alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Di Kota Batu, Potensi Pemilih Pemula Naik 10 Persen

KOTA BATU-Pemilih pemula diprediksi akan mendongkrak jumlah DPT di Kota Batu. Saat ini total DPT yang sudah dimutakhirkan oleh KPU sebanyak 155.279 pemilih. Jika dibagi, daftar pemilih tetap laki-laki berjumlah 77.299 orang, sedangkan daftar pemilih tetap perempuan berjumlah 77.980 pemilih.

Data di atas merupakan hasil pemutakhiran terbaru yang dilakukan pada akhir Mei. Selama pandemi, KPU Kota Batu mengaku ada kesulitan saat melakukan pemutakhiran data. Karena tidak bisa mengakses data langsung dari akar rumput atau desa dan kelurahan setempat akibat pembatasan yang ada. “Lalu waktu Covid-19 sedang tinggi-tingginya, datadata seperti DPT ini agak dikesampingkan. Karena fokus pada saat itu mendata masyarakat yang tersuspek dan meninggal,” terang Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Batu Heru Joko Purwanto.

Heru juga menuturkan bahwa sebelum adanya pandemi Covid-19, sistem pemutakhiran data dilakukan secara periodic list. Di mana kegiatan pemutakhiran data dilakukan hanya saat ada kegiatan pemilihan saja. Dari situ badan adhoc akan melakukan pendataan Terdampak Covid-19, Jumlah Pemilih Turun Sambungan dari hal 1 hingga ke rumah warga. “Untuk menyiasati kesulitan yang tiba-tiba ada saat pandemi ini, maka sistem pemutakhiran kita lakukan secara continous list. Artinya ada atau tidaknya kegiatan kita berkewajiban melakukan pendataan daftar pemilih tetap,” imbuhnya.

Otomatis hal itu membuat KPU terus melakukan update data dari berbagai sumber untuk melakukan pemutakhiran setiap bulan. Hal itu dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya dengan melihat website lindungihakmu yang dikelola KPU RI. Selain itu melakukan sosialisasi dan pendataan ke SMA/SMK. Serta turun lagi ke masyarakat secara langsung yang tersebar di 24 desa dan kelurahan saat pandemi mulai melandai. ”Lalu setiap triwulan kami juga mengagendakan audiensi dengan SKPD terkait baik Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil hingga Dinas Pendidikan. Itu sebagai upaya kami dalam menyeimbangkan data yang kami peroleh,” terang Joko.

Dalam pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang, pihaknya sudah memprediksi bakal ada kenaikan DPT pemula sebanyak 10 persen dari total DPT yang ada sekarang. Itu menandakan bahwa akan ada pertambahan sekitar lima ribu pemilih. Tapi prediksi itu bukan pertambahan final. Lantaran KPU Kota Batu akan mendapat data pasti dari KPU Pusat untuk disinkronkan dengan keadaan di lapangan. “Tapi prediksi kami tetap akan ada pertambahan 10 persen pemilih pemula. Itu kita lihat dari siswa SMA dan SMK di Kota Batu. Lalu ditambah dengan potensi pada jajaran siswa kelas 9 saat ini. Tapi tidak menutup kemungkinan, pasangan yang menikah muda di bawah 17 tahun juga turut menyumbang pertambahan prediksi,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, bila tidak ada aral, pada 2024 mendatang digelar pemilu serentak. Memang masih cukup jauh: dua tahun lagi. Namun, tahapan pemilihan rupanya sudah disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Apalagi di masing-masing daerah, termasuk di Malang Raya, selain ikut pesta pemilihan presiden, pemilihan legislatif, juga ada pemilihan kepala daerah di tahun yang sama. Nah, untuk mempersiapkan itu, KPU di Malang Raya sudah mulai melakukan pemutkahiran data pemilih. Dari data terbaru, ada 2.825.320 warga Malang Raya yang masuk DPT. Tentu jumlah ini belum final. (adn/fin/fif/abm)

 

KOTA BATU-Pemilih pemula diprediksi akan mendongkrak jumlah DPT di Kota Batu. Saat ini total DPT yang sudah dimutakhirkan oleh KPU sebanyak 155.279 pemilih. Jika dibagi, daftar pemilih tetap laki-laki berjumlah 77.299 orang, sedangkan daftar pemilih tetap perempuan berjumlah 77.980 pemilih.

