MALANG KOTA – Suasana tak biasa terlihat di SMAN 4 Malang. Aula sekolah di kompleks SMA Tugu yang biasanya ditempati para pelajar itu, kemarin (25/2) dihuni sejumlah tokoh dalam cerita rakyat. Di antaranya ada Ande-Ande Lumut, Joko Tarub, Damarwulan, dan Perang Bubat. Selain itu, juga ada Rama dan Dewi Shinta dalam cerita pewayangan Ramayana.

Mereka bukan tokoh sebenarnya. Tapi siswa-siswi SMAN 4 Malang yang menampilkan pementasan drama untuk mata pelajaran bahasa Jawa. Penampilan itu menjadi salah satu syarat kelulusan.

”Selain itu, agar siswa mendapat pengalaman bekerja sama dalam satu tim serta agar tetap terjalin solidaritas sampai mereka lulus dan tetap menjaga kelestarian budaya Jawa,” ujar Devi Nur Ratna EP SPd, pelatih drama sekaligus guru bahasa Jawa.

Dia menyatakan, pementasan dilakukan secara rutin dalam setiap tahun sebagai tugas akhir sekolah. Pementasan itu diikuti 228 siswa kelas XII. ”Semua wajib ikut. Satu kelas, satu kelompok penampilan,” katanya.

Sutradara drama Perang Bubat Safira Puspita menyatakan, drama tersebut dipersiapakan sejak pertengahan Januari 2019 lalu. Untuk perlengkapan, masing-masing siswa iuran. ”Hasil iuran itu salah satunya untuk menyewa busana yang menghabiskan dana sekitar Rp 1 juta,” terangnya.

Pewarta               : Imron Haqiqi
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Mahmudan
Fotografer          : Rubianto