Tasyakuran sederhana di Pendapa Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang kemarin (10/1) mengantar kepergian Drs Pudianto MSi. Tampak Kepala Dinas Pendidikan Dr H.M. Hidayat MM MPd beserta para kabid, kasi, dan staf disdik lainnya. Juga Ketua PGRI Kabupaten Malang Drs Dwi Sucipto beserta jajaran, para kepala SMPN serta sekolah satu atap, serta koordinator wilayah (korwil). Hadir pula kelompok kerja guru, musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS), penilik sekolah, IGTKI (ikatan guru taman kanak-kanak Indonesia), hingga Himpaudi (Himpunan pendidik anak usia dini). Mereka melepas Pudianto dengan segala kesan dan kenangan berbeda. ”Tak terasa sudah 34 tahun saya menjadi PNS. Mohon dimaafkan bila banyak kesalahan selama mengemban tugas,” ujar Pudianto.

Pudianto adalah seorang pendidik yang mengawali tugas sebagai guru honorer selama enam tahun di SMAN 1 Kepanjen. Baru kemudian pada 1986 diangkat menjadi ASN (dulu PNS). Dia juga mengajar di SMPN 2 Kepanjen, pendiri SMA Islam Kepanjen, pendiri SMK Muhammadiyah Kepanjen, juga pendiri SMP-SMA Muhammadiyah Sumberpucung. Pada 2013, dia diangkat menjadi sekdin disdik. Lalu tahun 2017 menjadi Plt Kadisdik Kabupaten Malang, dan kembali menjadi sekdin di tahun 2018 hingga purnatugas kemarin.

Pudianto yang ditemui usai ramah tamah menyatakan, bakal mengabdikan diri penuh untuk masyarakat. Terutama di lingkungan tempatnya tinggal, Desa Slorok, Kecamatan Kromengan. ”Saya menjadi ketua takmir masjid di dekat rumah. Nanti akan sibuk di sana,” ujarnya. ”Apalagi, ada banyak anak kurang mampu yang sekolahnya dibiayai masjid,” sambungnya.

Kadisdik Kabupaten Malang Dr H.M. Hidayat MM MPd sendiri memiliki kesan mendalam terhadap sosok Pudianto. ”Orangnya baik dan pintar. Beliau punya inovasi yang luar biasa di bidang pendidikan,” ucap dia.

Karena itu, Dayat–sapaan akrab H.M. Hidayat MM MPd– menjelaskan, meski pun Pudianto telah purnatugas, dia berharap para pendidik di Kabupaten Malang tetap berkarya. ”Bagaimanapun, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Jangan karena Pak Pudi pensiun, ide-ide menjadi macet,” tandasnya.

Copy Editor       : Dwi Lindawati
Penyunting        : Neny Fitrin
Foto                  : Dinas Pendidikan