alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Bantu Atasi Covid-19 di Jalur Senyap, Anggaran BIN Naik Berlipat

JAKARTA – BIN (Badan Intelijen Negera) kian leluasa bergerak dengan dukungan anggaran yang tinggi. Sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, duit BIN naik drastis. Tahun 2022 mendatang, sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 10,5 triliun.

Pada 2017, anggaran BIN sempat melejit menjadi Rp 9,4 triliun dari sebelumnya (2016) hanya Rp 2,1 triliun. Kenaikan anggaran BIN diperuntukkan bagi program di bidang intelijen siber, sarana dan prasarana modernisasi peralatan intelijen, penambahan jumlah kegiatan ataupun operasi intelijen, serta untuk personel intelijen profesional.

Anggaran BIN yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sempat turun pada 2019 menjadi Rp 5,4 triliun. Kemudian di tahun 2020, BIN digelontor Rp 7,4 triliun. Dari angka itu, Rp 100 miliar lebih digunakan untuk operasi intelijen siber.

Sementara di 2021 anggaran BIN naik menjadi Rp 8,5 triliun. Rencananya, anggaran BIN kembali dinaikkan pada 2022 menjadi Rp 10,5 triliun.

Anggaran tersebut sudah masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Nasional (RAPBN) 2022. ”Anggaran Badan Intelijen Negara (BIN) pada RAPBN 2022: 10,52 T (1,12 persen dari total Belanja K/L). Ketika keseluruhan K/L menurun, alokasinya naik 23,46 persen dari outlook 2021. Porsinya makin besar,” kata ekonom Awalil Rizky melalui akun Twitternya, @AwalilRizky, Rabu (18/8).

Awalil Rizky membagikan grafik anggaran BIN dari 2009 hingga 2021. Ia menyebut anggaran BIN melonjak sejak 2017. “Kenaikan luar biasa hingga nilainya menjadi lebih dari 4 kali lipat terjadi pada 2017,” kata Awalil Rizky.

Libatkan BIN Tangani Pandemi
Sejak Maret 2020, Presiden Jokowi juga melibatkan BIN dalam penanganan Pandemi Covid-19. Jokowi mengatakan pihaknya menangani korona secara senyap agar tak menimbulkan kepanikan. “Langkah-langkah serius telah kita ambil. Di saat yang bersamaan kita tidak ingin menciptakan rasa panik, tidak ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat,” kata Jokowi saat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten saat menjelaskan terkait pelibatan BIN dalam penaganan Covid-19 kala itu.

Pada 2021, BIN juga turut terlibat dalam melakukan vaksinasi sekaligus membagikan 10.000 paket bantuan sosial kepada warga. “Hari ini sesuai perintah bapak Presiden, BIN melaksanakan vaksinasi door to door dan pembagian bansos sebanyak 10.000 paket termasuk vitamin di empat kota lainnya,” ujar Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan di Bandung, Minggu (18/7).

Budi menjelaskan bahwa vaksinasi door to door ini dilakukan BIN sebagai salah satu upaya akselerasi program vaksinasi 3 juta dosis per hari. Sehingga target herd immunity (kekebalan komunal) bisa mencapai 70 persen pada akhir tahun 2021.

Aksi vaksinasi masal ini ditujukan untuk kalangan dewasa dan pelajar SMP hingga SMA, yang diawali di beberapa daerah yang merupakan zona merah persebaran covid-19 yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau. Aksi vaksinasi masal ini dilakukan secara serentak di titk-titik sasaran.

“Door to door vaksin yang dilakukan BIN mengadopsi metode vaksinasi yang digunakan beberapa negara seperi AS dan India. Ini merupakan solusi yang efektif dan efisien yang dapat membantu menekan laju penyebaran covid-19,” paparnya.

Door to door vaksin dan sekaligus pembagian sembako yang dilakukan BIN dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, diharapkan bisa menjadi solusi yang efektif dan efisien untuk membantu menekan laju penyebaran covid-19. “Pembagian Sembako sekaligus melakukan metode vaksinasi jemput bola diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga dalam melaksanakan vaksinasi,” jelasnya. Metode ini, kata dia, terbukti dapat menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses vaksin. “Selain itu dapat pula menjangkau individu yang takut keluar rumah untuk menghindari tertular Covid-19,” sebutnya.

