Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Program MBG Capai 60 Juta Penerima, Potensi Ekonomi Desa Kian Menguat

Aditya Novrian • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:45 WIB

Program MBG terus memperluas jangkauan penerima manfaat hingga 60 juta orang. (Pinterest)
Program MBG terus memperluas jangkauan penerima manfaat hingga 60 juta orang. (Pinterest)

RADAR MALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini semakin memperluas jangkauan penerima manfaat. Pemerintah menyebutkan bahwa sampai saat ini program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut telah memberikan manfaat kepada 60 juta orang, dari total target 82 juta penerima yang ditetapkan untuk terealisasikan pada tahun 2026.

“Dengan kondisi sekarang saja, MBG telah ada dapur SPPG yang operasional sebanyak 22.275 unit. Dalam proses penilaian dan pengajuan ada 13.829 unit. Dari 22.000 dapur yang berjalan, sudah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja,” ungkap Prabowo, Senin (23/2), dilansir pada JawaPos.com.

Setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) umumnya melibatkan sekitar 50 tenaga kerja setiap hari. Pemerintah menilai bahwa jumlah tersebut telah menunjukkan adanya efek ekonomi langsung dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam bentuk penciptaan lapangan pekerjaan baru.

Pendiri Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR), Muhammad Makmun Rasyid, telah menyatakan bahwa dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak hanya bisa dirasakan pada tahap distribusi saja, tetapi juga menjalar ke sektor hulu, termasuk bidang pertanian dan perekonomian desa. Besarnya kebutuhan bahan pangan untuk persediaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi mendorong peningkatan permintaan di tingkat petani.

“Dengan adanya permintaan yang stabil dan terukur dari dapur-dapur MBG, desa memiliki peluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda di sektor pertanian,” jelas Makmun, dilansir dari JawaPos.com.

Ia menekankan bahwa peningkatan kebutuhan terhadap komoditas seperti sayuran, buah, telur, serta berbagai sumber protein lainnya tersebut turut mendorong aktivitas produksi, distribusi, hingga pengolahan hasil pertanian di tingkat lokal. Kondisi tersebut dinilai mampu menahan laju urbanisasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melihat situasi ini, diperlukan dukungan berkelanjutan dalam bentuk kemudahan akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kemitraan usaha. Dengan langkah tersebut, dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dioptimalkan sehingga benar-benar dirasakan oleh para petani.

 

Penulis Anna Tasya Enzelina

Editor : Aditya Novrian
#ekonomi #Mbg #SPPG