alexametrics
24.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Sesi Kedua Menghangat, SanDi-Ladub Sikapi Pembelajaran Daring

KABUPATEN – Sesi pertama debat publik pasangan calon (paslon) Pilkada Kabupaten Malang 2020 masih tampak santai. Karena sesi pertama ini masih penyampaikan visi-misi paslon secara bergiliran. Suasana sedikit lebih ’hangat’ saat sesi kedua.

Dimulai dari paslon Malang Makmur Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi), kemudian Malang Bangkit Lathifah Sohib-Didik Budi (Ladub), dan terakhir Malang Jejeg Heri Cahyono-Gunadi Handoko. Tiap paslon diberi waktu sekitar 90 detik.

”(Jika terpilih) kami akan mewujudkan masyarakat yang makmur, mandiri, dan bersatu,” kata Sanusi, mengawali debat publik sesi pertama di gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (30/10).

Saat sesi kedua, suasana mulai menghangat dimana antar paslon bisa saling memberikan pertanyaan dan tanggapan. Tapi sebelumnya, tiap paslon mendapatkan jatah pertanyaan di dalam amplop yang masih disegel dan pertanyaan ini juga bisa diberikan tanggapan oleh paslon lain.

”Bagaimana menyikapi pembelajaran daring tapi siswa masih banyak yang belum punya gawai (gadget),” tanya Lathifah Shohib, saat moderator memberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atas jatah pertanyaan paslon SanDi.

Pertanyaan itu muncul saat SanDi mendapatkan amplop pertanyaan tentang pendidikan di masa pandemi yang ada di sekitar 3.310 satuan pendidikan di Kabupaten Malang. Dan paslon SanDi pun memberikan tanggapan dengan tegas dan ringkas. ”Kalau saya jadi bupati, akan kami selesaikan semua,” tegas Sanusi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini menyampaikan bahwa ada beberapa tujuan dari debat publik tersebut. Di antaranya, sosialisasi visi-misi paslon, menggali ide dari paslon tentang programnya, dan menyampaikan profil paslon. ”Debat publik ini merupakan kampanye paslon yang difasilitasi KPU,” terangnya.

Pewarta: Imam Nasrodin

KABUPATEN – Sesi pertama debat publik pasangan calon (paslon) Pilkada Kabupaten Malang 2020 masih tampak santai. Karena sesi pertama ini masih penyampaikan visi-misi paslon secara bergiliran. Suasana sedikit lebih ’hangat’ saat sesi kedua.

Dimulai dari paslon Malang Makmur Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi), kemudian Malang Bangkit Lathifah Sohib-Didik Budi (Ladub), dan terakhir Malang Jejeg Heri Cahyono-Gunadi Handoko. Tiap paslon diberi waktu sekitar 90 detik.

”(Jika terpilih) kami akan mewujudkan masyarakat yang makmur, mandiri, dan bersatu,” kata Sanusi, mengawali debat publik sesi pertama di gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (30/10).

Saat sesi kedua, suasana mulai menghangat dimana antar paslon bisa saling memberikan pertanyaan dan tanggapan. Tapi sebelumnya, tiap paslon mendapatkan jatah pertanyaan di dalam amplop yang masih disegel dan pertanyaan ini juga bisa diberikan tanggapan oleh paslon lain.

”Bagaimana menyikapi pembelajaran daring tapi siswa masih banyak yang belum punya gawai (gadget),” tanya Lathifah Shohib, saat moderator memberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atas jatah pertanyaan paslon SanDi.

Pertanyaan itu muncul saat SanDi mendapatkan amplop pertanyaan tentang pendidikan di masa pandemi yang ada di sekitar 3.310 satuan pendidikan di Kabupaten Malang. Dan paslon SanDi pun memberikan tanggapan dengan tegas dan ringkas. ”Kalau saya jadi bupati, akan kami selesaikan semua,” tegas Sanusi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini menyampaikan bahwa ada beberapa tujuan dari debat publik tersebut. Di antaranya, sosialisasi visi-misi paslon, menggali ide dari paslon tentang programnya, dan menyampaikan profil paslon. ”Debat publik ini merupakan kampanye paslon yang difasilitasi KPU,” terangnya.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/