alexametrics
23.6 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Gegara Covid-19, Jumlah Pemilih Tetap Jadi Turun

MALANG RAYA- Bila tidak ada aral, pada 2024 mendatang digelar pemilu serentak. Memang masih cukup jauh: dua tahun lagi. Namun, tahapan pemilihan rupanya sudah disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Apalagi di masing-masing daerah, termasuk di Malang Raya, selain ikut pesta pemilihan presiden, pemilihan legislatif, juga ada pemilihan kepala daerah di tahun yang sama.

Nah, untuk mempersiapkan itu, KPU di Malang Raya sudah mulai melakukan pemutkahiran data pemilih. Dari data terbaru, ada 2.825.320 warga Malang Raya yang masuk DPT. Tentu jumlah ini belum final (selengkapnya baca di grafiS)

Menariknya, di Kota Malang tercatat ada penurunan jumlah daftar pemilih tetap. Ini karena dampak pandemi Covid-19. Ada banyak sekali warga Kota Malang yang menjadi korban meninggal akibat virus mematikan tersebut. Sehingga berdampak pada jumlah pemilih tetap. ”Iya ada penurunan sedikit karena pandemi dua tahun ini terpaksa mengubah jumlah DPT yang saat ini kami masukkan dalam DPB (daftar pemilih berkelanjutan),” terang Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas, kemarin.

Banyaknya warga Kota Malang yang meninggal karena Covid-19 menjadi alasan utama mengapa DPT bisa turun. Saat ini jumlah DPT Kota Malang yang dicatat KPU berjumlah 622.231 pemilih. Jumlah itu menurun sebanyak 954 pemilih jika dibanding pemilu pada tahun 2019 lalu. Meski ada penurunan, KPU Kota Malang juga mendapat tambahan pemilih baru. Hingga akhir Mei, mereka mencatat ada 233 pemilih baru.

Pemilih baru itu cukup beragam, mulai dari pemilih milenial yang baru memiliki hak pilih hingga warga yang baru pindah ke Kota Malang. “Tapi yang paling banyak ada pemilih baru yang sudah di usia 17 tahun sekitar 50 persen lebih,” kata Aminah. Aminah dan anggota KPU lainnya masih terus melakukan pemutakhiran daftar pemilih baru (DPB) hingga tahun depan. Nantinya, angka DPT Kota Malang bisa muncul. Dengan begitu, KPU bisa fokus lagi untuk mendata daftar pemilih tambahan (DPTB) di tahun berikutnya. Tiap bulan, setidaknya KPU selalu menjaring ke 57 kelurahan untuk mendapatkan data penambahan tersebut. (adn/fin/fif/abm)

 

MALANG RAYA- Bila tidak ada aral, pada 2024 mendatang digelar pemilu serentak. Memang masih cukup jauh: dua tahun lagi. Namun, tahapan pemilihan rupanya sudah disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Apalagi di masing-masing daerah, termasuk di Malang Raya, selain ikut pesta pemilihan presiden, pemilihan legislatif, juga ada pemilihan kepala daerah di tahun yang sama.

Nah, untuk mempersiapkan itu, KPU di Malang Raya sudah mulai melakukan pemutkahiran data pemilih. Dari data terbaru, ada 2.825.320 warga Malang Raya yang masuk DPT. Tentu jumlah ini belum final (selengkapnya baca di grafiS)

Menariknya, di Kota Malang tercatat ada penurunan jumlah daftar pemilih tetap. Ini karena dampak pandemi Covid-19. Ada banyak sekali warga Kota Malang yang menjadi korban meninggal akibat virus mematikan tersebut. Sehingga berdampak pada jumlah pemilih tetap. ”Iya ada penurunan sedikit karena pandemi dua tahun ini terpaksa mengubah jumlah DPT yang saat ini kami masukkan dalam DPB (daftar pemilih berkelanjutan),” terang Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas, kemarin.

Banyaknya warga Kota Malang yang meninggal karena Covid-19 menjadi alasan utama mengapa DPT bisa turun. Saat ini jumlah DPT Kota Malang yang dicatat KPU berjumlah 622.231 pemilih. Jumlah itu menurun sebanyak 954 pemilih jika dibanding pemilu pada tahun 2019 lalu. Meski ada penurunan, KPU Kota Malang juga mendapat tambahan pemilih baru. Hingga akhir Mei, mereka mencatat ada 233 pemilih baru.

Pemilih baru itu cukup beragam, mulai dari pemilih milenial yang baru memiliki hak pilih hingga warga yang baru pindah ke Kota Malang. “Tapi yang paling banyak ada pemilih baru yang sudah di usia 17 tahun sekitar 50 persen lebih,” kata Aminah. Aminah dan anggota KPU lainnya masih terus melakukan pemutakhiran daftar pemilih baru (DPB) hingga tahun depan. Nantinya, angka DPT Kota Malang bisa muncul. Dengan begitu, KPU bisa fokus lagi untuk mendata daftar pemilih tambahan (DPTB) di tahun berikutnya. Tiap bulan, setidaknya KPU selalu menjaring ke 57 kelurahan untuk mendapatkan data penambahan tersebut. (adn/fin/fif/abm)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/