Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rutinitas Baru Eks Rektor UMM sebagai Wakil Menteri Dikti Saintek, Prof Fauzan Bawa Bekal Mbothe dari Malang untuk Stok Sepekan

Bayu Mulya Putra • Kamis, 7 November 2024 | 18:47 WIB
BANTU PRESIDEN: Eks Rektor UMM prof Dr Fauzan Mpd (kanan) bersama Presiden Prabowo Subianto saat studium generale di Dome UMM, 27 September 2023 lalu. UMM FOR RADAR MALANG
BANTU PRESIDEN: Eks Rektor UMM prof Dr Fauzan Mpd (kanan) bersama Presiden Prabowo Subianto saat studium generale di Dome UMM, 27 September 2023 lalu. UMM FOR RADAR MALANG

Malang tetap ada di hati eks Rektor UMM Prof Dr Fauzan MPd periode 2016 2024. Kebiasaan berolahraga dan makanan kesukaannya tak berubah. Dia terus beradaptasi agar kebiasaan dan kegemarannya terpenuhi

NABILA AMELIA

MESKI sudah sering ke Jakarta, Prof Dr Fauzan MPd tetap harus beradaptasi.

Sebab, dia bakal menetap di sana lebih lama.

Itu setelah 19 Oktober lalu, Fauzan tak lagi ngantor di Gedung Rektorat Kampus III UMM di Jalan Raya Tlogomas Nomor 246, Malang.

Kantornya kini berada di Gedung D, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Fauzan sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ada banyak pekerjaan rumah (PR) sekaligus tugas baru yang harus diselesaikan Fauzan.

Karena itu, selama dua pekan ke depan, dia dituntut beradaptasi dengan cepat.

”Apalagi kementerian tempat saya ini kan kementerian baru yang merupakan pecahan dari Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, red),” terang dia saat di hubungi Jawa Pos Radar Malang, Selasa lalu (5/11).

Dalam dua pekan ke depan, Fauzan diminta melakukan penataan di dalam struktur kementerian.

Mulai dari tingkat eselon satu hingga staf.

Selain penataan struktur, ada tugas lain seperti kon solidasi internal, penyamaan persepsi, dan penataan infrastruktur.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Dr Ir Satryo Soemantri Brodjonegoro PhD juga memberi amanah kepadanya agar memberi layanan terbaik.

Misalnya saja kepada pihak eksternal.

Dia akan meninjau permasalahan-permasalahan yang ada di lingkup pendidikan tinggi seperti beban administrasi dosen yang selama ini dikeluhkan.

”Tetapi tetap tidak boleh mengurangi substansi dan bobot kualitas,” imbuhnya.

Selain tengah menyusun agenda-agenda terdekat, Fauzan juga masih beradaptasi dengan rutinitas barunya di ibu kota.

Secara budaya, antara Malang dan Jakarta tidak jauh berbeda.

Namun, dia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar karena belum hafal lokasi-lokasi yang ada di Jakarta.

”Kalau di Malang kan dari Poncokusumo sampai Tirtoyudo sudah khatam,” ucapnya lantas tertawa.

Misalnya saja saat ingin berolahraga.

Dulu, Fauzan tinggal bergegas menuju jogging track di Stadion Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sekarang harus mencari tempat yang pas untuk olahraga.

Dia melirik kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang lokasi nya cukup dekat dengan kantor.

Lalu, lingkungan kerja Fauzan saat ini juga lebih heterogen.

Fauzan harus bekerja dengan orang-orang yang tidak hanya berasal dari Provinsi Jawa Timur saja.

Agar lebih semangat dan mengobati rindu dengan rutinitas di Malang, Fauzan mengaku membawa bekal makanan.

Yakni mbothe atau ubi talas dari Bumi Arema.

”Itu makanan kesukaan saya. Saya bawa mbothe untuk per sediaan selama seminggu, tapi ternyata di sini juga banyak yang menjual,” cerita lelaki berusia 63 tahun tersebut.

Makanan favorit itu menjadi gambaran bila karier Fauzan sampai berada di posisi sekarang tidak instan.

Dia terlahir sebagai anak kampung dari Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Fauzan menempuh pendidikan dengan segala kesederhanaan.

Jabatan strategis pertamanya yakni Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM sejak 2005 hingga 2012.

Selanjutnya, Fauzan sempat mengemban tugas sebagai Wakil Rektor II UMM hingga menduduki posisi Rektor UMM selama dua periode.

Pada tahun 2023, Fauzan mendapat rekomendasi dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir MSi.

Dia direkomendasikan menjadi Wakil Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Saat itu, berbagai tanggapan muncul karena Fauzan akhir nya mengiyakan rekomendasi Haedar.

Namun, dirinya tidak ambil pusing. ”Namanya politik kan mesti begitu. Siapa yang berseberangan dianggap lawan,” imbuh dia.

Demikian pula saat dirinya ditunjuk sebagai wakil menteri. Sempat muncul anggapan bahwa Fauzan salah satu sosok ’titipan’.

Lag- lagi Fauzan tidak mempermasalahkannya.

Malah dia menyebut kalau banyak ucapan selamat dan dukungan yang diberikan kepadanya dari berbagai pihak.

Dia mengaku tidak pernah berpikir untuk menjadi wakil menteri.

Penunjukan dirinya merupakan hasil seleksi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dan tim.

Keputusan yang dihasilkan tentu sudah melalui beberapa pertimbangan.

Itu sekaligus menunjukkan kalau UMM dipercaya menghasilkan sosok yang tidak hanya memiliki kompetensi di bidang akademis.

Namun juga di bidang kepemimpinan.

Yang terpenting baginya tetap memegang teguh pesan dari keluarga.

Keluarganya mendukung penuh dan berpesan agar Fauzan menjalankan tugas dengan baik.

Selain itu juga menghindari segala bentuk tindakan korupsi. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#eks rektor UMM #wakil menteri pendidikan #prof fauzan