alexametrics
27C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Tiga Alasan Ini Membuat Australia Tunda Vaksinasi Covid-19

RADAR MALANG – Sebagian besar negara yang memiliki akses vaksin Covid-19 bergegas untuk meluncurkannya. Namun Australia mengambil langkah yang berbeda. Mereka justru menunda vaksinasinya selama mungkin.

Pemerintah Australia memutuskan untuk menunda peluncurannya karena jumlah kasus Covid-19 yang rendah, program pengujian yang komprehensif, dan sistem karantina yang ketat. Bahkan, Australia mencatat tambahan 10 kasus baru pada tujuh hari terakhir. Sembilan di antaranya berasal dari kedatangan internasional.

Meski telah memiliki stok vaksin, Australia memutuskan untuk memperhatikan dan menunggu terlebih dahulu. Serta ingin memahami bagaimana vaksin bekerja di berbagai negara lain, sebelum memulai imunisasi.
“Ditundanya peluncuran vaksin itu berarti kami ingin melindungi warga Australia dengan memastikan kita melakukannya dengan benar,” ujar Perdana Menteri Scott Morrison kepada Radio 2GB.

Namun banyak ahli medis yang mengkritik keputusan Australia ini. Mereka mengatakan vaksinasi harus tetap dilakukan lebih cepat untuk mencegah penyebaran wabah lebih lanjut. Terutama karena Covid-19 adalah jenis virus yang cepat menular.

Seorang konsultan kebijakan kesehatan, Profesor Bill Botwell dari University of New South Wales, mengatakan vaksin telah terbukti aman dan harus sesegera mungkin dimulai, jangan sampai ditunda.

Disadur dari The Strait Times, Sabtu (23/1), pemerintah Australia telah berencana memulai kampanye imunisasi massal pada akhir Februari mendatang. Imunisasi akan dimulai dari tenaga kesehatan garis depan. Kemudian staf di fasilitas karantina, lalu pekerja yang berurusan dengan kedatangan internasional , dan orang-orang yang tinggal di panti jompo atau yang memiliki cacat bawaan.

Tujuannya adalah untuk memberi imunisasi pada empat juta dari 25 juta penduduk Australia pada akhir Maret dan seluruh penduduk pada Oktober mendatang. Sejauh ini Australia telah mengantongi 53,8 juta dosis vaksin AstraZeneca dan 10 juta dosis vaksin Pfizer.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Sebagian besar negara yang memiliki akses vaksin Covid-19 bergegas untuk meluncurkannya. Namun Australia mengambil langkah yang berbeda. Mereka justru menunda vaksinasinya selama mungkin.

Pemerintah Australia memutuskan untuk menunda peluncurannya karena jumlah kasus Covid-19 yang rendah, program pengujian yang komprehensif, dan sistem karantina yang ketat. Bahkan, Australia mencatat tambahan 10 kasus baru pada tujuh hari terakhir. Sembilan di antaranya berasal dari kedatangan internasional.

Meski telah memiliki stok vaksin, Australia memutuskan untuk memperhatikan dan menunggu terlebih dahulu. Serta ingin memahami bagaimana vaksin bekerja di berbagai negara lain, sebelum memulai imunisasi.
“Ditundanya peluncuran vaksin itu berarti kami ingin melindungi warga Australia dengan memastikan kita melakukannya dengan benar,” ujar Perdana Menteri Scott Morrison kepada Radio 2GB.

Namun banyak ahli medis yang mengkritik keputusan Australia ini. Mereka mengatakan vaksinasi harus tetap dilakukan lebih cepat untuk mencegah penyebaran wabah lebih lanjut. Terutama karena Covid-19 adalah jenis virus yang cepat menular.

Seorang konsultan kebijakan kesehatan, Profesor Bill Botwell dari University of New South Wales, mengatakan vaksin telah terbukti aman dan harus sesegera mungkin dimulai, jangan sampai ditunda.

Disadur dari The Strait Times, Sabtu (23/1), pemerintah Australia telah berencana memulai kampanye imunisasi massal pada akhir Februari mendatang. Imunisasi akan dimulai dari tenaga kesehatan garis depan. Kemudian staf di fasilitas karantina, lalu pekerja yang berurusan dengan kedatangan internasional , dan orang-orang yang tinggal di panti jompo atau yang memiliki cacat bawaan.

Tujuannya adalah untuk memberi imunisasi pada empat juta dari 25 juta penduduk Australia pada akhir Maret dan seluruh penduduk pada Oktober mendatang. Sejauh ini Australia telah mengantongi 53,8 juta dosis vaksin AstraZeneca dan 10 juta dosis vaksin Pfizer.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru