MALANG KOTA – Arema FC tak perlu menyesali kepergian Bagas Adi Nugroho. Sebab, Rachmat Latief bisa menjadi alternatif manakala Hamka Hamzah maupun Arthur Cunha absen atau tidak berada dalam kondisi terbaiknya.

Kelebihan Rachmat tak cuma posturnya yang jangkung, 184 sentimeter. Rachmat juga menjadi pemain yang sarat pengalaman.

Dia pernah membela sejumlah klub besar. Di antaranya, PSM Makassar, Sriwijaya FC, hingga Mitra Kukar. Musim lalu, namanya meredup karena bermain di Liga 3 bersama 737 Kepri Jaya.

Rachmat mengungkapkan, sebelum menjatuhkan pilihan ke Arema FC ada beberapa tim  Liga 1 dan Liga 2 yang mengajaknya bergabung. ”Ada beberapa yang saya ditawari untuk ke Borneo FC dan Martapura. Namun, saya akhirnya memilih ke sini (Arema FC),” ungkap dia.

Dia menyebut bahwa Arema FC adalah tim yang punya mental juara. ”Arema ini tim besar, mental juara itu yang membuat saya tertarik,” ungkap pemain yang pernah membela Timnas Indonesia U-19 dan Timnas Indonesia Senior itu.

Dia pun siap bersaing untuk memperebutkan posisi di tim inti. ”Persaingan di posisi stoper ini justru membuat saya termotivasi. Saya sendiri ingin tampil lebih bagus lagi,” tandasnya.

Tapi, keputusan untuk bermain atau tidak, semua diserahkan kepada pelatih.  ”Main atau tidak, itu keputusan pelatih. Namun, tentunya saya akan berusaha sebaik mungkin untuk tim ini,” ungkap pemain yang meminta nomor punggung 22 ini.

Pewarta              : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         :  Indra Mufarendra
Fotografer          :  Darmono