MALANG KOTA – Tahapan penjurian Lomba Kreativitas Lingkungan Green School Festival (GSF) 2018 sudah di depan mata. Untuk jenjang sekolah dasar (SD), tahapan penjurian itu bakal dimulai Senin (3/9).

Rencananya, ada 36 sekolah yang akan didatangi tim juri GSF. Di hari itu, ada sembilan juri yang bertugas. Masing-masing juri bakal melakukan visitasi terhadap empat SD (selengkapnya baca grafis).

Penilaian GSF mencakup sembilan isu lingkungan. Yaitu, peta umum, sampah dan polusi, energi, air dan limbah cair, tanaman hijau, risiko, kantin sehat, unit kesehatan sekolah (UKS), serta literasi dan teknologi informasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dra Zubaidah MM berharap seluruh sekolah all-out pada GSF 2018. ”Tujuan dari event ini adalah untuk mendukung Malang Ijo Royo-Royo,” kata dia.

Apalagi, gelaran GSF telah terbukti memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan Kota Malang. Ada sejumlah sekolah di kota ini yang berhasil menyabet Adiwiyata tingkat nasional. ”Tapi yang penting, kalau sekolah itu sudah nyaman, maka proses belajar mengajar juga nyaman,” ujar dia.

Sebagai informasi tambahan, pada GSF 2018, ada enam macam kategori yang dilombakan. Yaitu, sekolah dengan literasi teknologi informasi terbaik, sekolah dengan inovasi media pembelajaran lingkungan terbaik, sekolah dengan eco-teknologi terbaik, sekolah dengan pendidikan dan pembelajaran kesehatan terbaik, sekolah dengan suporter terbaik, dan sekolah terunik pilihan seluruh juri.

Pewarta: Moh. Badar
Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Indra Mufarendra