“Beda dari lagu-lagu Kang Armand sebelumnya, lagu ini punya aransemen musik funk yang lebih up-beat diiringi dengan lirik yang catchy juga. Suara clap dan shout yang ada di dalamnya, juga membuat single Armand kali ini terbilang lebih ceria dari biasanya,” kata Mhala selaku A&R dari Trinity Optima Production kepada JawaPos.com, Kamis (21/12).

Bagi Armand, Tunggu Di Sana ciptaan Aldi merupakan representatif musik 80-an yang disukainya saat masih remaja. Oleh karena itu, saat pertama kali mendapat lagu tersebut, dia mengaku langsung jatuh hati.

“Saat masuk ke proses rekaman pun, saya minta ke produser dan arranger lagu ini, Asta dari RAN, untuk tidak terlalu mengubah lagu ini dari lagu aslinya,” ungkap Armand.

Selain itu, Armand juga mengaku sangat tertantang membawakan lagu Tunggu Di Sana karena sangat berbeda dengan musik yang diusungnya bersama band GIGI.

Armand Maulana – Tunggu Di Sana | Official Video Clip
(YouTube/Trinity Optima Production)

“Perlu diingat alasan saya pertama kali membuat proyek Arana karena saya ingin mempersembahkan musik yang menginspirasi saya di era 80-an. Lewat lagu ini, nuansa dan beat musik khas 80-an yang saya bayangkan dapat terimplementasi dengan sempurna. Jadi, kesulitan yang dihadapi dalam membawakan lagu ini pun terasa menyenangkan,” jelasnya.

Kemudian, Armand mengungkapkan bahwa Tunggu Di Sana mengambil tema ringan, yaitu berkisah tentang janji seseorang kepada kekasihnya untuk menunggunya datang dan menjemput.

“Lagu ini sangat sederhana dan juga ringan untuk didengarkan berulang kali. Harapannya semoga teman-teman yang mendengarkan bisa merasakan kedekatannya dengan lagu ini,” imbuh vokalis GIGI ini.

Lebih lanjut, Armand mengatakan bahwa single-nya kali ini spesial karena video klipnya digarap di Tokyo, Jepang, dan banyak memperlihatkan suasana jalanan kota yang ada di Shinjuku, Akihabara, dan Harajuku.

Terkait pembuatan video klip tersebut, suami mengalami pengalaman yang cukup ekstrim karena syuting saat musim dingin dengan suhu rata-rata 4-7 derajat celcius.

“Dinginnya sih, yang tidak tahan. Apalagi kebanyakan gambarnya diambil di jalanan luar sana. Setiap hari kan syuting 7 jam di luar dan selalu dalam kondisi berdiri atau jalan,” ucapnya.

Sementara itu, sang sutradara Candi Soeleman mengungkapkan bahwa Tokyo dipilih sebagai lokasi syuting karena nuansa kota tersebut dinilai akan dapat merepresentasikan nuansa dinamis dari single ini. Dengan konsep banyak bermain dengan suasana jalanan dan perkotaan Jepang.

“Demi menyesuaikan dengan konsep video klip tersebut, saya memutuskan untuk memilih Tokyo untuk menggambarkan keseruan Armand dalam video klip ini. Tokyo di malam hari sendiri memiliki cahaya lampu warna-warni yang atraktif dan dinamis,” sambung Candi.

Video musik Tunggu Di Sana dari Armand Maulana sudah bisa disaksikan di kanal YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=YAGFnTB6Hpo


(ded/JPC)