JawaPos.com – Satu rumah dan dua unit mobil di Kompleks perumahan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat (Sumbar), Sukarami, Kabupaten Solok ludes terbakar. Beruntung, peristiwa nahas yang terjadi Kamis (21/3) itu tidak menelan korban jiwa.

Dari informasi yang dididapatk, kebakaran yang menghanguskan rumah permanen korban Beherta, 52, pertama kali diketahui anaknya, Risky Karima. Saat itu, Rizky melihat api menyala di belakang rumah (dapur) dini hari Kamis.

Setelah itu, Rizky membangunkan orang tuanya dan mengabarkan pada warga sekitar. Merekka pun berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak mempan. Api kian membesar dan menjalar ke bangunan rumah.

Tak lama setelah itu, barulah datang dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Solok untuk menjinakkan api. Alhasil, satu jam lebih usai penyiraman, api akhirnya bisa dikendalikan.

Kebakaran nahas itu dibenarkan Kapolsek Talang, AKP Yasril. Pihaknya juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 300 juta.

“Tidak ada korban jiwa. Yang terbakar rumah dan dua unit mobil,” kata Yasril.

Dari keterangan korban kepada petugas, sebelum kebakaran terjadi, korban memang usai memasak menggunakan tungku kayu di bagian belakang rumah. Namun, api tersebut sudah mematikan api dengan cara di siram.

“Kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini,” katanya. 

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Riki Chandra