Data di atas merupakan hasil pemutakhiran terbaru yang dilakukan pada akhir Mei. Selama pandemi, KPU Kota Batu mengaku ada kesulitan saat melakukan pemutakhiran data. Karena tidak bisa mengakses data langsung dari akar rumput atau desa dan kelurahan setempat akibat pembatasan yang ada. “Lalu waktu Covid-19 sedang tinggi-tingginya, datadata seperti DPT ini agak dikesampingkan. Karena fokus pada saat itu mendata masyarakat yang tersuspek dan meninggal,” terang Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Batu Heru Joko Purwanto.

Heru juga menuturkan bahwa sebelum adanya pandemi Covid-19, sistem pemutakhiran data dilakukan secara periodic list. Di mana kegiatan pemutakhiran data dilakukan hanya saat ada kegiatan pemilihan saja. Dari situ badan adhoc akan melakukan pendataan Terdampak Covid-19, Jumlah Pemilih Turun Sambungan dari hal 1 hingga ke rumah warga. “Untuk menyiasati kesulitan yang tiba-tiba ada saat pandemi ini, maka sistem pemutakhiran kita lakukan secara continous list. Artinya ada atau tidaknya kegiatan kita berkewajiban melakukan pendataan daftar pemilih tetap,” imbuhnya.

Otomatis hal itu membuat KPU terus melakukan update data dari berbagai sumber untuk melakukan pemutakhiran setiap bulan. Hal itu dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya dengan melihat website lindungihakmu yang dikelola KPU RI. Selain itu melakukan sosialisasi dan pendataan ke SMA/SMK. Serta turun lagi ke masyarakat secara langsung yang tersebar di 24 desa dan kelurahan saat pandemi mulai melandai. ”Lalu setiap triwulan kami juga mengagendakan audiensi dengan SKPD terkait baik Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil hingga Dinas Pendidikan. Itu sebagai upaya kami dalam menyeimbangkan data yang kami peroleh,” terang Joko.

Dalam pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang, pihaknya sudah memprediksi bakal ada kenaikan DPT pemula sebanyak 10 persen dari total DPT yang ada sekarang. Itu menandakan bahwa akan ada pertambahan sekitar lima ribu pemilih. Tapi prediksi itu bukan pertambahan final. Lantaran KPU Kota Batu akan mendapat data pasti dari KPU Pusat untuk disinkronkan dengan keadaan di lapangan. “Tapi prediksi kami tetap akan ada pertambahan 10 persen pemilih pemula. Itu kita lihat dari siswa SMA dan SMK di Kota Batu. Lalu ditambah dengan potensi pada jajaran siswa kelas 9 saat ini. Tapi tidak menutup kemungkinan, pasangan yang menikah muda di bawah 17 tahun juga turut menyumbang pertambahan prediksi,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, bila tidak ada aral, pada 2024 mendatang digelar pemilu serentak. Memang masih cukup jauh: dua tahun lagi. Namun, tahapan pemilihan rupanya sudah disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Apalagi di masing-masing daerah, termasuk di Malang Raya, selain ikut pesta pemilihan presiden, pemilihan legislatif, juga ada pemilihan kepala daerah di tahun yang sama. Nah, untuk mempersiapkan itu, KPU di Malang Raya sudah mulai melakukan pemutkahiran data pemilih. Dari data terbaru, ada 2.825.320 warga Malang Raya yang masuk DPT. Tentu jumlah ini belum final. (adn/fin/fif/abm)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/