alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Temui Tokoh Agama Madura, Mahfud MD Minta Warga Percaya Covid Ada

RADAR MALANG – Menkopolhukam Mahfud MD mengunjungi tokoh agama di Bangkalan pada Selasa (15/6). Pria berdarah Madura itu mengatakan, kunjungan dilakukan dalam rangka mengingatkan warga bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Dengan kedatangannya, dia berharap tokoh agama mampu mengingatkan warga untuk menjaga protokol kesehatan.

”Hari ini (15/6) saya silaturahmi untuk membangun pengertian bersama bahwa Covid-19 ada. Hal yang mengancam manusia, mengancam rakyat, harus dihadapi,” ujar Mahfud MD di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Madura Selasa (15/6).

Dia juga berterima kasih kepada para ulama dan tokoh yang menemuinya. ”Saya berterima karena telah berkumpul di sini untuk membangun pengertian bersama,” tutur Mahfud MD seperti dilansir dari Jawapos.

Kedatangannya itu berawal dari laporan dari para ulama bahwa banyak warga Madura yang meyakini Covid-19 tidak ada. ”Covid-19 itu ada. Harus kita lawan karena mengancam kita semua. Mengancam kehidupan sosial, politik, dan utamanya ekonomi,” terang Mahfud MD.

Ke depannya, dia berharap agar tokoh agama dan masyarakat di Bangkalan menjadi corong pemerintah. Artinya, mereka bisa menyampaikan ke warga tentang bahaya Covid-19 dan mampu bersama menekan laju penyebaran virus.

”Wajib hukumnya menghindari Covid-19. Segala sesuatu yang dilakukan pemerintah untuk dipatuhi masyarakat, dimengerti. Untuk itu, kita mari sepakat keadaan makin membaik dan membaik,” ucap Mahfud MD.

Sementara itu, per Minggu (13/6), tercatat ada 539 kasus aktif di Bangkalan. Sebanyak 56 di antaranya adalah kasus baru. total 1.548 pasien dinyatakan sembuh. Sedangkan 222 masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Menkopolhukam Mahfud MD mengunjungi tokoh agama di Bangkalan pada Selasa (15/6). Pria berdarah Madura itu mengatakan, kunjungan dilakukan dalam rangka mengingatkan warga bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Dengan kedatangannya, dia berharap tokoh agama mampu mengingatkan warga untuk menjaga protokol kesehatan.

”Hari ini (15/6) saya silaturahmi untuk membangun pengertian bersama bahwa Covid-19 ada. Hal yang mengancam manusia, mengancam rakyat, harus dihadapi,” ujar Mahfud MD di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Madura Selasa (15/6).

Dia juga berterima kasih kepada para ulama dan tokoh yang menemuinya. ”Saya berterima karena telah berkumpul di sini untuk membangun pengertian bersama,” tutur Mahfud MD seperti dilansir dari Jawapos.

Kedatangannya itu berawal dari laporan dari para ulama bahwa banyak warga Madura yang meyakini Covid-19 tidak ada. ”Covid-19 itu ada. Harus kita lawan karena mengancam kita semua. Mengancam kehidupan sosial, politik, dan utamanya ekonomi,” terang Mahfud MD.

Ke depannya, dia berharap agar tokoh agama dan masyarakat di Bangkalan menjadi corong pemerintah. Artinya, mereka bisa menyampaikan ke warga tentang bahaya Covid-19 dan mampu bersama menekan laju penyebaran virus.

”Wajib hukumnya menghindari Covid-19. Segala sesuatu yang dilakukan pemerintah untuk dipatuhi masyarakat, dimengerti. Untuk itu, kita mari sepakat keadaan makin membaik dan membaik,” ucap Mahfud MD.

Sementara itu, per Minggu (13/6), tercatat ada 539 kasus aktif di Bangkalan. Sebanyak 56 di antaranya adalah kasus baru. total 1.548 pasien dinyatakan sembuh. Sedangkan 222 masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru