MALANG – Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada (STIKes WCH) mengaku perguruan tingginya sedang mengembangkan kurikulum agar mahasiswanya bisa berkuliah dari jarak jauh.

Kampus STIKes WCH Malang

Memasuki era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, sistem e-learning memang bisa dilaksanakan jika memang dirasa mampu dan perlu.

Mengingat makin banyak inovasi yang bisa dilakukan lewat new media menggunakan internet. “Apalagi ini era modern, mahasiswa bisa tidak harus datang ke kampus untuk proses pembelajaran, sambil bekerja sambil kuliah juga bisa,” sambut Ketua STIKes WCH Dr. H. Tayubi Hariyanto MBA MM.

Nantinya, hal ini akan mendukung adanya kurikulum magang di luar negeri yang dicanangkan STIKes WCH. Dengan hanya kuliah satu tahun dan sudah bisa berbahasa Jepang, mahasiswa STIKes WCH bakal diupayakan untuk bisa magang di jepang.

“Mereka, mahasiswa STIKes WCH juga tetap bisa melakukan kuliah Sabtu-Minggu dari jarak jauh,” tambah Tayubi.

Bagai gayung bersambut, Kemenristekdikti pun mengaku sedang menggodok upaya STIKes WCH ini.

“Nanti mahasiswa bisa berkuliah Sabtu dan Minggu, dari jarak jauh, jadi tidak perlu datang ke kampus, jadi kuliah jarak jauh,” sebut Tayubi.

Ketua Perguruan Tinggi yang punya visi menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam mengembangkan potensi lokal di bidang kesehatan menuju tataran Asia pada tahun 2042 ini memang fokus untuk terus berkembang, khususnya dalam hal kurikulum. Mengingat STIKes WCH sekarang sedang berusaha untuk bisa berubah menjadi Institut.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido