alexametrics
23C
Malang
Wednesday, 3 March 2021

Blokir Konten Berita di Australia, Facebook Dikecam Parlemen Dunia

RADAR MALANG – Keputusan Facebook untuk memblokir konten berita di Australia mendapat teguran anggota parlemen di seluruh dunia. Pejabat Inggris, Kanada, Jerman dan Amerika Serikat mengecam tindakan perusahaan tersebut.

“Ini adalah salah satu gerakan perusahaan yang paling bodoh tetapi juga sangat mengganggu dalam kehidupan kita,” kata Julian Knight, anggota parlemen yang memimpin Komite Digital, Budaya, Media dan Olahraga di parlemen Inggris.

Melansir dari CNN, Jumat (19/2), Knight mengatakan bahwa anggota parlemen Inggris akan menggunakan undang-undang tertunda yang bertujuan mengatur perusahaan media sosial untuk memastikan platform seperti Facebook mempromosikan “sumber berita tepercaya.”

“Tindakan ini menurut saya akan memicu keinginan untuk melangkah lebih jauh di antara legislator di seluruh dunia,” tambahnya

David Cicilline, anggota kongres Demokrat dari Rhode Island yang memimpin Subkomite Antitrust DPR, mengatakan tindakan Facebook terhadap Australia itu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak kompatibel dengan demokrasi.

Tak hanya itu, Menteri Warisan Kanada Steven Guilbeault juga mengatakan bahwa tindakan Facebook sangat tidak bertanggung jawab dan telah membahayakan keselamatan rakyat Australia.

“Kami akan terus bergerak maju untuk menerapkan undang-undang yang adil antara media berita dan raksasa web,” kata Steven.

Para anggota parlemen telah mengambil langkah untuk mengekang kekuatan platform media sosial demi organisasi berita. Misalnya, undang-undang hak cipta baru di Uni Eropa membuat Google setuju untuk membayar penerbit berita Prancis atas konten mereka, dalam kesepakatan yang dapat direplikasi di tempat lain.

Penulis : Anggi Dianing

RADAR MALANG – Keputusan Facebook untuk memblokir konten berita di Australia mendapat teguran anggota parlemen di seluruh dunia. Pejabat Inggris, Kanada, Jerman dan Amerika Serikat mengecam tindakan perusahaan tersebut.

“Ini adalah salah satu gerakan perusahaan yang paling bodoh tetapi juga sangat mengganggu dalam kehidupan kita,” kata Julian Knight, anggota parlemen yang memimpin Komite Digital, Budaya, Media dan Olahraga di parlemen Inggris.

Melansir dari CNN, Jumat (19/2), Knight mengatakan bahwa anggota parlemen Inggris akan menggunakan undang-undang tertunda yang bertujuan mengatur perusahaan media sosial untuk memastikan platform seperti Facebook mempromosikan “sumber berita tepercaya.”

“Tindakan ini menurut saya akan memicu keinginan untuk melangkah lebih jauh di antara legislator di seluruh dunia,” tambahnya

David Cicilline, anggota kongres Demokrat dari Rhode Island yang memimpin Subkomite Antitrust DPR, mengatakan tindakan Facebook terhadap Australia itu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak kompatibel dengan demokrasi.

Tak hanya itu, Menteri Warisan Kanada Steven Guilbeault juga mengatakan bahwa tindakan Facebook sangat tidak bertanggung jawab dan telah membahayakan keselamatan rakyat Australia.

“Kami akan terus bergerak maju untuk menerapkan undang-undang yang adil antara media berita dan raksasa web,” kata Steven.

Para anggota parlemen telah mengambil langkah untuk mengekang kekuatan platform media sosial demi organisasi berita. Misalnya, undang-undang hak cipta baru di Uni Eropa membuat Google setuju untuk membayar penerbit berita Prancis atas konten mereka, dalam kesepakatan yang dapat direplikasi di tempat lain.

Penulis : Anggi Dianing

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru