JawaPos.com – Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di Kota Palembang mendapat sorotan komunitas muda pecinta lingkungan. Pasalnya, banyak APK dipasang di pohon. Hal ini dinilai sangat merusak estetika pemandangan di Kota Pempek.

Sejumlah komunitas anak muda di Palembang berkeliling untuk mengecek langsung pelanggaran yang dilakukan oknum calon legislatif. Terbukti sebanyak 120 APK ditemukan melanggar yakni melakukan pemasangan di pohon-pohon.

Komunitas ini pun langsung memberikan stiker sindiran terhadap APK tersebut. Bertuliskan: ‘Tercyduk Penganiayaan Pohon’, ‘Maaf, Karena Anda Memaku Pohon. Anda Tidak Masuk Dalam Kriteria Calon Wakil Rakyat yang Kami Pilih’ lainnya bertuliskan ‘Aku Mah Apa Atuh Cuma Pohon’.

Koordinator Turun Tangan Palembang, Oktarian mengatakan, para oknum caleg ini bisa jadi berpendapat memasang APK di pohon tidak berdampak apapun. Namun, kenyataannya melanggar karena merusak estetika pemandangan Kota Palembang.

“Kota jadi semrawut akibat pemasangan APK melanggar di pohon-pohon ini,” katanya saat ditemui disela aksinya, Minggu (24/3).

Selain merusak estetika pemandangan, pemasangan APK di pohon juga berdampak buruk. Pohon bisa mati dan layu. Karena itu, pihaknya bersama komunitas anak muda di Palembang berupaya untuk mengingatkan para oknum caleg tersebut.

Ia mengaku sengaja tidak melepaskan APK itu, karena ditakutkan akan terjerat masalah hukum. Namun, pihaknya memberikan sticker sindiran di APK tersebut yang nantinya menjadi penilaian masyarakat mana caleg yang melanggar.

“Biar masyarakat tahu dan jangan salah memilih wakil rakyat yang tidak peduli dengan peraturan dan mengeploitasi lingkungan demi kekuasaan,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, aksi ini akan dilakukan secara rutin menjelang Pemilu pada 17 April mendatang. Ia berharap kedepan tidak ada lagi oknum caleg yang memasang APK disembarangan tempat khususnya di pohon

“Ada 120 APK yang kami temukan melanggar dan sudah kami pasanga sticker sindiran,” singkatnya.

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Alwi Alim