alexametrics
21.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Undangan Coblosan Pilkada Kabupaten Malang Bikin Baper Para Jomblo

MALANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang punya cara ’unik’ dalam mengundang para calon pemilih di Pilkada Kabupaten Malang, 9 Desember mendatang. Yaitu dengan cara membuat ’surat undangan nikah’ kepada 2.003.000 calon pemilih (DPT) di 33 kecamatan, atau 390 desa/kelurahan.

Total ada sekitar 1 juta ’surat undangan nikah’ yang dicetak oleh KPU dan disebarkan kepada calon pemilih. Marhaendra Pramudya Mahardika, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Malang menyampaikan, ‘undangan nikah’ tersebut sengaja dibuat agar menarik perhatian masyarakat untuk datang ke TPS. Perlu diketahui, di Kabupaten Malang ada 4.999 tempat pemungutan suara (TPS).

“Biar lebih mengena juga ke pemilih milenial,” kata pria yang juga pernah bekerja di lembaga survei ini, Senin (7/12).

Menurutnya, sekitar 1 juta ‘surat undangan’ tersebut dibagikan bukan berdasarkan DPT. Melainkan berdasarkan jumlah KK di 33 kecamatan. “Tiap KK satu lembar. Sisanya juga kami gunakan untuk sosialiasi ke masyarakat. Secara aturan juga diperbolehkan,” jelas dia.

Tak hanya itu, masih kata dia, musim pandemi juga membuat kampanye paslon relatif terbatas. Sehingga, dibutuhkan cara kreatif untuk menarik perhatian masyarakat agar mau datang ke TPS. “Pergerakan sosialiasi di masa pandemi ini sangat terbatas. Jadi, perlu cara kreatif untuk menarik perhatian masyarakat,” imbuh pria yang juga hobi fotografi ini.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protap kesehatan. Terutama saat pelaksanaan Pilkada. “Minimal jangan lupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tegasnya.

Pewarta: Imam N

MALANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang punya cara ’unik’ dalam mengundang para calon pemilih di Pilkada Kabupaten Malang, 9 Desember mendatang. Yaitu dengan cara membuat ’surat undangan nikah’ kepada 2.003.000 calon pemilih (DPT) di 33 kecamatan, atau 390 desa/kelurahan.

Total ada sekitar 1 juta ’surat undangan nikah’ yang dicetak oleh KPU dan disebarkan kepada calon pemilih. Marhaendra Pramudya Mahardika, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Malang menyampaikan, ‘undangan nikah’ tersebut sengaja dibuat agar menarik perhatian masyarakat untuk datang ke TPS. Perlu diketahui, di Kabupaten Malang ada 4.999 tempat pemungutan suara (TPS).

“Biar lebih mengena juga ke pemilih milenial,” kata pria yang juga pernah bekerja di lembaga survei ini, Senin (7/12).

Menurutnya, sekitar 1 juta ‘surat undangan’ tersebut dibagikan bukan berdasarkan DPT. Melainkan berdasarkan jumlah KK di 33 kecamatan. “Tiap KK satu lembar. Sisanya juga kami gunakan untuk sosialiasi ke masyarakat. Secara aturan juga diperbolehkan,” jelas dia.

Tak hanya itu, masih kata dia, musim pandemi juga membuat kampanye paslon relatif terbatas. Sehingga, dibutuhkan cara kreatif untuk menarik perhatian masyarakat agar mau datang ke TPS. “Pergerakan sosialiasi di masa pandemi ini sangat terbatas. Jadi, perlu cara kreatif untuk menarik perhatian masyarakat,” imbuh pria yang juga hobi fotografi ini.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protap kesehatan. Terutama saat pelaksanaan Pilkada. “Minimal jangan lupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” tegasnya.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/