alexametrics
28.2 C
Malang
Wednesday, 28 October 2020

Ini Daftar Harta Kekayaan Paslon Bupati-Wabup Malang, Siapa Terkaya?

KABUPATEN – Sebelum mendafarkan diri sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah, seseorang harus membuat laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), kepada komisi pemberantasan korupsi (KPK). Hal ini sebagai bentuk upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi, apabila yang bersangkutan terpilih menjadi pejabat daerah.

Dalam masa pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Malang, saat ini sudah ada dua pasangan calon yang sudah mendaftar ke KPU Kabupaten Malang. Sebagai persyaratan administrasi, masing-masing calon harus menyetorkan LHKPN kepada KPU, sebelum ditetapkan menjadi paslon di kontestasi pilkada 2020. Untuk itu, media ini mencoba menelusuri harta kekayaan masing-masing calon Bupati dan Wakil Bupati yang sudah ditetapkan oleh KPU Malang.

“Kami (KPU) memang sudah menerima LHKPN dari setiap paslon, namun itu hanya bentuk laporannya saja, tidak ada detail aset yang mereka miliki,” kata Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika.

Namun akhirnya Radar Malang dapat menemukan sumber terpercaya, yakni di halaman LHKPN yang dimiliki oleh KPK RI. Data LHKPN tersebut memang boleh diakses untuk beberapa kepentingan seperti karya jurnalistik. Disana, dijelaskan secara detail harta kekayaan yang dimiliki oleh masing-masing pasangan calon. Setelah dilakukan komparasi terhadap kekayaan setiap calon. Dapat dikualifikasikan dan diurutkan, mulai dari paslon terkaya hingga yang “termiskin”. Cawabup dan Cabup terkaya urutan pertama adalah:

1. Didik Gatot Subroto
Calon wakil bupati yang diusung oleh PDIP, Didik Gatot Subroto, menjadi paslon terkaya jika dibandingkan dengan yang lainnya. Diketahui, harta yang dimiliki oleh mantan ketua DPRD Kabupaten Malang ini sejumlah Rp 5.992.147.840 miliar dengan uraian sebagai berikut:
Harta tanah dan bangunan berjumlah 5 unit, yang terletak di Malang dan Kota Batu, senilai Rp 5,65 miliar. Dua alat transportasi, mobil jenis Nissan Grand Livina, dan juga Toyota Kijang Innova yang bernilai Rp 345 juta. Kas dan setara kas Rp 104,49 juta. Jika ditotal, semuanya berjumlah Rp 6,09 miliar. Namun, jumlah tersebut masih harus dipotong utang Didik yang berjumlah Rp 107,35 juta. Sehingga aset yang saat ini dimiliki sejumlah Rp 5,99 miliar.

2. Lhatifah Shohib
Calon Bupati usungan PKB, Lhatifah Shohib, yang juga mantan anggota DPR RI Komisi X ini memiliki aset sebanyak Rp 4,95 miliar. Dengan uraian 2 unit tanah dan bangunan yang ada di Malang senilai Rp 2,6 miliar. Dua mobil merek Toyota Kijang Innova Minibus dan Toyota Fortuner, senilai Rp 490 juta. Harta bergerak lainya sejumlah Rp 41 juta. Kas dan setara kas Rp 1,47 miliar. Dan harta lainya sejumlah Rp 340 juta.

3. Didik Budi Muljono
Diurutan ketiga, ditempati oleh calon wakil Bupati, dan juga mantan Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono. Di Malang, Didik Budi mempunyai dua tanah dan bangunan yang jika dinominalkan bisa setara dengan Rp. 1,24 miliar. ditambah dengan satu kendaraan mobil merek Mitsubishi Pajero, dan juga satu motor Honda vario, yang senilai dengan Rp 367,44 juta. Untuk harta bergerak, Didik punya sejumlah Rp 194 juta, kemudian kas dan setara kas Rp 775,07 juta. Sehingga apabila dijumlah, total harta kekayaan yang dimiliki oleh Didik Budi, saat ini sejumlah Rp 2,58 miliar.

4. Muhammad Sanusi
Di urutan terakhir, sebagai calon bupati dan wakil bupati Malang yang dikatakan “termiskin”, diduduki oleh Bupati Malang yang saat ini masih menjabat, dan akan mencalonkan lagi dengan diusung PDIP HM Sanusi. Mantan ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini mempunyai kekayaan sejumlah Rp 2,39 miliar. Rincian hartanya, Sanusi mempunyai 7 unit tanah dan bangunan yang ada di Malang yang setara dengan Rp 1,92 miliar. Satu kendaaran bermotor, mobil jenis Honda Jazz, seharga Rp 145 juta. Harta bergerak lainya yang saat ini ia kelola sejumlah Rp 33,34 juta. Dan terakhir kas dan setara kas sejumlah Rp 297,37 juta.

