alexametrics
22.8 C
Malang
Saturday, 5 December 2020

Bawaslu Tebar Kartu Kuning Untuk Cabup dan Cawabup Malang

MALANG – 39 surat peringatan melayang ke tim Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang. Itu diungkap Bawaslu dalam rapat pleno kemarin (19/10) memaparkan, “kartu kuning” tersebut diberikan, baik ke pasangan nomor urut satu Sanusi–Didik Gatot Subroto (SanDi) maupun paslon nomor urut dua Lathifah Shohib–Didik Budi Muljono (Ladub). Sementara pasangan nomor urut 3 Heri Cahyono –Gunadi Handoko masih bersih.

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang M. Wahyudi menjelaskan, surat peringatan dilayangkan karena paslon enggan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) ketika melaksanakan kampanye. Seperti mengumpulkan massa lebih dari 50 orang atau tidak melakukan physical distancing (jaga jarak).

”Padahal, di Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 sudah jelas diatur bahwa maksimal peserta kampanye hanya 50 orang,” teranag Wahyudi.

Dalam peraturan itu juga dijelaskan, langkah Bawaslu dalam memberikan tindakan terhadap paslon yang melanggar protokol kesehatan adalah dengan memberikan surat peringatan terlebih dahulu. Apabila dalam satu jam tidak membubarkan diri, maka Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bisa memberikan surat rekomendasi kepada Polsek setempat dan satgas Covid-19 untuk melakukan pembubaran.

”Ketika diberi surat peringatan, ada beberapa yang langsung membubarkan diri, ada juga yang harus dilakukan penghentian oleh petugas Bawaslu dan aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Wahyudi menyebut, pengulangan pelanggaran protokol kesehatan oleh paslon dirasa sebagai bentuk ketidakseriusan calon bupati menerapkan protokol kesehatan demi menangkal virus Covid-19. Juga indikasi tidak taat peraturan. ”Kalo itu masih terus dilakukan, pasti akan ada pengkajian lagi terkait peraturan itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva mengatakan bahwa peraturan tersebut memang ada celah yang dimanfaatkan oleh paslon. ”Inilah celah-celah dan kelemahan dari peraturan. Karena harus nunggu satu jam dulu,” ucapnya.

Panwaslu pun tak boleh melakukan pembubaran sendiri. Apabila dalam satu jam kampanye belum dibubarkan, maka panwaslu harus memberikan surat rekomendasi kepada kepolisian setempat dan gugus tugas Covid-19 untuk melakukan pembubaran acara kampanye. ”Satu desa kami kasih teguran, sebelum satu jam, mungkin 59 menit, mereka sudah bubar, kemudian pindah lagi,” imbuhnya.

Pewarta: Fikiansyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Hujan Lebat, Dua Rumah di Kasembon Kena Longsor

KABUPATEN - Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang hari ini (5/12). Kali ini menimpa rumah warga di Desa Pait Kecamatan Kasembon. Rumah tersebut milik Tuni, 50, warga Dusun Pait Utara, dan rumah milik Ali, 36, warga Dusun Slatri.

Ini Dia Seabrek Fasilitas RS Lapangan Agar Pasien Lekas Sembuh

MALANG KOTA – Hadirnya RS Lapangan diharapkan bisa mengatasi lonjakan jumlah kasus Covid-19 di Malang Raya. Keberadaannya diyakini mampu menekan angka kematian pasien Covid-19. RS ini nantinya akan difungsikan untuk merawat pasien Covid-19 dari yang tanpa gejala, gejala ringan hingga sedang.

Hujannya Awet, Sungai Meluap dan Sampah Berserakan

KOTA BATU - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Batu membuat sungai dan saluran drainase meluap. Seperti yang terlihat sore ini (5/10) di dekat SPBU di Jalan Ir Soekarno. Air meluber akibat sungai tak mampu menampung air hujan.

Coblosan Pilkada, Awas Jadi Klaster Baru Covid-19

MALANG KOTA – Coblosan Pilkada serentak 9 Desember, termasuk Kabupaten Malang tinggal menghitung hari. Potensi munculnya klaster baru Covid-19 di masa Pilkada ini sangat rentan terjadi. Karena itu, di hari terakhir kampanye hari ini (5/12), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Forkopimda untuk lebih waspada.

Pangdam V dan Kapolda Jatim Siap Kerahkan Pasukan, Untuk Apa?

MALANG KOTA – Melejitnya jumlah pasien baru Covid-19 di Jawa Timur, termasuk Malang Raya membuat sejumlah pihak kembali menyingsingkan lengan baju. Tak terkecuali Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Arfinta.

Wajib Dibaca

Hujan Lebat, Dua Rumah di Kasembon Kena Longsor

KABUPATEN - Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang hari ini (5/12). Kali ini menimpa rumah warga di Desa Pait Kecamatan Kasembon. Rumah tersebut milik Tuni, 50, warga Dusun Pait Utara, dan rumah milik Ali, 36, warga Dusun Slatri.

Ini Dia Seabrek Fasilitas RS Lapangan Agar Pasien Lekas Sembuh

MALANG KOTA – Hadirnya RS Lapangan diharapkan bisa mengatasi lonjakan jumlah kasus Covid-19 di Malang Raya. Keberadaannya diyakini mampu menekan angka kematian pasien Covid-19. RS ini nantinya akan difungsikan untuk merawat pasien Covid-19 dari yang tanpa gejala, gejala ringan hingga sedang.

Hujannya Awet, Sungai Meluap dan Sampah Berserakan

KOTA BATU - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Batu membuat sungai dan saluran drainase meluap. Seperti yang terlihat sore ini (5/10) di dekat SPBU di Jalan Ir Soekarno. Air meluber akibat sungai tak mampu menampung air hujan.

Coblosan Pilkada, Awas Jadi Klaster Baru Covid-19

MALANG KOTA – Coblosan Pilkada serentak 9 Desember, termasuk Kabupaten Malang tinggal menghitung hari. Potensi munculnya klaster baru Covid-19 di masa Pilkada ini sangat rentan terjadi. Karena itu, di hari terakhir kampanye hari ini (5/12), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Forkopimda untuk lebih waspada.