.
Saat ini, dari total 248 kasus positif Covid-19 di Kota Malang sebanyak 65 pasien sebelumnya telah dinyatakan sembuh. Kemudian 21 meninggal dunia, dan sisanya dalam tahap perawatan isolasi, baik itu mandiri di rumah ataupun di rumah sakit.
“Insya Allah kami undang Senin (6/7) ini, kepala puskesmas, terus direktur rumah sakit, dan seluruh satgas dari perguruan tinggi. Mereka bisa kami libatkan semua untuk melakukan upaya bagaimana (menekan angka penyebaran kasus Covid-19),” kata Sutiaji.
Dia mengatakan, kali ini fokus pemkot tak lagi per wilayah, melainkan per RT/RW. Sebab, progres penularan belakangan ini memang lebih didominasi dari klaster keluarga yang inimenjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka menularkan kepada anggota keluarga lainnya hingga ke tetangga sekitar.
“Sekarang fokus mitigasinya lebih ke bawah dan keluarga, ke RT ke RW untuk bagaimana penyebaran kasus ini tidak bisa masif dilakukan. Yang terjadi luapan banyak kemarin itu adalah klaster keluarga. Untuk itulah, klaster keluarga ini isolasi mandiri harus benar-benar kita kuatkan. Jangan sampai ada gampang isolasi mandiri,” jelas Suatiaji.
Dalam pertemuan hari ini, akan dibahas bersama langkah apa saja yang perlu dilakukan semua pihak terkait dalam menanggulangi kasus Covid-19 di Kota Malang. Sebab, jika tren lonjakan kasus saat ini tak hanya berasal dari orang tanpa gejala (OTG), melainkan juga ada dari kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga naik status menjadi terkonfirmasi positif Covid-19.
“Jadi sekarang trennya ada dua arah. Karena itu, nanti kami ingin PDP terpantau, kemudian seluruh lab yang melaksanakan swab mandiri dari masyarakat agar terpantau. Misal, hari ini berapa sih yang mau swab, nanti kita akan punya treatment,” ungkapnya.
Sutiaji mengatakan, semua data Covid-19 nantinya bisa terprediksi secara real time melalui masing-masing dashboard baik itu dari Pemkot Malang ataupun dari rumah sakit.
“Setelah itu, hari ini berapa yang swab di Kota Malang, kita sudah punya antisipasi. Hari ini kira-kira berapa yamg terkonfirmasi positif itu sudah bisa terketahui. Sehingga ini nanti akan ada pemantauan, dan harapan kami nanti real time di masing-masing dashbord dari pemerintah kota dan masing-masing rumah sakit,” tandasnya.
Pewarta : Sandra Desi C
Foto : Dok Radar Malang
Editor: Hendarmono Al Sidarto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/