alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Generasi Milenial yang Geluti Pramuka Jadi Pendorong Prestasi Bidang Lain

Pamor Pramuka seolah tenggelam di telan zaman. Banyak pelajar menghindari aktivitas Pramuka yang dinilai ”kuno” dan bikin jenuh. Namun bagi Gusti Eka Septya Maharani, Pramuka justru merupakan tempat untuk mengembangkan diri.

Pengalaman Gusti Eka Septya Maharani agak berbeda. Jika kebanyakan mengikuti Pramuka karena terpaksa, perempuan yang akrab disapa Septi itu justru tertarik sejak awal. Ketertarikan muncul saat melihat teman-temannya ditunjuk untuk mengikuti upacara di Balai Kota Malang. 

Kala itu, Septi yang duduk di kelas 4 SD melihat teman-temannya mengenakan atribut Pramuka yang lumayan lengkap. Mulai dari topi boni, tali, dan atribut lainnya. ”Keesokan harinya saya langsung mencari kakak pembina Pramuka. Sejak hari itu saya mengikuti Pramuka golongan penggalang dan keterusan hingga sekarang menjadi pandega,” kenang perempuan yang kini berusia 20 tahun itu. 

Dari ketertarikan itu, Septi terus melanjutkan kegiatan Pramuka di SMP. Beberapa lomba yang berkaitan dengan Pramuka pernah diikutinya. Bahkan bisa menyabet juara. Di antaranya Juara 1 Sandi Morse dan Semaphore Putri, Juara 1 Regu Putri, serta Juara Umum Pangkalan. 

Demikian pula di tingkat SMA. Septi hampir tidak pernah absen mengikuti kegiatan Pramuka. Seperti Raimuna Cabang Kota Malang, Raimuna Daerah Jawa Timur, dan banyak lainnya. ”Saat SMA saya juga menjabat sebagai pemangku adat putri di ambalan saya. Lalu mengikuti perlombaan Saka Kencana tingkat cabang. Alhamdulillah mendapatkan Juara I mewakili Saka Kencana Kwartir Ranting Kedungkandang,” tambahnya. 

Setelah lulus SMA, Septi berkesempatan terlibat di Dewan Kerja Cabang Kota Malang dan kegiatankegiatan Pramuka Kota Malang. Termasuk menggelar kegiatan untuk Pramuka penegak dan pandega, memimpin kontingen kwarcab untuk berlomba, serta diberi amanah mengemudikan nakhoda Dewan Kerja Cabang Kota Malang. 

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi Septi adalah saat memimpin kontingen Kota Malang dalam lomba Giat Prestasi Jawa Timur di Jombang 2019 lalu. Waktu itu, para peserta berangkat dengan peralatan serta fasilitas seadanya. Namun berhasil meraih juara umum harapan 1. 

”Kekompakan saat latihan dan rintangan-rintangan saat itu sungguh luar biasa. Kami tidak memiliki home stay, sehingga harus bertahan selama kurang lebih 5 hari,” ucap mahasiswi Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo itu. (mel/fat)

Pamor Pramuka seolah tenggelam di telan zaman. Banyak pelajar menghindari aktivitas Pramuka yang dinilai ”kuno” dan bikin jenuh. Namun bagi Gusti Eka Septya Maharani, Pramuka justru merupakan tempat untuk mengembangkan diri.

Pengalaman Gusti Eka Septya Maharani agak berbeda. Jika kebanyakan mengikuti Pramuka karena terpaksa, perempuan yang akrab disapa Septi itu justru tertarik sejak awal. Ketertarikan muncul saat melihat teman-temannya ditunjuk untuk mengikuti upacara di Balai Kota Malang. 

Kala itu, Septi yang duduk di kelas 4 SD melihat teman-temannya mengenakan atribut Pramuka yang lumayan lengkap. Mulai dari topi boni, tali, dan atribut lainnya. ”Keesokan harinya saya langsung mencari kakak pembina Pramuka. Sejak hari itu saya mengikuti Pramuka golongan penggalang dan keterusan hingga sekarang menjadi pandega,” kenang perempuan yang kini berusia 20 tahun itu. 

Dari ketertarikan itu, Septi terus melanjutkan kegiatan Pramuka di SMP. Beberapa lomba yang berkaitan dengan Pramuka pernah diikutinya. Bahkan bisa menyabet juara. Di antaranya Juara 1 Sandi Morse dan Semaphore Putri, Juara 1 Regu Putri, serta Juara Umum Pangkalan. 

Demikian pula di tingkat SMA. Septi hampir tidak pernah absen mengikuti kegiatan Pramuka. Seperti Raimuna Cabang Kota Malang, Raimuna Daerah Jawa Timur, dan banyak lainnya. ”Saat SMA saya juga menjabat sebagai pemangku adat putri di ambalan saya. Lalu mengikuti perlombaan Saka Kencana tingkat cabang. Alhamdulillah mendapatkan Juara I mewakili Saka Kencana Kwartir Ranting Kedungkandang,” tambahnya. 

Setelah lulus SMA, Septi berkesempatan terlibat di Dewan Kerja Cabang Kota Malang dan kegiatankegiatan Pramuka Kota Malang. Termasuk menggelar kegiatan untuk Pramuka penegak dan pandega, memimpin kontingen kwarcab untuk berlomba, serta diberi amanah mengemudikan nakhoda Dewan Kerja Cabang Kota Malang. 

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi Septi adalah saat memimpin kontingen Kota Malang dalam lomba Giat Prestasi Jawa Timur di Jombang 2019 lalu. Waktu itu, para peserta berangkat dengan peralatan serta fasilitas seadanya. Namun berhasil meraih juara umum harapan 1. 

”Kekompakan saat latihan dan rintangan-rintangan saat itu sungguh luar biasa. Kami tidak memiliki home stay, sehingga harus bertahan selama kurang lebih 5 hari,” ucap mahasiswi Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo itu. (mel/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/