Budi menegaskan, pembagian bansos berupa sembako ini diharapkan dapat sedikit meringankan kesulitan ekonomi dari sebagai dampak pandemi yang memberikan efek dramatis pada kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Jawa Pos Group

JAKARTA – BIN (Badan Intelijen Negera) kian leluasa bergerak dengan dukungan anggaran yang tinggi. Sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, duit BIN naik drastis. Tahun 2022 mendatang, sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 10,5 triliun.

Pada 2017, anggaran BIN sempat melejit menjadi Rp 9,4 triliun dari sebelumnya (2016) hanya Rp 2,1 triliun. Kenaikan anggaran BIN diperuntukkan bagi program di bidang intelijen siber, sarana dan prasarana modernisasi peralatan intelijen, penambahan jumlah kegiatan ataupun operasi intelijen, serta untuk personel intelijen profesional.

Anggaran BIN yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sempat turun pada 2019 menjadi Rp 5,4 triliun. Kemudian di tahun 2020, BIN digelontor Rp 7,4 triliun. Dari angka itu, Rp 100 miliar lebih digunakan untuk operasi intelijen siber.

Sementara di 2021 anggaran BIN naik menjadi Rp 8,5 triliun. Rencananya, anggaran BIN kembali dinaikkan pada 2022 menjadi Rp 10,5 triliun.

Anggaran tersebut sudah masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Nasional (RAPBN) 2022. ”Anggaran Badan Intelijen Negara (BIN) pada RAPBN 2022: 10,52 T (1,12 persen dari total Belanja K/L). Ketika keseluruhan K/L menurun, alokasinya naik 23,46 persen dari outlook 2021. Porsinya makin besar,” kata ekonom Awalil Rizky melalui akun Twitternya, @AwalilRizky, Rabu (18/8).

Awalil Rizky membagikan grafik anggaran BIN dari 2009 hingga 2021. Ia menyebut anggaran BIN melonjak sejak 2017. “Kenaikan luar biasa hingga nilainya menjadi lebih dari 4 kali lipat terjadi pada 2017,” kata Awalil Rizky.

Libatkan BIN Tangani Pandemi
Sejak Maret 2020, Presiden Jokowi juga melibatkan BIN dalam penanganan Pandemi Covid-19. Jokowi mengatakan pihaknya menangani korona secara senyap agar tak menimbulkan kepanikan. “Langkah-langkah serius telah kita ambil. Di saat yang bersamaan kita tidak ingin menciptakan rasa panik, tidak ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat,” kata Jokowi saat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten saat menjelaskan terkait pelibatan BIN dalam penaganan Covid-19 kala itu.

Pada 2021, BIN juga turut terlibat dalam melakukan vaksinasi sekaligus membagikan 10.000 paket bantuan sosial kepada warga. “Hari ini sesuai perintah bapak Presiden, BIN melaksanakan vaksinasi door to door dan pembagian bansos sebanyak 10.000 paket termasuk vitamin di empat kota lainnya,” ujar Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan di Bandung, Minggu (18/7).

Budi menjelaskan bahwa vaksinasi door to door ini dilakukan BIN sebagai salah satu upaya akselerasi program vaksinasi 3 juta dosis per hari. Sehingga target herd immunity (kekebalan komunal) bisa mencapai 70 persen pada akhir tahun 2021.

Aksi vaksinasi masal ini ditujukan untuk kalangan dewasa dan pelajar SMP hingga SMA, yang diawali di beberapa daerah yang merupakan zona merah persebaran covid-19 yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau. Aksi vaksinasi masal ini dilakukan secara serentak di titk-titik sasaran.

“Door to door vaksin yang dilakukan BIN mengadopsi metode vaksinasi yang digunakan beberapa negara seperi AS dan India. Ini merupakan solusi yang efektif dan efisien yang dapat membantu menekan laju penyebaran covid-19,” paparnya.

Door to door vaksin dan sekaligus pembagian sembako yang dilakukan BIN dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, diharapkan bisa menjadi solusi yang efektif dan efisien untuk membantu menekan laju penyebaran covid-19. “Pembagian Sembako sekaligus melakukan metode vaksinasi jemput bola diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga dalam melaksanakan vaksinasi,” jelasnya. Metode ini, kata dia, terbukti dapat menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses vaksin. “Selain itu dapat pula menjangkau individu yang takut keluar rumah untuk menghindari tertular Covid-19,” sebutnya.

Budi menegaskan, pembagian bansos berupa sembako ini diharapkan dapat sedikit meringankan kesulitan ekonomi dari sebagai dampak pandemi yang memberikan efek dramatis pada kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/