JawaPos.com – Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menilai ucapan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal anggaran negara bocor hanya retorika semata. Menurutnya, mantan Danjen Koppassus seharusnya bisa lebih bijak dalam melihat porsi anggaran.

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla selalu melakukan penyusunan kebijakan APBN dengan memperhatikan prioritas anggaran. Artinya, anggaran yang akan digunakan tersebut harus tepat sasaran.

“Kedua adalah soal distribusi dan keadilan anggaran antar wilayah. konsepnya Indonesia Sentris. Jadi mengurangi disparitas antar wilaya maupun perorangan,” ujarnya Kepada JawaPos.com, Sabtu (9/2).


Calon Presiden No.02 Prabowo Subianto (Dok. JawaPos.com)

Ketiga, lanjut Johnny, Presiden Jokowi selalu menerapkan efisiensi anggaran. Menurut dia, anggaran itu harus dikelola dan di tata dengan baik agar efisien.

Terakhir, dia menegaskan jika penggunaan anggaran juga harus dipastikan untuk sektor-sektor produktif disamping yang sifatnya untuk perlindungan sosial.

“Kalau ditanya soal bocor? emang prinsipnya prioritas anggaran, keadilan anggaran, terus distribusi anggaran yang memadai. Itu yang Pak Jokowi lakukan sekarang,” tegasnya.

Pria yang juga merupakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional ini menyindir ucapan Prabowo tersebut. Johnny berpendapatan, kebijakan anggaran Presiden Jokowi sudah mencakup semua hal yang mendasar dan prioritas.

“Saya tidak tahu apa lagi yang dipikirkan Pak Prabowo dan Pak Sandiaga. Karena itu sudah mencakup seluruh kebijakan anggaran. Jadi mereka pasti akan berpikir yang sama, jadi mengulang teori yang sama dengan bahasa yang lain,” ucapnya.

Kendati demikian, Johnny enggan terlalu serius mempermasalahkan ucapan Prabowo. Jika benar ada kebocoran, dirinya mempersilahkan agar Prabowo dan timnya melaporkan kepada pihak yang berwenang.

“Kalau Prabowo dan Sandiaga mempunyai data yang valid dan akurat terkait kebocoran anggaran berapapun besarnya laporkan itu di aparat penegak hukum. Supaya ada tindakan hukum. Untuk itu ada kewajiban moral. Itu moral politik Prabowo. Kalau dia tidak menggunakan moral politiknya ya susah. Tetapi, kalau itu tidak didukung oleh data, tidak di dukung oleh data akurat dan valid maka itu tidak lebih dari menambah hoax, fitnah,” tandasnya.

Editor           : Mohamad Nur Asikin

Reporter      : Hana Adi