MALANG KOTA – Janji Dinas Perhubungan Kota Malang merekayasa jalur di Jalan Jakarta dibuktikan. Sejak kemarin jalan tersebut hanya untuk satu arah. Untuk jalan di sisi utara, kendaraan hanya bisa lewat dari Jalan Surabaya ke Jalan Ijen (mengarah ke utara). Sedangkan jalan di sisi selatan, dipakai pengendara dari arah Jalan Ijen menuju Jalan Surabaya. Dengan jalur satu arah ini, sejumlah titik seperti di Jalan Bandung dan Jalan Surabaya yang biasanya macet, kemarin relatif lancar. Namun rekayasa ini sifatnya masih sementara. Akan dievaluasi sebulan mendatang.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin, masih relatif banyak kendaraan yang akan melawan arus. Barangkali karena belum tahu jika ada perubahan arus. Akhirnya mereka diarahkan petugas Dishub Kota Malang yang selalu stand by sejak pagi. ”Kebanyakan (yang melanggar) ibu-ibu yang nyopir agak gimana (rendem/sein kanan-belok kiri, Red),” kata M Anom, petugas dishub yang menjaga di Jalan Jakarta kemarin.

Perlu diketahui, Dishub Kota Malang membuat wacana untuk memberlakukan satu arah di jalan tersebut pada akhir tahun lalu. Karena di jalan tersebut ada dua ruas dan masih satu ruas yang dimanfaatkan. Sehingga, yang satu ruas biasanya dimanfaatkan warga untuk berjualan dan lahan parkir. Praktis, kondisi ini membuat titik jalan tersebut relatif macet. Terutama saat jam-jam sibuk, seperti berangkat kerja dan sekolah serta pulang kerja dan sekolah.

Sementara itu, Kadishub Kota Malang Kusnadi menjelaskan, rekayasa lalin tersebut sementara bakal dilakukan selama sebulan mendatang. Sehingga, pihaknya berharap warga yang melintasi jalan tersebut bisa menaati aturan baru tersebut. ”Sementara mulai hari ini sampai sebulan nanti,” ucapnya.

Jika ada yang melanggar, masih kata dia, pihaknya tidak langsung melakukan tilang di tempat. Namun, hanya memberikan teguran kepada pengendara. ”Kan masih uji coba, kami kasih teguran agar ke jalur yang benar,” imbuh dia.

Sedangkan selain di Jalan Jakarta, kemarin juga dilakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Soehat dan Mergan.

Pewarta             : Imam Nasrodin
Copy Editor        : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Darmono