Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mendalami sesuatu. Salah satu caranya ditunjukkan sahabat Stephanie Lintang Pangestuti dalam menggeluti disiplin ilmu bahasa dan sastra Perancis. ”Harus mulai dari awal, cerita-cerita klasik yang menjadi buah pemikiran filosofi Prancis,” kata dia. Langkah itu menurut dia bisa menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih besar.

Biasanya, Stephanie bakal mencari buku-buku lawas untuk mendalami hal tersebut. ”Mencari buku karya sastrawan Prancis sudah menjadi tuntutan bagi saya,” jelasnya. Dari sekian sastrawan asal Prancis, nama Jean Paul Sartre dan Voltaire menjadi yang paling dia gemari. ”Kalau Sartre yang saya suka bukunya berjudul La Naussée,” kata dia.

Dari buku itu, dia bisa menemukan filosofi eksistensialisme yang dipopulerkan oleh Sartre. ”Saya dapat di toko-toko buku second Sarinah, Jakarta Pusat,” tambahnya. Kegemarannya berburu barang lawas tak hanya untuk buku saja. ”Saya orangnya memang suka thrifting (barang bekas), entah baju maupun buku,” papar perempuan kelahiran 17 Juli 1997 itu.

Untuk menikmati karya-karya sastrawan Prancis, dia biasanya bakal memilih tempat yang cozy. Sejumlah titik wisata alam di Kota Batu kerap menjadi jujukannya. ”Kayak Coban Talun, Megastar, Kafe Hutan Pinus, Coban Putri, banyak deh,” tutupnya penuh senyum.

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Foto                   : Stephanie Lintang Pangestuti