alexametrics
29C
Malang
Monday, 19 April 2021

Uji Publik Sekkota Malang Disiarkan Langsung di Youtube Hari Ini

MALANG KOTA – Ini kesempatan bagi warga Kota Malang untuk mengenal lebih dekat tiga kandidat sekretaris kota (sekkota) Malang. Dalam tahap uji publik yang akan digelar hari ini (8/4) pukul 09.00, pemkot berencana untuk menayangkannya secara langsung via akun YouTube resminya di sini.

Tak hanya menyaksikannya secara langsung, masyarakat juga bisa mengajukan pertanyaan kepada kandidat sekkota lewat kolom komentar. Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Seleksi Terbuka Pemilihan Sekkota Malang Andy Kurniawan turut memastikan kesempatan itu.

”Iya, nanti ada sesi pertanyaan dari masyarakat umum via media streaming,” kata Andy.

Baca juga : Uji Publik Calon Sekkota, Pemkot Malang Gandeng 15 Organisasi Profesi

Digelar di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, pelaksanaan uji publik itu akan dibagi dalam beberapa sesi. Mulai dari diskusi dengan tema tertentu hingga sesi tanya jawab. ”Tanya jawab ini akan ada dua sesi, yakni melalui forum langsung dari yang hadir, juga melalui streaming,” imbuh dia.

Mekanisme tanya jawabnya, Andy menambahkan, salah satunya berasal perwakilan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan organisasi profesi yang diundang. Mereka akan diminta untuk menuliskan pertanyaan di selembar kertas, lalu dimasukkan amplop. Selanjutnya, akan diundi siapa peserta yang akan mendapatkan pertanyaan itu.

”Semacam podcast sederhana terkait persoalan di Kota Malang,” imbuh Andy.

Dia menyebutkan, ada sekitar 15 organisasi profesi yang terlibat dalam acara hari ini. Mulai dari akademisi, wartawan, hingga komunitas. Berbeda dengan uji kompetensi bidang yang memiliki bobot penilaian, tahapan uji publik ini tidak ada bobotnya. Namun, bisa dibilang di tahap inilah yang akan menguatkan pertimbangan Wali Kota Malang dalam menentukan siapa sekkota terpilih.

”Kira-kira dari 3 kandidat ini mana yang paling diterima publik, karena Pak Wali memang minta yang menjadi sekkota adalah yang bisa diterima oleh masyarakat serta pemangku kepentingan,” jelasnya.

Untuk diketahui, uji publik ini merupakan kali pertama yang dilakukan dalam pemilihan Sekkota Malang.

Adanya keterlibatan organisasi profesi turut diapresiasi oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi). Ketua Aptisi Komisariat IV Wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Dyah Sawitri SE MM mengatakan bahwa transparansi dalam pengisian jabatan memang dibutuhkan dalam era society 5.0 ini.

Dia menyebutkan bahwa keterbukaan itu juga diatur dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Dyah menyebutkan bahwa posisi Sekkota Malang harus diisi sosok yang memiliki strategi kuat dalam pertumbuhan di Kota Malang. ”Kami yakin 3 besar (kandidat) ini adalah yang punya visi misi. Sebab, indikator pemimpin adalah mereka yang memiliki visi misi yang kuat,” kata dia.

Dyah mengatakan, bila bekal itulah yang bisa menjadikan Kota Malang bermartabat dan mendunia. ”Kota Malang memerlukan sekkota yang paham betul dengan kultur Kota Malang dan yang punya mimpi untuk mengembangkan potensi dari Kota Malang,” imbuh Rektor Universitas Gajayana tersebut.

Harapan serupa juga disampaian Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya M. Taufik. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia mengaku bila pihaknya sudah menyiapkan tema khusus untuk dibahas dalam uji publik.

”Tentunya kami sudah menyiapkan beberapa pertanyaan, seperti seputar bagaimana kemampuan seorang sekkota untuk menghadapi persoalan di Kota Malang,” ujar wartawan senior itu.

Taufik mengatakan bahwa persoalan di Kota Malang cukup kompleks, mulai dari internal pemkot hingga masalah di masyarakat.

”Dalam uji publik nanti kandidat sekkota harus bisa menjawab secara konstruktif dan rasional. Sebab, beberapa persoalan di Kota Malang memerlukan penanganan cepat, seperti problem banjir, anggaran, serta peningkatan peran BUMD (badan usaha milik daerah),” papar Taufik.

Terpisah, ketiga kandidat Sekkota mengaku siap mengikuti seluruh rangkaian uji publik hari ini. Seperti disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Erik Setyo Santoso.

”Untuk persiapan uji publik tidak ada yang khusus, karena tugas-tugas harian sudah cukup menyita waktu dan tenaga. Yang penting bagi kami adalah selalu mencoba memberikan positive vibe dalam menjalani rangkaian prosesnya,” kata dia.

