MALANG KOTA – Tim juri Green School Festival (GSF) 2018, disambut meriah oleh SD Islam Sabilillah, Malang, Selasa (4/9).

Ada sajian traian kreasi dari siswa sampai kostum festival. Tak hanya itu, satu sekolah juga nampak antusias menyambut kedatangan juri lewat yel-yel berjudul “Semangat GSF” yang diiringi gebukan perkusi dikolaborasikam dengan angklung.

“Tarian opening ini di GSF tahun kemarin tidak ada. Sengaja kita buat seperti ini supaya lebih semarak dan menarik,” ujar Fitri Kurniawati, Koordinator sekaligus guru kelas 2.

Banyak kreasi yang disajikan, terutama daur ulang sampah. Seperti topi kapal dari koran, replika pohon dari kardus, sampai wadah tisu dari tutup botol. Pemanfaatan ini merupakan salah satu dari pengapklikasian 9 isu lingkungan GSF yang dinilai oleh juri.

Sembilan isu tersebut melingkupi literasi teknologi informasi, UKS, kantin sehat, resiko, tanaman hijau, air dan limbah cair, energy, sampah dan polusi. Terakhir, peta umum sekolah.

Paparan tentang isu lingkungan itu juga diwujudkan dalam 9 bentuk majalah dinding (mading) kemudian dipresentasikan oleh siswa.

“Bikinnya bareng-bareng sama guru. Sebelumnya kita dibimbing juga sana guru,” pungkas Hanif Aditya. Siswa kelas 4 SD itupun nampak semangat menerangkan salah satu isu daur ulang dengan mengenakan rompi yang terbuat dari bungkus minuman.

Kepala SD Islam Sabilillah Nunik, S. Hariarti, SPd MPd mengungkapkan jika segala yang ditampilkan adalah apa yang ada di sekolah. “Semua menjadi bagian dari pendidikan karakter. Termasuk lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia berharap, GSG ini bukan sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan sebagai bentuk perbaikan untuk menciptakan lingkungan sekolah lebih baik.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia