alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Analisis LSI: Tiga Paslon di Kabupaten Malang Untungkan Petahana

MALANG KOTA – Divisi Strategis Pemenangan Lembaga Survey Indonesia (LSI) Jawa Timur menilai, pasangan calon (paslon) yang berjumlah tiga pasang di Pilkada Kabupaten Malang lebih menguntungkan petahana. Hal ini dibuktikan dari hasil hitung cepat (quick count ) LSI hari ini (9/12), selisih suara pemenangnya tidak terlalu lebar.

“Jujur saja, adanya paslon lebih dari dua ini cenderung menguntungkan pihak petahana. Di sini terlihat jumlah suara paslon petahana meraih suara terbanyak. Memang tidak signifikan, tetapi dari jumlah suara kedua paslon penantang jika diakumulasikan melebihi pilihan suara paslon petahana,” kata Dito Arief, Divisi Strategis Pemenangan LSI Jawa Timur, saat press rilis quick count Pilkada Kabupaten Malang di Ijen Suites, Rabu (9/12).

Diungkapkan oleh Dito, dalam hitung cepat LSI kubu paslon petahana HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) unggul dengan perolehan suara 45,99 persen. Sedangkan di urutan kedua, paslon nomor urut dua, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub) mengumpulkan 41,6 persen suara. Sedangkan paslon nomor urut tiga, Hery Cahyono dan Gunadi Handoko meraih suara sebanyak 12,41 persen.

Menurut Dito, di Pilkada Kabupaten Malang kali ini dinamikanya cenderung sengit. Sebab kubu petahana yang diusung oleh lima partai tidak mendapatkan suara lebih dari 50 persen. Sedangkan kubu paslon dua yang diusung oleh dua partai hampir menyalip perolehan suara paslon satu.

“Sebab jika dilihat dari perolehan yang cukup besar di penantang, sebenarnya masyarakat Kabupaten mendambakan perubahan,” ujarnya.

Dito mengatakan, kubu paslon dua mendapatkan perolehan suara yang hampir menyamai kubu paslon satu. “Padahal baru kisaran bulan September lalu kubu Paslon dua mendeklarasikan diri. Namun perolehan suara hampir menyamai kubu paslon satu. Ini memunculkan pandangan masyarakat mempengaruhi keinginan memperoleh hak pilih,” tandasnya.

Pewarta: Errica Vannie A

MALANG KOTA – Divisi Strategis Pemenangan Lembaga Survey Indonesia (LSI) Jawa Timur menilai, pasangan calon (paslon) yang berjumlah tiga pasang di Pilkada Kabupaten Malang lebih menguntungkan petahana. Hal ini dibuktikan dari hasil hitung cepat (quick count ) LSI hari ini (9/12), selisih suara pemenangnya tidak terlalu lebar.

“Jujur saja, adanya paslon lebih dari dua ini cenderung menguntungkan pihak petahana. Di sini terlihat jumlah suara paslon petahana meraih suara terbanyak. Memang tidak signifikan, tetapi dari jumlah suara kedua paslon penantang jika diakumulasikan melebihi pilihan suara paslon petahana,” kata Dito Arief, Divisi Strategis Pemenangan LSI Jawa Timur, saat press rilis quick count Pilkada Kabupaten Malang di Ijen Suites, Rabu (9/12).

Diungkapkan oleh Dito, dalam hitung cepat LSI kubu paslon petahana HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) unggul dengan perolehan suara 45,99 persen. Sedangkan di urutan kedua, paslon nomor urut dua, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub) mengumpulkan 41,6 persen suara. Sedangkan paslon nomor urut tiga, Hery Cahyono dan Gunadi Handoko meraih suara sebanyak 12,41 persen.

Menurut Dito, di Pilkada Kabupaten Malang kali ini dinamikanya cenderung sengit. Sebab kubu petahana yang diusung oleh lima partai tidak mendapatkan suara lebih dari 50 persen. Sedangkan kubu paslon dua yang diusung oleh dua partai hampir menyalip perolehan suara paslon satu.

“Sebab jika dilihat dari perolehan yang cukup besar di penantang, sebenarnya masyarakat Kabupaten mendambakan perubahan,” ujarnya.

Dito mengatakan, kubu paslon dua mendapatkan perolehan suara yang hampir menyamai kubu paslon satu. “Padahal baru kisaran bulan September lalu kubu Paslon dua mendeklarasikan diri. Namun perolehan suara hampir menyamai kubu paslon satu. Ini memunculkan pandangan masyarakat mempengaruhi keinginan memperoleh hak pilih,” tandasnya.

Pewarta: Errica Vannie A

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/