Diterjang Angin, Pohon Kecapi Timpa Empat Bangunan

Diterjang Angin, Pohon Kecapi Timpa Empat Bangunan

Tumbangnya Pohon Kecapi ini terjadi di Jalan Raya Singaraja-Lovina, sekitar pukul 07.10 pagi. Dahan pohon kecapi sepanjang delapan meter dengan diameter 50 centimeter, mendadak patah dan menimpa sejumlah bangunan yang ada di bawahnya.

Sebanyak empat bangunan pun hancur ditimpa pohon tersebut. Masing-masing rumah yang dihuni Irfan, toko perlengkapan elektronik milik Budi Wijaya dan dua buah warung makan milik Ketut Tangkas Wijaya.

Namun kerusakan yang paling parah dialami dua buah warung makan Ketut Tangkas Wijaya. Kerusakan terjadi secara menyeluruh, baik di depan warung maupun di dalam bangunan rusak parah. Sedangkan rumah yang dihuni Irfan, hanya rusak pada bagian teras. Begitu juga toko milik Budi Wijaya, mengalami kerusakan pada bagian kanopi.

Ketika pohon tersebut tumbang,  Irfan sedang berada di dalam rumah. Tapi posisinya berada di bagian belakang rumah. Namun dirinya tiba-tiba mendengar suara gaduh menimpa rumahnya. Setelah keluar Irfan begitu kaget, rumahnya dipenuhi dedaunan pohon yang tumbang.

“Saat kejadian saya di belakang rumah. Tiba-tiba dengar suara kayu tumbang. Pas saya ke depan, ternyata sudah tertutup pohon ini,” kata Irfan.

Sedangkan, pemilik toko perlengkapan elektronik Budi Wijaya, mengaku sekitar pukul 08.00 pagi dirinya justru mendapat kabar kalau tokonya tertimpa pepohonan. Budi pun mengira jika tokonya mengalami kerusakan parah. Beruntung, kerusakan hanya pada bagian kanopi saja.

“Setelah dapat kabar tokonya tertimpa pohon, saya langsung cek. Dikira rusak parah, syukur hanya pada kanopi saja. Saya pikir, tidak masalah, masih bisa diperbaiki” katanya.

Sementara itu, mendengar ada pohon tumbang timpa rumah dan toko, Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pun segera diterjunkan. Mereka langsung melakukan pemotongan dahan tersebut. Sebanyak 8 unit mesin gergaji digunakan BPBD Buleleng untuk memotong kayu. Namun, karena posisi kayu cukup menyulitkan petugas melakukan pemotongan.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur mengatakan, pohon kecapi itu juga akan ditebang karena sudah rapuh. Sehingga sangat berpotensi untuk kembali tumbang. “Batangnya itu sudah terbelah, jadi rentan roboh. Kalau tidak dipangkas, bisa-bisa bulan Februari tumbang lagi. Kami akan tebang, kalau perlu kami cari orang yang biasa menebang pohon besar,” kata Subur. 

(bx/dik/yes/JPR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here