Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hanya Butuh 6 Jam Sampai di Puncak Arjuno

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 5 Januari 2024 | 23:00 WIB

 

SELALU SEMANGAT: peni Nugraha mengikuti race trail running Mantra 116, pada 24 Juli 2023 lalu. dalam event itu, dia berlari sejauh 30 kilometer di Gunung Arjuno.
SELALU SEMANGAT: peni Nugraha mengikuti race trail running Mantra 116, pada 24 Juli 2023 lalu. dalam event itu, dia berlari sejauh 30 kilometer di Gunung Arjuno.

Bagi Peni Nugraha, usia hanyalah angka.

Meski tak muda lagi, ibu dua anak itu berhasil menaklukkan Gunung Arjuno dalam waktu 6 jam.

Padahal normalnya butuh waktu hingga 13 jam. 

KAKINYA terus melangkah, meski medan semakin menanjak.

Semangat Peni Nugraha membara, mengalahkan rasa lelah setelah berjam-jam berlari.

Dengan optimisme yang tinggi, ibu dua anak itu berhasil mencapai puncak Gunung Arjuno dalam waktu enam jam.

Waktu yang relatif cepat.

Umumnya butuh sekitar 13 jam.

Waktu cepat itu diukir Peni saat mengikuti race trail running international untuk kategori 30 kilometer Arjuno.

Event bertajuk Mantra Summits Challenge (MSC) 116 itu digelar pada 24 Juli 2023 lalu.

Ia menjadi perempuan kedua yang finish di kategori tersebut.  

Sebagai informasi, Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur.

Ketinggiannya mencapai 3,339 mdpl.

Dibandingkan kategori Welirang 30 kilometer di Mantra 116, sejatinya jalur Arjuno lebih pendek.

Namun jalurnya lebih menanjak.

Sehingga peserta wajib mempunyai strategi jitu.

”Hitungan-hitungan harus bagus. Perlu tahu kapan memenuhi asupan makanan, berlari, dan mendaki,” papar Peni kemarin.

Terlalu memaksakan diri di awal membuat kelelahan di akhir race.

Tapi terlalu lambat di awal juga berisiko membutuhkan waktu lebih lama.

Berlari mulai pukul 12 malam juga membuat perempuan berdomisili di Sukun, Kota Malang itu juga perlu berhati-hati.

Sebab pandangan terbatas.

Istri Agung Setya Nugraha itu hanya mengandalkan head lamp.

Tantangan lain adalah suhu udara terlalu dingin.

Yakni 5 derajat Celsius.

”Oksigen di atas juga lebih tipis,” kenangan dia. 

Keberhasilan Peni mencapai puncak Gunung Arjuno dalam waktu enam jam menjadi pelengkap torehan prestasi di ajang race trail running sebelumnya.

Peni sempat di urutan ketiga saat event Alas Trail Running 2023, kemudian menduduki peringkat 4 event trail running skala internasional Coast to Coast untuk kategori 25 kilometer.

Pada Desember 2022 berada di peringkat 10 Siksorogo Lawu Ultra untuk nomor 30 kilometer. 

Keseriusan perempuan 41 tahun menyelesaikan trail running tidak datang dengan sendirinya.

Alumnus SMKN Turen itu melalui jalan terjal dan berliku.

Dia berlatih keras lantaran bukan seorang atlet.

Momen pahit dirasakan pada 2019 lalu.

Kali pertama mengikuti event trail running, Peni berjuang finish dengan menahan rasa sakit.

Penyebabnya adalah engkel kakinya sempat mengalami problem.

”Waktu itu persiapan belum optimal. Modalnya hanya pernah melakukan trail running beberapa penggunaan di Malang,” katanya.

Modal tersebut tidak cukup lantaran trail running membutuhkan kemampuan komplet.

Mulai strategi, mental, hingga fisik. 

Kegagalan tahun 2019 menjadi bahan bakar untuk memotivasi dirinya lebih baik.

Setelah itu, dia berlatih lebih keras dan dengan program lebih terstruktur.

Di antaranya, trail running sampai Gunung Kawi menembus Panderman.

Juga berlatih di Bukit Pinus atau Pine Park, Batu.

Tempat tersebut sering digunakan untuk menggembleng fisik dan mental.

Dalam sehari, dia biasa 4-5 kali menempuh bukit pinus.

”Di sana saya sempat mengikuti challenge untuk berlari 22 jam non-stop,” katanya. 

Selama waktu tersebut dia mencatatkan 24 kali naik gunung.

Kebiasaan tersebut membuat saat ini mampu naik turun Bukit Pinus 2 kali dalam waktu 60 menit.

Program latihan lain yang pernah dilakukan adalah berlari dari pemandian Cangar menuju Gunung Welirang dalam waktu 3 jam.

Modal latihan itulah yang membuat dia mampu menaklukkan Gunung Arjuno.

Motivasi Peni menekuni trail running hanya dua. Pertama adalah kesehatan.

Kedua untuk bersenang-senang.

”Saya menyukai pendakian sejak 2017 lalu,” katanya.  

Peni ingin tetap bugar walaupun sudah berusia kepala empat.

Dia juga ingin terus mendampingi anaknya di masa remajanya.

”Saya ingin terus berolahraga untuk memberikan virus sehat di keluarga,” paparnya.(*/dan)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#puncak arjuno #Peni Nugraha