JawaPos.com – Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menyatakan elektabilitas Prabowo Subianto masih di bawah petahana Joko Widodo (Jokowi). Selisihnya pun cukup besar yakni 20 persen.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Fadli Zon menilai, saat ini banyak hasil survei dari lembaga survei yang tidak akurat. Bahkan metodologi pengambilan sampelnya pun patut dipertanyakan.

Fadli juga menganggap, pemberi dana lembaga survei juga tidak jelas dan banyak tidak diketahui publik.

“Survei-survei ini kan hanya indikator, dan saya seringkali mengatakan sekarang ini banyak sekali survei-survei itu sudah tidak akurat lagi,” ujar Fadli di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (9/1).

“Metodologi yang dipakai itu mungkin juga perlu dievaluasi, apalagi di era media sosial ketika masyarakat itu mempunyai banyak sekali informasi yang langsung,” imbuhnya.

Kegagalan lembaga survei diungkit Fadli seperti Pilkada Jawa Barat 2018. Kala itu banyak survei memberikan hasil untuk pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di kisaran 6 persen. Namun, hasil resmi KPU menunjukkan perolehan suara mereka melebihi 29 persen.

“Jadi, harusnya mereka malu ya lembaga-lembaga survei ini karena mereka gagal-gagal terus. Kalau di luar negeri sudah membubarkan diri,” sambungnya.

Di sisi lain, dari survei internal BPN, Fadli menegaskan bahwa jurang elektabilitas Prabowo dengan Jokowi sudah menipis. Bahkan dia meyakini pada Januari ini elektabilitas 02 bisa melampaui petahana.

“Jangankan 3 bulan, bulan ini juga sudah pasti terkejar. Maret akan semakin solid dan semakin kompak. Saya kira ini akan memperkuat kemenangan Pak Prabowo-Sandi,” pungkasnya.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : Fersita Felicia Facette, Sabik Aji Taufan