Sementara itu, untuk pasangan independen, Heri Cahyono sampai saat ini masih belum menyelesaikan LHKPN untuk diserahkan kepada KPU Kabupaten Malang. Namun beberapa waktu lalu, ketika proses verifikasi faktual yang dilakukan oleh KPU, pria yang akrab disapa Sam HC ini mengaku sudah mengeluarkan uang sejumlah Rp 6 miliar dari kantong pribadinya. Namun saat koran ini mencoba mengkonfirmasi, jumlah itu ternyata sudah bertambah. “Sementara ini habis sekitar Rp 7 miliar. Mengalir saja,” kata calon bupati usungan Malang Jejeg ini.

Dari pembiayaan besar yang sudah dikeluarkan untuk ikut dalam kontestasi pilkada, bisa dipastikan bahwa kekayaan yang dimiliki Sam HC, tentu lebih besar dari pada yang sudah ia keluarkan. Bisa jadi, setelah ditotal, Sam HC bakal jadi calon yang terkaya di antara semua pasangan calon lainnya. Namun hal itu baru bisa dibuktikan setelah pihaknya tuntas mengurusi LHKPN.

Pewarta: Achmad Fikyansyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Marc Marquez Terancam Absen hingga Akhir Musim Moto GP 2020

RADARMALANG - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, diprediksi melewatkan tiga seri akhir musim MotoGP 2020 lantaran masih menjalani perawatan cedera lengan. Pebalap berusia 27 tahun mengalami patah lengan setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol yang notabene merupakan seri pembuka ajang balap tersebut. Bahkan belum lama ini, beredar kabar bahwa pebalap Repsol Honda itu akan menjalani operasi ketiga.

Jalan Sekitar SPBU Sawojajar Membahayakan

Saya sering kali melintasi Jalan Danau Toba, kawasan Sawojajar. Di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawojajar, ada beberapa lubang yang dalam.

Inovasi dan Ide Kreatif, Kunci Meningkatkan Perekonomian Kota Malang

MALANG KOTA – Inovasi dan ide kreatif, dua hal yang bisa menjadi kunci peningkatan perekonomian Kota Malang di masa pandemi saat ini. Pesan khusus itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara HUT ke-61 Pemuda Pancasila di Swiss Belinn Hotel, Rabu (28/10).

Demi SanDi, 12 Anggota FPDIP DPRD Kota Malang Garap Wilayah Utara

MALANG KOTA - Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP (FPDIP) turun ke wilayah utara Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan amanah DPP PDIP untuk membantu kader PDIP yang sedang berjuang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Yaitu, pasangan calon (paslon) Malang Makmur HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).

Pendidikan Siswa Insan Permata Didukung USQ dan BCIP

MALANG KOTA – Dalam mencetak kader berkarakter Islami, Yayasan Insan Permata Malang (YIPM) selain memiliki tiga unit utama jenjang pendidikan, juga ada layanan lain untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Kedua unit itu adalah Unit Sahabat Quran (USQ) dan Talenta dan Business Center Insan Permata (BCIP).

Wajib Dibaca

Marc Marquez Terancam Absen hingga Akhir Musim Moto GP 2020

RADARMALANG - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, diprediksi melewatkan tiga seri akhir musim MotoGP 2020 lantaran masih menjalani perawatan cedera lengan. Pebalap berusia 27 tahun mengalami patah lengan setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol yang notabene merupakan seri pembuka ajang balap tersebut. Bahkan belum lama ini, beredar kabar bahwa pebalap Repsol Honda itu akan menjalani operasi ketiga.

Jalan Sekitar SPBU Sawojajar Membahayakan

Saya sering kali melintasi Jalan Danau Toba, kawasan Sawojajar. Di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawojajar, ada beberapa lubang yang dalam.

Inovasi dan Ide Kreatif, Kunci Meningkatkan Perekonomian Kota Malang

MALANG KOTA – Inovasi dan ide kreatif, dua hal yang bisa menjadi kunci peningkatan perekonomian Kota Malang di masa pandemi saat ini. Pesan khusus itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara HUT ke-61 Pemuda Pancasila di Swiss Belinn Hotel, Rabu (28/10).

Demi SanDi, 12 Anggota FPDIP DPRD Kota Malang Garap Wilayah Utara

MALANG KOTA - Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP (FPDIP) turun ke wilayah utara Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan amanah DPP PDIP untuk membantu kader PDIP yang sedang berjuang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Yaitu, pasangan calon (paslon) Malang Makmur HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).