alexametrics
29C
Malang
Friday, 5 March 2021

DPRD Kota Malang Minta Penanganan Banjir Jadi Prioritas APBD 2022

MALANG KOTA – Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika meminta agar eksekutif fokus pada penanganan banjir. Bahkan, berapapun anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir, parlemen akan menyetujuinya di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya sampaikan, berapa pun anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir, kami akan support di APBD tahun depan (2022). Tapi harus benar-benar tuntas,” kata politikus PDIP ini.

Made mengatakan, bila ada program fisik yang tidak terlalu mendesak sebaiknya ditunda dulu. Lebih baik diprioritaskan dalam penanganan banjir.

“Ya bila perlu, proyek fisik yang tidak urgent ditunda dulu, dialihkan untuk penanganan banjir,” tegas dia.

Lebih lanjut, banjir yang terjadi di Kota Malang memberikan dampak tidak bagus untuk citra kota malang. Termasuk juga sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Jelas merugikan masyarakat. Makanya harus cepat-cepat dicarikan solusi,” terang pria asal Bali ini.

Hanya saja, masih kata dia, anggaran penanganan banjir tersebut tak bisa dimasukkan dalam APBD murni tahun 2021 ini. Karena sudah selesai dibahas pada tahun lalu. “Yang memungkinkan adalah pada APBD tahun depan,” ungkap dia.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini Kota Malang dilanda bencana banjir dan tanah longsor saat hujan lebat. Bahkan, bencana ini juga sudah menelan korban, yaitu Roland Sumarna yang hanyut dengan rumahnya di perumahan Sulfat Inside.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika meminta agar eksekutif fokus pada penanganan banjir. Bahkan, berapapun anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir, parlemen akan menyetujuinya di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya sampaikan, berapa pun anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan banjir, kami akan support di APBD tahun depan (2022). Tapi harus benar-benar tuntas,” kata politikus PDIP ini.

Made mengatakan, bila ada program fisik yang tidak terlalu mendesak sebaiknya ditunda dulu. Lebih baik diprioritaskan dalam penanganan banjir.

“Ya bila perlu, proyek fisik yang tidak urgent ditunda dulu, dialihkan untuk penanganan banjir,” tegas dia.

Lebih lanjut, banjir yang terjadi di Kota Malang memberikan dampak tidak bagus untuk citra kota malang. Termasuk juga sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Jelas merugikan masyarakat. Makanya harus cepat-cepat dicarikan solusi,” terang pria asal Bali ini.

Hanya saja, masih kata dia, anggaran penanganan banjir tersebut tak bisa dimasukkan dalam APBD murni tahun 2021 ini. Karena sudah selesai dibahas pada tahun lalu. “Yang memungkinkan adalah pada APBD tahun depan,” ungkap dia.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini Kota Malang dilanda bencana banjir dan tanah longsor saat hujan lebat. Bahkan, bencana ini juga sudah menelan korban, yaitu Roland Sumarna yang hanyut dengan rumahnya di perumahan Sulfat Inside.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru