JawaPos.com – Perbuatan Muhammad Sidik, 19, terbilang keji. Pasalnya ia nekat menculik, membunuh dan menimbun jasad Ayub, bocah yang masih berusia 5 tahun dengan lumpur. Selain motif sakit hati, pelaku diduga kesal lantaran bantuan paman korban atau majikannya tersebut terlalu sedikit untuk pernikahan.

“Jadi pelaku sakit hati karena paman korban Asril alias Doyok, sering memarahi dan menghina pelaku. Sering bilang pelaku bodoh. Selain itu, pelaku juga kesal karena bantuan untuk nikahan pelaku terlalu sedikit,” ujar Kasat Reskrim Polres Siak AKP Faizal Ramzani, Minggu (30/12) siang.

Dengan alasan dendam, pelaku yang merupakan warga Desa Bunut, Kelurahan Tualang, Perawang, Siak, Riau, ini berinisiatif menculik Ayub yang merupakan keponakan dari Asril. “Pelaku berupaya menarik perhatian dari ayah korban Roffi dan paman korban. Caranya menculik korban,” jelasnya.

Pelaku menculik korban saat ayah dan paman korban pergi ke Pekanbaru, Jumat (28/12) malam. Saat itu, korban dititipkan di rumah neneknya Jalan Indah Kasih, Perawang. Dari keterangan saksi, pelaku membonceng korban dengan sepeda motor.

“Ayah korban tahu kalau anaknya diculik setelah pelaku mengirim pesan singkat yang isinya meminta uang Rp 300 juta. Selain itu, pelaku juga menelepon paman korban dan mengancamnya,” kata dia.

Awalnya, ayah korban tak langsung percaya. Dia menghubungi adiknya Abdul Mukti, 21, yang ada di Perawang untuk mencari tahu keberadaan korban. Tapi setelah dicari, korban tak ditemukan.

“Ayah korban langsung melaporkan kejadian penculikan anaknya ke Polsek Tualang. Setelah mendapatkan laporan itu, tim opsnal gabungan dari Polsek dan Polres Siak langsung melakukan penyelidikan,” sebutnya.

Dari hasil penyelidikan, diketahui keberadaan pelaku. Ia ditangkap polisi di depan hotel Erine, Jalan M Yamin, Kelurahan Perawang, Sabtu (29/12) pagi. “Dia mengakui telah membunuh korban dengan cara mencekiknya. Karena saat korban diculik dan diikat sempat berteriak,” ungkapnya.

Korban ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan di semak belukar Jalan Cendrawasih dekat pipa Caltex. Saat itu leher, tangan dan kaki terikat dengan bajunya. Posisi korban setengah badan telungkup dari bagian pinggang, kepala tertimbun tanah kuning dan kondisinya telanjang.

“Pelaku menimbun korban dengan tanah lumpur. Saat ini jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” ucapnya.

Sedangkan pelaku dan barang bukti berupa dua helai kain sobekan warna biru, celana dan handphone, sudah dibawa ke Mapolsek Tualang guna penyidikan lebih lanjut.

(ica/JPC)