alexametrics
27 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Paslon Ladub Siapkan Skema Pesantren Entrepreneur

MALANG – Masih dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2020, Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang Nomor Urut 2, Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono (Ladub) memiliki program besar dalam mengembangkan Pondok Pesantren di Kabupaten Malang.

Menurut Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib, sejak adanya Undang-Undang tentang Pondok Pesantren, maka pengembangan potensi sudah memiliki dasar hukum, sehingga pemerintah daerah harus bisa melakukan pengembangan terhadap keberadaan Ponpes yang ada. Apalagi, inisiator dari UU Pesantren tersebut adalah PKB, sehingga pihaknya punya kewajiban moral untuk menjadikannya program prioritas.

“Tim Paslon Ladub sudah melakukan analisa terhadap UU Pondok Pesantren, termasuk bagaiama porsi pemerintah daerah di dalamnya. Karena itu, kedepan pemerintah harus membantu Pondok Pesantren agar berkembang sesuai dengan kondisi daerah khususnya Kabupaten Malang,” ujarnya.

Salah satu yang ditekankan Lathifah Shohib adalah dana bantuan operasional dan pembangunan infrastruktur Ponpes di Kabupaten Malang. Menurut wanita yang akrab disapa Bu Nyai itu, pemerintah daerah sebenarnya memiliki porsi anggaran untuk melakukan pengembangan Ponpes berdasarkan porsi sesuai aturan hukum yang berlaku. Hanya saja, selama ini Pemerintah Kabupaten Malang masih belum memprioritaskan masalah ini.

“Ketika saya analisa masih belum ada keseriusan dari pemerintah daerah untuk arah ke sana, yang ada hanya janji-janji saja. Insya Allah Pasangan Ladub kedepan berkomitmen untuk mengembangkan Pondok Pesantren sesuai amanah para Kiai yang diberikan kepada saya dan Pak Didik,” ujarnya.

Selain itu Bu Nyai juga menyasar pada bidang ekonomi Ponpes. Ia mengaku, sudah menyusun roadmap agar para santri bisa berjaya di bidang ekonomi.

Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan modal bagi pondok pesantren untuk mengembangkan usaha. Tujuannya, tak lain untuk mengembangkan jiwa enterpreneur para santri.

“Pelatihan usaha bagi para santri serta modal sangat penting agar menumbuhkan jiwa enterpreneur mereka sedari dini,” imbuhnya.

Diakui Bu Nyai selama ini sudah banyak santri alumni ponpes yang tumbuh menjadi pengusaha sukses hingga tingkat nasional. Hal ini tak lepas dari dukungan lembaga yang juga mengajarkan pola enterpreneur dalam materi belajar.

“Kabupaten Malang sangat potensi untuk hal tersebut, sehingga saya dan Pak Didik sudah menyusun Roadmap itu, sudah kami sesuaikan dengan aturan yang ada dan kedepan jika diamanahi menjadi Bupati dan Wakil Bupati, Insya Allah amanah ini akan kami emban betul-betul,” tandasnya.

Selain itu, bantuan modal usaha bagi Pondok Pesantren tak lain agar unit amal usaha bisa berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Pondok pesantren juga memiliki misi sosial bagi masyarakat, sehingga tidak saja kita bantu dana Bantuan Operasional dan perbaikan infrastruktur tapi kita tambah dengan bantuan modal usaha dan pelatihan entrepreneur bagi para santri,” pungkasnya.

MALANG – Masih dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2020, Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang Nomor Urut 2, Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono (Ladub) memiliki program besar dalam mengembangkan Pondok Pesantren di Kabupaten Malang.

Menurut Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib, sejak adanya Undang-Undang tentang Pondok Pesantren, maka pengembangan potensi sudah memiliki dasar hukum, sehingga pemerintah daerah harus bisa melakukan pengembangan terhadap keberadaan Ponpes yang ada. Apalagi, inisiator dari UU Pesantren tersebut adalah PKB, sehingga pihaknya punya kewajiban moral untuk menjadikannya program prioritas.

“Tim Paslon Ladub sudah melakukan analisa terhadap UU Pondok Pesantren, termasuk bagaiama porsi pemerintah daerah di dalamnya. Karena itu, kedepan pemerintah harus membantu Pondok Pesantren agar berkembang sesuai dengan kondisi daerah khususnya Kabupaten Malang,” ujarnya.

Salah satu yang ditekankan Lathifah Shohib adalah dana bantuan operasional dan pembangunan infrastruktur Ponpes di Kabupaten Malang. Menurut wanita yang akrab disapa Bu Nyai itu, pemerintah daerah sebenarnya memiliki porsi anggaran untuk melakukan pengembangan Ponpes berdasarkan porsi sesuai aturan hukum yang berlaku. Hanya saja, selama ini Pemerintah Kabupaten Malang masih belum memprioritaskan masalah ini.

“Ketika saya analisa masih belum ada keseriusan dari pemerintah daerah untuk arah ke sana, yang ada hanya janji-janji saja. Insya Allah Pasangan Ladub kedepan berkomitmen untuk mengembangkan Pondok Pesantren sesuai amanah para Kiai yang diberikan kepada saya dan Pak Didik,” ujarnya.

Selain itu Bu Nyai juga menyasar pada bidang ekonomi Ponpes. Ia mengaku, sudah menyusun roadmap agar para santri bisa berjaya di bidang ekonomi.

Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan modal bagi pondok pesantren untuk mengembangkan usaha. Tujuannya, tak lain untuk mengembangkan jiwa enterpreneur para santri.

“Pelatihan usaha bagi para santri serta modal sangat penting agar menumbuhkan jiwa enterpreneur mereka sedari dini,” imbuhnya.

Diakui Bu Nyai selama ini sudah banyak santri alumni ponpes yang tumbuh menjadi pengusaha sukses hingga tingkat nasional. Hal ini tak lepas dari dukungan lembaga yang juga mengajarkan pola enterpreneur dalam materi belajar.

“Kabupaten Malang sangat potensi untuk hal tersebut, sehingga saya dan Pak Didik sudah menyusun Roadmap itu, sudah kami sesuaikan dengan aturan yang ada dan kedepan jika diamanahi menjadi Bupati dan Wakil Bupati, Insya Allah amanah ini akan kami emban betul-betul,” tandasnya.

Selain itu, bantuan modal usaha bagi Pondok Pesantren tak lain agar unit amal usaha bisa berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Pondok pesantren juga memiliki misi sosial bagi masyarakat, sehingga tidak saja kita bantu dana Bantuan Operasional dan perbaikan infrastruktur tapi kita tambah dengan bantuan modal usaha dan pelatihan entrepreneur bagi para santri,” pungkasnya.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/