Hal serupa juga dikatakan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Handi Priyanto. ”Kami mengalir saja, mengikuti prosesnya,” ujarnya singkat. Hal serupa juga ditunjukkan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subkhan. ”Diikuti saja proses dan mekanismenya,” kata dia. (arl/c1/by)

MALANG KOTA – Ini kesempatan bagi warga Kota Malang untuk mengenal lebih dekat tiga kandidat sekretaris kota (sekkota) Malang. Dalam tahap uji publik yang akan digelar hari ini (8/4) pukul 09.00, pemkot berencana untuk menayangkannya secara langsung via akun YouTube resminya di sini.

Tak hanya menyaksikannya secara langsung, masyarakat juga bisa mengajukan pertanyaan kepada kandidat sekkota lewat kolom komentar. Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Seleksi Terbuka Pemilihan Sekkota Malang Andy Kurniawan turut memastikan kesempatan itu.

”Iya, nanti ada sesi pertanyaan dari masyarakat umum via media streaming,” kata Andy.

Baca juga : Uji Publik Calon Sekkota, Pemkot Malang Gandeng 15 Organisasi Profesi

Digelar di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, pelaksanaan uji publik itu akan dibagi dalam beberapa sesi. Mulai dari diskusi dengan tema tertentu hingga sesi tanya jawab. ”Tanya jawab ini akan ada dua sesi, yakni melalui forum langsung dari yang hadir, juga melalui streaming,” imbuh dia.

Mekanisme tanya jawabnya, Andy menambahkan, salah satunya berasal perwakilan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan organisasi profesi yang diundang. Mereka akan diminta untuk menuliskan pertanyaan di selembar kertas, lalu dimasukkan amplop. Selanjutnya, akan diundi siapa peserta yang akan mendapatkan pertanyaan itu.

”Semacam podcast sederhana terkait persoalan di Kota Malang,” imbuh Andy.

Dia menyebutkan, ada sekitar 15 organisasi profesi yang terlibat dalam acara hari ini. Mulai dari akademisi, wartawan, hingga komunitas. Berbeda dengan uji kompetensi bidang yang memiliki bobot penilaian, tahapan uji publik ini tidak ada bobotnya. Namun, bisa dibilang di tahap inilah yang akan menguatkan pertimbangan Wali Kota Malang dalam menentukan siapa sekkota terpilih.

”Kira-kira dari 3 kandidat ini mana yang paling diterima publik, karena Pak Wali memang minta yang menjadi sekkota adalah yang bisa diterima oleh masyarakat serta pemangku kepentingan,” jelasnya.

Untuk diketahui, uji publik ini merupakan kali pertama yang dilakukan dalam pemilihan Sekkota Malang.

Adanya keterlibatan organisasi profesi turut diapresiasi oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi). Ketua Aptisi Komisariat IV Wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Dyah Sawitri SE MM mengatakan bahwa transparansi dalam pengisian jabatan memang dibutuhkan dalam era society 5.0 ini.

Dia menyebutkan bahwa keterbukaan itu juga diatur dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Dyah menyebutkan bahwa posisi Sekkota Malang harus diisi sosok yang memiliki strategi kuat dalam pertumbuhan di Kota Malang. ”Kami yakin 3 besar (kandidat) ini adalah yang punya visi misi. Sebab, indikator pemimpin adalah mereka yang memiliki visi misi yang kuat,” kata dia.

Dyah mengatakan, bila bekal itulah yang bisa menjadikan Kota Malang bermartabat dan mendunia. ”Kota Malang memerlukan sekkota yang paham betul dengan kultur Kota Malang dan yang punya mimpi untuk mengembangkan potensi dari Kota Malang,” imbuh Rektor Universitas Gajayana tersebut.

Harapan serupa juga disampaian Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya M. Taufik. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia mengaku bila pihaknya sudah menyiapkan tema khusus untuk dibahas dalam uji publik.

”Tentunya kami sudah menyiapkan beberapa pertanyaan, seperti seputar bagaimana kemampuan seorang sekkota untuk menghadapi persoalan di Kota Malang,” ujar wartawan senior itu.

Taufik mengatakan bahwa persoalan di Kota Malang cukup kompleks, mulai dari internal pemkot hingga masalah di masyarakat.

”Dalam uji publik nanti kandidat sekkota harus bisa menjawab secara konstruktif dan rasional. Sebab, beberapa persoalan di Kota Malang memerlukan penanganan cepat, seperti problem banjir, anggaran, serta peningkatan peran BUMD (badan usaha milik daerah),” papar Taufik.

Terpisah, ketiga kandidat Sekkota mengaku siap mengikuti seluruh rangkaian uji publik hari ini. Seperti disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Erik Setyo Santoso.

”Untuk persiapan uji publik tidak ada yang khusus, karena tugas-tugas harian sudah cukup menyita waktu dan tenaga. Yang penting bagi kami adalah selalu mencoba memberikan positive vibe dalam menjalani rangkaian prosesnya,” kata dia.

Hal serupa juga dikatakan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Handi Priyanto. ”Kami mengalir saja, mengikuti prosesnya,” ujarnya singkat. Hal serupa juga ditunjukkan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subkhan. ”Diikuti saja proses dan mekanismenya,” kata dia. (arl/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru