alexametrics
27C
Malang
Wednesday, 20 January 2021

Rusuh! Masa Pendukung Trump Obrak-abrik DPR-nya Amerika

RADARMALANG – Pengesahan Joe Bidden sebagai presiden Amerika yang dilakukan parlemen Amerika Serikat terpaksa harus ditunda. Pasalnya, terjadi unjuk rasa dari pendukung Donald Trump, Rabu (6/1).

Para pendukung Trump, yang menyebut diri mereka Gerakan Penyelamatan AS, menggunakan topi merah yang jadi simbol kampanye mantan pengusaha real estate itu.

“Kita tidak akan mengakuinya (hasil pilpres) ketika terjadi kecurangan, negeri kita sudah muak,” kata Trump di atas panggung di depan massa, dikutip dari CNBC, Kamis (7/1/2021).

Namun sayangnya demo tersebut tak berjalan damai. Situasi panas terjadi akibat bentrok antara aparat dan pendukung Trump yang berasal dari milisi sayap kanan Proud Boys. Massa yang rusuh mencoba menghentikan rapat dan menembus barikade polisi.

Aparat terpaksa menembakkan gas air mata guna mengamankan situasi. Garda Nasional, pasukan semi militer AS, juga diterjunkan. Kepolisian menyatakan sejumlah anggota luka-luka karena bentrokan.

Akibat makin panasnya situasi ini DPR dan Senat AS akhirnya menghentikan sementara rapat pengesahan Biden yang tengah berlangsung. Apalagi, pendukung Trump diketahui melanggar batas keamanan dan memasuki gedung Kongres, Capitol Hill, setelah bentrok dengan polisi.

“Tanpa keberatan, majelis memutuskan dewan reses,” kata anggota kongres Jim McGovern, sambil membanting palu diiringi suara keras teriakkan dari massa di luar ruangan, sebagaimana dikutip dari AFP.

Pejabat di Capitol juga mengumumkan penguncian. Anggota parlemen bahkan mengatakan di Twitter bahwa mereka berlindung di kantor mereka ketika beberapa massa Trump terlihat masuk dan berjalan melalui gedung.

“Keamanan kamar dan Polisi Capitol mencabut senjata mereka saat pengunjuk rasa menggedor pintu depan kamar,” cuit anggota kongres, Dan Kildee.

Penulis: Inifia

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca