alexametrics
23C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

9 Pelaku Potensial Bom Bunuh Diri di Sulu, Filipina Ditangkap

RADAR MALANG – Sembilan pelaku potensial bom bunuh diri yang terkait dengan pemimpin Abu Sayyaf ditangkap oleh pihak berwenang dalam operasi terpisah di Sulu.

Melansir CNN Filipina pada Selasa (23/2), Satuan Gabungan Tugas atau The Joint Task Force (JTF) Sulu mengatakan penegak hukum menangkap tiga putri almarhum pemimpin Abu Sayyaf Hatib Hajan Sawadjaan pada 19 Februari.

Isara Jalmaani Abduhajan dan Jedah Abduhajan Amin ditangkap di Barangay Bangkal, Patikul, Sulu. Saudari mereka Elena Tasum Sawadjaan-Abun ditangkap bersama Firdauzia Said, janda wakil pemimpin Mannul Said, di Barangay Latih.

Hatib Hajan Sawadjaan, yang dianggap sebagai penjabat emir ISIS di Filipina, diidentifikasi oleh militer sebagai dalang pengeboman katedral Katolik di Jolo pada tahun 2019.

Dalam operasi lain di Jolo, Sulu, pihak berwenang juga menangkap Nudsza Ismanu Aslun, janda anggota ASG (Abu Sayyaf Group) dan Nurshahada Isnain, pengikut terpercaya Wakil Ketua ASG Mundi Sawadjaan.

Tokoh lain di bawah pengawasan pemerintah adalah Linda Darun Maruji, Risa Jhalil, dan Sharifa Rajani. Sembilan wanita itu ditangkap karena memiliki bahan peledak secara ilegal.

JTF Sulu mengatakan di lokasi tersebut mereka telah menemukan komponen untuk membuat alat peledak improvisasi, seperti tutup peledakan, bahan bakar minyak amonium nitrat, dan kabel.

Letnan Jenderal Corleto Vinluan, kepala Komando Mindanao Barat, pada hari Selasa waktu setempat mengatakan, para wanita telah berada di radar mereka untuk beberapa waktu. Ia mengatakan, mereka menerima petunjuk dari anggota ASG bahwa alat peledak itu sedang dirakit dan akan dikirim ke sembilan perempuan yang akan diindoktrinasi.

“Para janda dan istri dimanfaatkan karena mereka mengalami kesulitan dalam perekrutan. Lebih sulit untuk mendeteksi pelaku bom bunuh diri perempuan sehingga mereka menggunakannya,” ujar Vinluan.

Penulis: Talitha Azmi F

RADAR MALANG – Sembilan pelaku potensial bom bunuh diri yang terkait dengan pemimpin Abu Sayyaf ditangkap oleh pihak berwenang dalam operasi terpisah di Sulu.

Melansir CNN Filipina pada Selasa (23/2), Satuan Gabungan Tugas atau The Joint Task Force (JTF) Sulu mengatakan penegak hukum menangkap tiga putri almarhum pemimpin Abu Sayyaf Hatib Hajan Sawadjaan pada 19 Februari.

Isara Jalmaani Abduhajan dan Jedah Abduhajan Amin ditangkap di Barangay Bangkal, Patikul, Sulu. Saudari mereka Elena Tasum Sawadjaan-Abun ditangkap bersama Firdauzia Said, janda wakil pemimpin Mannul Said, di Barangay Latih.

Hatib Hajan Sawadjaan, yang dianggap sebagai penjabat emir ISIS di Filipina, diidentifikasi oleh militer sebagai dalang pengeboman katedral Katolik di Jolo pada tahun 2019.

Dalam operasi lain di Jolo, Sulu, pihak berwenang juga menangkap Nudsza Ismanu Aslun, janda anggota ASG (Abu Sayyaf Group) dan Nurshahada Isnain, pengikut terpercaya Wakil Ketua ASG Mundi Sawadjaan.

Tokoh lain di bawah pengawasan pemerintah adalah Linda Darun Maruji, Risa Jhalil, dan Sharifa Rajani. Sembilan wanita itu ditangkap karena memiliki bahan peledak secara ilegal.

JTF Sulu mengatakan di lokasi tersebut mereka telah menemukan komponen untuk membuat alat peledak improvisasi, seperti tutup peledakan, bahan bakar minyak amonium nitrat, dan kabel.

Letnan Jenderal Corleto Vinluan, kepala Komando Mindanao Barat, pada hari Selasa waktu setempat mengatakan, para wanita telah berada di radar mereka untuk beberapa waktu. Ia mengatakan, mereka menerima petunjuk dari anggota ASG bahwa alat peledak itu sedang dirakit dan akan dikirim ke sembilan perempuan yang akan diindoktrinasi.

“Para janda dan istri dimanfaatkan karena mereka mengalami kesulitan dalam perekrutan. Lebih sulit untuk mendeteksi pelaku bom bunuh diri perempuan sehingga mereka menggunakannya,” ujar Vinluan.

Penulis: Talitha Azmi F

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru