KOTA BATU – Meski belum memiliki alat khusus untuk menyimpan darah, rutinitas menggaet pendonor tetap dilakukan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Batu. Seperti dilakukan kemarin (8/3) di kantor mereka. Kepala Markas PMI Kota Batu Abdul Muntolib menjelaskan, kegiatan kemarin menjadi agenda pihaknya yang kedua di bulan ini. ”Ada 9 tempat untuk bulan ini, tapi rata-rata 7 kali (gelar donor) per bulannya,” jelas dia. Pada setiap tempat, mereka menarget bisa menampung minimal 30 kantung darah. Bila ditotal, dalam sebulan UTD PMI bisa menampung 210 kantung darah.

”Kami belum ada fasilitas untuk penyimpanan darah, jadi kadang ditaruh di UTD PMI Kabupaten Malang,” imbuhnya. Tolib mengakui, sebetulnya beberapa rumah sakit di Kota Batu memiliki fasilitas tersebut. Sebut saja RS Baptis, Karsa Husada, dan RS Bhayangkara. ”Tetapi sama saja, rumah sakit tersebut kadang minta (stok darah) ke UTD Kabupaten Malang. Karena itulah kami juga tetap harus bisa menyimpan darah,” lanjutnya. Sebelumnya PMI Kota Batu sudah mengajukan dana sebesar Rp 2,4 M untuk tahun 2019.

Dari nominal itu, Rp 1,7 miliar di-plot untuk pengadaan kantor UTD PMI. Sisa dari dana tersebut rencananya bakal di-plot beberapa untuk pengadaan sejumlah fasilitas. Yang utama yakni tempat penyimpanan darah. Ada juga alat screening darah yang dibutuhkan. Alat tersebut dibutuhkan untuk memisahkan darah. Tolib berharap sejumlah kebutuhan itu bisa terpenuhi tahun ini.

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Mochamad Sadheli