MITA BERLIANA
Lima tahun lalu, Than yang masih berusia lima tahun bikin kaget orang tuanya. Karena saat datang di sebuah acara 17 Agustusan, tiba-tiba dia meminta mic yang dipegang seorang penyanyi. Dia langsung menyanyi di depan banyak orang. "Dan tak disangka-sangka, ternyata Than memiliki suara yang bagus," kenang mama Than, Reni Puspitasari.
Mengetahui Than berbakat, Reni mengarahkannya dengan coba-coba ikut kompetisi menyanyi. Di tahun 2017, mal Malang Town Square (Matos) mengadakan kompetisi lagu Mandarin. "Saya tidak bisa bahasa Mandarin sama sekali, tidak ada keluarga yang bisa juga. Karena niatnya hanya coba-coba kompetisi. Jadi saya mulai belajar menyanyi bahasa Mandarin," ujar Than.
Dan Than tidak menyangka meraih gelar juara dua. Itulah yang menjadi titik balik Than memiliki keinginan untuk terus di dunia tarik suara. Ia mulai berinisiatif mencari informasi lomba menyanyi dan terus belajar menyanyi secara otodidak.
Di tahun 2018, Than menduduki 5 besar ajang Lippo Mal Got Talent. Disusul tahun 2019 meraih juara 1 pada lomba menyanyi Matsasamutu. Lalu Juara 1 Fun Evolution 2021, dan Juara 1 lomba FLS2N tingkat kota 2021. "Saya ikut lomba agar kemampuan saya terasah terus," ungkap siswa SDN Tasikmadu 2 itu.
Februari lalu, Than menyandang gelar Kakang Cilik dalam ajang Kakang Mbakyu Cilik 2022. Tak hanya itu, dia juga meraih gelar Kakang Berbakat berkat suara emasnya saat uji bakat di kontes tersebut. "Benar-benar tidak menyangka bisa menang di kontes tersebut," ujar siswa yang kini kelas 5 SD itu.
Berlanjut, Than yang menyukai kompetisi itu menemukan informasi di laman instagramnya mengenai pembukaan pendaftaran Idola Cilik. "Begitu disetujui mama dan papa, saya coba-coba lagi ikut," katanya.
Untuk mengikuti ajang Idola Cilik, Than diminta meng-upload video saat dia bernyanyi di kanal web Idola Cilik. "Saya memilih lagu When You Believe-Whitney Houston, karena saya cukup percaya diri dengan lagu itu," bebernya.
Perkiraan hampir sebulan Than menunggu hasil pengumuman. Than sempat hopeless tidak lolos dalam ajang tersebut. Sampai suatu hari di bulan Mei, ibu dari teman Than mengabari bahwa Than lolos. Hanya saja pihak dari Idola Cilik belum menghubunginya. Mama Than langsung menghubungi admin Idola Cilik. Dan dua hari setelahnya barulah mendapat respons dan benar Than lolos dalam ajang tersebut.
Selanjutnya Than memasuki tes kedua. Yakni tes menyanyi via zoom bersama 1.000 dari ratusan ribu peserta se-Indonesia yang lolos.
Lalu Than lolos lagi hingga terjaring 100 peserta. "100 peserta itulah yang tampil di TV dan tes langsung di depan juri artis. Sebelumnya yang di zoom dari pihak Idola Cilik-nya," kata Than.
Dari 100 peserta itu, diambil 42 besar. Than mengatakan, 7 dari 42 peserta tersebut merupakan teman-temannya yang juga asal Malang. Namun seleksi belum usai, dari 42 peserta diambil 16 besar untuk akhirnya ditampilkan di panggung Idola Cilik dan disiarkan di TV nasional. "Saya tidak menyangka, saya satu-satunya dari Malang yang lolos hingga ke 16 besar," ucap Than.
Mengikuti ajang Idola Cilik mengharuskan Than untuk karantina di hotel bersama teman-teman lainnya. Jadwal sudah diatur oleh pihak Idola Cilik dan tidak lepas dari latihan. Than dan juga teman-teman lainnya pun tidak boleh keluar. "Boleh keluar hotel, ke mal tapi harus bareng-bareng semuanya, juga didampingi dari pihak Idola Cilik. Karena ini untuk keamanan kita bersama," tutur Than.
Sebagai anak 10 tahun, tentu ada saat di mana Than kurang semangat dan bosan dengan aktivitas yang begitu-begitu saja. Mengingat Than karantina di Jakarta selama kurang lebih tiga hingga empat bulan. " Badmood, tidak semangat, bosan itu pasti namanya juga anak-anak. Tapi Than ini anaknya penurut dan punya mimpi. Jadi diingatkan lagi tentang keinginannya, dipantik sedikit saja sudah bisa semangat lagi. Jadi, tidak terlalu susah untuk menyalakan api semangat Than lagi," kata Reni.
Selama tampil di panggung, Than juga sempat gugup. "Apalagi disiarkan di TV," imbuh Than.
Oleh karena itu, sebelum latihan Than mempunyai ritual khusus. "Tentunya berdoa, setelah itu mendengarkan lagu yang akan dinyanyikan. Juga minum air putih supaya lebih tenang," katanya.
Di samping itu, untuk menjaga suaranya Than mengaku tidak pernah minum-minum dingin. "Saya juga sejak kecil tidak pernah makan es krim. Kalau pun pengen banget es krimnya dihangatkan," ujarnya. Selain itu, Than juga setiap hari mengunyah kencur. "Dulu nggak suka, tapi lama kelamaan dan biar suara terjaga agar tetap bagus ya lama-lama jadi suka," ujar Than sambil terkekeh.
Setiap Minggu di kompetisi itu mengharuskan memulangkan satu peserta. Dari 16 besar tersisa tinggal 5 besar. Than harus berhenti di top 5. "Karena meskipun juri mengatakan bagus, ada penilian dari vote penonton juga. Nah saya pernah tiga kali di posisi bottom karena kekurangan vote," ujarnya.
Meski langkahnya di ajang Idola Cilik berhenti di top 5, hal itu tidak menyurutkan semangat Than. "Berada sampai titik ini sudah sangat bersyukur apalagi bisa menjadi satu-satunya yang mewakili Malang dan Jawa Timur," ujar Than.
Meskipun langkah berhenti, Than tidak diperbolehkan pulang ke Malang. "Disuruh menunggu sampai tahu pemenang Idola Cilik," kata dia.
Untuk sekolah, Than izin. "Sekolah mengizinkan Than untuk mengikuti acara ini. Karena di Jakarta berbulan-bulan, sekolah sampai izin ke Dinas Pendidikan," kata Reni.
Sementara itu, di Idola Cilik, Than difasilitasi homeschooling yang didampingi langsung oleh Kak Seto. "Di sini pembelajarannya sama seperti di sekolah, jadi tidak takut ketinggalan dalam belajar," kata Than.
Saat ini Than mengaku ingin fokus sekolah. "Karena sudah kelas 5 dan sebentar lagi mau SMP," kata dia. Di samping itu ia dikontrak 5 tahun oleh pihak RCTI dan akan dibekali seorang manajer untuk mengatur jadwalnya. "Jadi tidak bisa ikut lomba nyanyi atau acara di luar kontrak tersebut," bebernya.
Ditanya soal cita-cita, Than mengaku ingin menjadi dokter. "Saya ingin menjadi dokter tapi dokter yang juga bisa bernyanyi," kata anak asal Ngijo, Karangploso itu. (abm) Editor : Mardi Sampurno