Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mendiang Ayah Jurnalis Terkenal di Solo, Danlanal Malang Kolonel Laut (KH/W) Rinanda Sintasari Pernah Dijuluki Loper Wedok

Bayu Mulya Putra • Jumat, 8 Maret 2024 | 17:54 WIB
Photo
Photo

Kolonel Laut (KH/W) Rinanda Sintasari SSos M Tr Ap menjabat sebagai Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Malang sejak Desember 2023. 

Dia menjadi perempuan ketiga yang menduduki jabatan tersebut. 

Ada perjalanan panjang yang harus dilalui Rinanda sebelum berada di posisi sekarang. 

Stigma sebagian orang yang menyatakan bahwa perempuan kurang cocok menjadi pemimpin terus dia lawan. 

Salah satunya dengan berlatih secara keras. 

”Intinya hanya mau atau tidak saja sebenarnya. Bukan bisa atau tidak bisa,” ucap perempuan asal Solo tersebut. 

Baca Juga: 30 Guru SD Belajar Jadi Jurnalis

Seperti halnya prajurit TNI lainnya, pembawaannya memang tegas. 

Itu menyamarkan sisi lain dari dirinya. 

Rinanda sebenarnya punya ketertarikannya terhadap keindahan. 

Utamanya keindahan kata-kata. 

Maklum, ayahnya dulu adalah seorang jurnalis yang cukup kondang di Solo. 

Jika ada seseorang yang paling diidolakan oleh Rinanda, orang itu adalah ayahnya. 

Sebab, dari sosok ayahnya lah dia mendapat banyak pelajaran tentang kedisiplinan, idealisme, hingga kecintaan pada dunia baca dan menulis. 

Anak kesembilan dari 12 bersaudara itu awalnya tak ingin menjadi tentara. 

Rinanda ingin mengikuti jejak idolanya. 

”Saya dulu cita-cita jadi wartawan seperti bapak,” ucapnya. 

Namun, ada satu hal yang membuat dia mengubur impiannya itu. 

Diam-diam, ayah Rinanda ingin memiliki anak seorang prajurit TNI. 

Keinginan itu tak pernah dia ucapkan secara langsung kepada Rinanda. 

Baca Juga: Ribuan Calon Guru Muda PPG Prajabatan UM Ikuti Pelatihan di Lanal Malang, Bidik Peningkatan Wawasan Kebangsaan

Namun, suatu ketika, Rinanda tak sengaja mendengarnya. 

Dari situlah dia tak lagi terpikir ingin menjadi seorang wartawan. 

”Kalau tidak jadi wartawan, saya dulu sebenarnya ingin menjadi guru,” imbuhnya. 

Setelah menyelesaikan program sarjananya sekitar tahun 1995 silam, Rinanda kemudian mendaftar sebagai tentara. 

Itu dia lakukan secara diam-diam. 

Perjalanannya mendaftar menjadi prajurit pun tak mulus. 

Dia gagal pada percobaan pertama. 

Namun, dia berjanji kepada dirinya sendiri untuk mencoba mendaftar lagi tahun depan. 

”Saya sudah bilang waktu itu, tahun depan saya pasti lolos,” kisah dia. 

Apa yang dia ucapkan pun menjadi kenyataan. 

Dia diterima masuk pendidikan militer pada 1996. 

Setahun berikutnya dia lulus. 

Kini, perempuan yang hobi membaca itu telah mengabdi sebagai prajurit TNI selama 27 tahun. 

Dia bangga karena bisa mewujudkan harapan orang tuanya. 

Suatu ketika, Rinanda tahu bahwa potretnya tersimpan dalam dompet mendiang ayahnya.

Baca Juga: Pemkot Ingin Konsep Stadion Gelora Brantas Mirip dengan Manahan Solo 

Dia tahu itu setelah ayahnya berpulang. 

Dari situlah, dia sadar seberapa bangganya sang ayah dengan profesi yang dia pilih. 

”Salah satu alasan saya selalu melakukan yang terbaik sebagai tentara karena ini adalah profesi yang diimpikan oleh bapak,” kata dia. 

Mantan Aspers Lantamal IV Batam itu merasa kemampuan laki-laki dan perempuan untuk memimpin sama saja. 

Karena itu, dia tak pernah khawatir bila ditugaskan di mana saja. 

”Saya tidak mau main-main dengan tanggung jawab jabatan ini. Saya tidak mau menutup pintu kesempatan untuk perempuan lainnya agar bisa memimpin,” tegasnya. 

Tekad itu tak lepas dari pengalaman masa kecilnya yang kurang menyenangkan. 

Dulu, dia kerap merasa asing di lingkungannya. 

”Dengan lingkungan ya, bukan dengan keluarga,” jelasnya. 

Misalnya, dia pernah dijuluki loper wedok. 

Itu karena dirinya pernah menjadi berjualan koran saat masih SD. 

Baca Juga: Di Pasar Oro-Oro Dowo, Yatim Mandiri Traktir Belanja Loper Koran Radar Malang

Pekerjaan itu dia lakukan untuk bisa mendapatkan uang jajan. 

Kini, dirinya memiliki fokus untuk mendukung sesama perempuan. 

Terutama terhadap korps wanita angkatan laut (Kowal). 

Dia berharap ke depan ada lebih banyak perempuan yang menduduki jabatan-jabatan strategis dalam segala bidang. 

”Perempuan bukan untuk dikasihani,” tutupnya. (dre/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#danlanal malang #Rinanda Sintasari #Loper koran #Solo