alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Pilbup Malang, PKB Siapkan Kerabat Gus Dur Ini Jadi Calon Bupati

KABUPATEN MALANG – dr Umar Usman ternyata tidak menjadi satu-satunya kandidat calon bupati yang disiapkan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Belakangan, elite partai juga menyiapkan Lathifah Shohib.

Anggota DPR RI yang juga masih kerabat almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu disebut-sebut bakal berpasangan dengan mantan Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono.

Sebelumnya, PKB juga disebut tengah menyiapkan dr Umar Usman berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Miskat.

Bahkan, DPP PKB sudah menerbitkan surat tugas bernomor 312/DESK-PILKAD/PKB/VI/2020 untuk dr Umar. Dalam surat terebut,  Umar diperintahkan melakukan komunikasi intensif dengan struktur PKB. Mulai dari tingkat daerah hingga pusat.

Kedua, dokter Umar harus melakukan pertemuan dengan simpul-simpul masyarakat bersama struktur PKB di Kabupaten Malang. Dan ketiga, mem-branding dirinya sehingga mendapatkan simpati masyarakat.

Dokter Umar diberi waktu hingga 10 Juli 2020 untuk menjalankan instruksi partai. Jika DPP puas dengan kinerja dr Umar, maka akan diberikan rekom. Sebaliknya, jika tidak puas, bisa jadi akan digantikan figur lain.

Bagaimana evaluasi DPP PKB terhadap kemampuan dr Umar dalam menjalankan tiga instruksi partai? Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB Hasanuddin Wahid tidak menjawab saat dikonfirmasi mengenai hasil evaluasinya terhadap dokter Umar.

Dia juga tidak menjelaskan kenapa belakangan ini bermunculan banyak paslon berbendera PKB. Alasan Hasanuddin tidak mau berkomentar, DPP sudah menunjuk satu pengurus untuk menangani Pilbup Malang.

”Saya tidak menangani untuk Malang (Pilbup Malang, Red). Langsung saja ke Gus Saifullah Maksum. Dia (Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Saifullah Maksum, Red) yang lebih paham,” ujar Hasanuddin ketika dikonfirmasi munculnya beberapa paslon dari PKB kemarin (26/7).

Sementara itu, Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Saifullah Maksum tidak merespons konfirmasi wartawan koran ini. Namun, sebelumnya dia sempat mengungkapkan bahwa partainya sudah menyiapkan dua alternatif. ”Tapi, ini baru usulan tim. Ada nama dokter Umar dan Pak Miskat (wakil ketua DPRD Kabupaten Malang asal Partai Golkar) untuk alternatif koalisi dan Pak Didik (mantan sekda Kabupaten Malang) dengan Bu Lathifah Shohib untuk kader dari internal. Dua pasang ini sudah masuk radar DPP,” katanya.

Saat ini, kata Saifullah, DPP PKB tengah mengkaji kekuatan kedua poros tersebut, utamanya dari aspek elektabilitas. ”Karena PKB nggak ingin mengajukan calon yang peluang menangnya tidak besar. Di samping itu, kami juga tengah mempersiapkan soal kesiapan logistik, juga jaringan kesiapan mesin pemenangan,” beber mantan aktivis Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) itu.

Berita selengkapnya bisa Anda baca di koran Jawa Pos Radar Malang edisi Senin (27/7).

Pewarta: Farik Fajarwati

Editor: Mahmudan/Indra M

KABUPATEN MALANG – dr Umar Usman ternyata tidak menjadi satu-satunya kandidat calon bupati yang disiapkan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Belakangan, elite partai juga menyiapkan Lathifah Shohib.

Anggota DPR RI yang juga masih kerabat almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu disebut-sebut bakal berpasangan dengan mantan Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono.

Sebelumnya, PKB juga disebut tengah menyiapkan dr Umar Usman berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Miskat.

Bahkan, DPP PKB sudah menerbitkan surat tugas bernomor 312/DESK-PILKAD/PKB/VI/2020 untuk dr Umar. Dalam surat terebut,  Umar diperintahkan melakukan komunikasi intensif dengan struktur PKB. Mulai dari tingkat daerah hingga pusat.

Kedua, dokter Umar harus melakukan pertemuan dengan simpul-simpul masyarakat bersama struktur PKB di Kabupaten Malang. Dan ketiga, mem-branding dirinya sehingga mendapatkan simpati masyarakat.

Dokter Umar diberi waktu hingga 10 Juli 2020 untuk menjalankan instruksi partai. Jika DPP puas dengan kinerja dr Umar, maka akan diberikan rekom. Sebaliknya, jika tidak puas, bisa jadi akan digantikan figur lain.

Bagaimana evaluasi DPP PKB terhadap kemampuan dr Umar dalam menjalankan tiga instruksi partai? Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB Hasanuddin Wahid tidak menjawab saat dikonfirmasi mengenai hasil evaluasinya terhadap dokter Umar.

Dia juga tidak menjelaskan kenapa belakangan ini bermunculan banyak paslon berbendera PKB. Alasan Hasanuddin tidak mau berkomentar, DPP sudah menunjuk satu pengurus untuk menangani Pilbup Malang.

”Saya tidak menangani untuk Malang (Pilbup Malang, Red). Langsung saja ke Gus Saifullah Maksum. Dia (Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Saifullah Maksum, Red) yang lebih paham,” ujar Hasanuddin ketika dikonfirmasi munculnya beberapa paslon dari PKB kemarin (26/7).

Sementara itu, Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Saifullah Maksum tidak merespons konfirmasi wartawan koran ini. Namun, sebelumnya dia sempat mengungkapkan bahwa partainya sudah menyiapkan dua alternatif. ”Tapi, ini baru usulan tim. Ada nama dokter Umar dan Pak Miskat (wakil ketua DPRD Kabupaten Malang asal Partai Golkar) untuk alternatif koalisi dan Pak Didik (mantan sekda Kabupaten Malang) dengan Bu Lathifah Shohib untuk kader dari internal. Dua pasang ini sudah masuk radar DPP,” katanya.

Saat ini, kata Saifullah, DPP PKB tengah mengkaji kekuatan kedua poros tersebut, utamanya dari aspek elektabilitas. ”Karena PKB nggak ingin mengajukan calon yang peluang menangnya tidak besar. Di samping itu, kami juga tengah mempersiapkan soal kesiapan logistik, juga jaringan kesiapan mesin pemenangan,” beber mantan aktivis Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) itu.

Berita selengkapnya bisa Anda baca di koran Jawa Pos Radar Malang edisi Senin (27/7).

Pewarta: Farik Fajarwati

Editor: Mahmudan/Indra M

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/